BP1PJ – low cost – low energy – best results.

Marketing plan strategy

030-“10 Keys to Finding Your Purpose and Achieving Your Goals”

Posted by bp1pj on September 30, 2009

“10 Keys to Finding Your Purpose and Achieving Your Goals”

By Kay L. Fontana, C.C., M.A.Ed.

“10 Kunci untuk menemukan tujuan Anda dan mencapai target-target Anda”

Oleh Kay L. Fontana, C.C., M.A.Ed.

Are you looking for a strategy to help you achieve your goals? Do you set goals, but never follow through with them? Do you have big dreams but don’t know how to turn them into reality?

Apakah Anda sedang mencari sebuah strategi untuk menolong Anda mencapai target-target Anda?. Apakah Anda menetapkan target-target, tetapi tidak pernah menindaklanjutinya hingga selesai?. Apakah Anda punya impian-impian besar tetapi tidak tahu bagaimana untuk mengubahnya menjadi kenyataan?

At some point, you have probably heard of S.M.A.R.T. goals: Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Timely. I tried this strategy a number of times and found the concept to be extremely helpful in terms of key elements to a goal one can achieve.

Pada titik tertentu, Anda mungkin sekali telah mendengar tentang target-target S.M.A.R.T.: Spesifik, Mempunyai standar ukuran, Asli dapat dicapai, Realistis dan Tepat waktu. Saya telah mencoba strategi ini beberapa kali dan mendapatkan bahwa konsep ini amat menolong sekali ditinjau dari elemen-elemen kunci ke target yang dapat dicapai seseorang.

However, I felt the method was missing some key components that would help me define what my goals should be, and how I was going to reach those goals. That’s when I developed the POWERDRIVE to Success method.

Bagaimanapun, saya merasakan bahwa metode ini kekurangan komponen-komponen kunci tertentu yang dapat membantu saya mendefinisikan apa seharusnya yang menjadi target-target saya, dan bagaimana saya akan mencapai target-target tersebut. Itulah saatnya ketika saya mengembangkan metode sukses POWERDRIVE.

Consider putting your goals into POWERDRIVE!

Pertimbangkanlah meletakkan target-target Anda ke dalam POWERDRIVE!

I will help you live a

Saya akan menolong Anda menghidupi sebuah

powerdrive01

I will also show you how to:

Saya juga akan menunjukkan kepada Anda bagaimana untuk:

powerdrive02

The following are 10 key ingredients to defining your goals and putting them into action:

Berikut adalah 10 kandungan-kandungan kunci untuk mendefinisikan target-target Anda dan mengaktipkannya:

P

Purpose

Tujuan

Your purpose in life has a significant correlation to your success in achieving goals. When you know what your purpose is in life, everything you do from that point forward that is directly related to your purpose, has value and meaning.

Tujuan Anda dalam kehidupan mempunyai korelasi signifikan dengan sukses Anda dalam mencapai target-target. Ketika Anda mengetahui apa tujuan Anda dalam kehidupan, semua hal yang Anda lakukan sejak titik itu ke depan, yang secara langsung berhubungan dengan tujuan Anda, mempunyai nilai dan arti.

Defining your life’s purpose can be achieved by looking into key areas of your life: your dreams as a child, your values in life, your personality type preferences, your gifts and strengths, and your roles at home, work and in the community. These areas should be carefully thought out in a discovery process, primarily because these elements may not be completely obvious to you.

Mendefinisikan tujuan hidup Anda dapat dicapai dengan melihat ke dalam wilayah-wilayah kunci dari kehidupan Anda: impian-impian Anda sebagai seorang anak, nilai-nilai Anda dalam kehidupan, pola-pola kepribadian yang lebih Anda sukai, bakat-bakat dan kekuatan-kekuatan Anda, dan peran-peran Anda di rumah, pekerjaan dan di dalam masyarakat. Wilayah-wilayah ini haruslah dipikirkan secara hati-hati dalam sebuah proses penemuan, utamanya adalah karena elemen-elemen ini tidak akan sepenuhnya nyata bagi Anda.

O

Optimize your time

Optimalkan waktu Anda

Optimize your time. Understanding your internal clock and when you are most productive during the day can significantly affect how quickly you achieve your goals. Not everyone can rise in the early morning ready to tackle the biggest challenges. If you are a night owl, your most important tasks and projects may require time later in the day when you are at your peak.

Optimalkan waktu Anda. Memiliki pengertian tentang jam internal Anda dan kapan Anda paling produktip dalam sehari, dapat secara signifikan mempengaruhi seberapa cepat Anda mencapai target-target Anda. Tidak setiap orang dapat bangun di awal pagi hari untuk siap menangani tantangan-tantangan terbesar. Jika Anda adalah seekor burung hantu malam, tugas-tugas dan proyek-proyek Anda yang paling penting dapat membutuhkan waktu di bagian lebih lanjut dari hari itu, ketika Anda berada di puncak Anda.

W

Write it down

Tuliskan

You must write down your intentions. Unless you write down your goals, you will probably not achieve them. Remember, out of sight — out of mind. Your goals should include sub-goals and daily or weekly activities to maximize the process, and to ensure you are conducting yourself in a manner that leads to success.

Anda harus menuliskan keinginan-keinginan Anda. Kecuali Anda menuliskan target-target Anda, Anda mungkin sekali tidak akan dapat mencapainya. Ingatlah, hilang dari pandangan – hilang dari pikiran. Target-target Anda haruslah juga mencakup rincian target dan aktivitas-aktivitas harian atau mingguan untuk memaksimalkan proses tersebut, dan untuk memastikan bahwa Anda memimpin diri Anda sendiri dalam sebuah cara yang mengarah ke sukses.

E

Empower yourself

Kuatkan diri Anda

We all need to be empowered, but we must also learn to empower ourselves. Accepting responsibility for our own destiny and achieving our goals is empowering. When we allow others to steal our dreams, we risk giving in to our own negative self-talk and self-destructive behavior.

Kita semua perlu untuk diberi kekuatan, tetapi kita harus juga belajar untuk menguatkan diri kita sendiri. Menerima tanggung jawab untuk tujuan kita sendiri dan untuk pencapaian target-target kita merupakan tindakan pemberi kekuatan. Ketika kita mengijinkan orang-orang lain untuk mencuri impian-impian kita, kita menanggung risiko menyerah terhadap pembicaraan negatip pribadi kita sendiri dan perilaku merusak diri sendiri.

R

Release negative thoughts and fears

Lepaskan pikiran-pikiran negatip & ketakutan-ketakutan

Our fears are often unrealistic and created from “dream stealers.” Learning to control our negative thoughts can help us move forward with our goals. It’s not always easy to confront dream stealers; however, by using a few strategies, you can reduce the risk of the dream stealers “getting into your head.” Stay focused and positive.

Ketakutan-ketakutan kita seringkali adalah tidak realistis dan diciptakan dari “para pencuri impian”. Belajar untuk mengendalikan pikiran-pikiran negatip kita, dapat menolong kita untuk maju ke depan dengan target-target kita. Tidak selamanya mudah untuk menghadapi para pencuri impian; bagaimanapun, dengan memakai beberapa strategi, Anda dapat mengurangi risiko para pencuri impian tersebut untuk “memasuki kepala Anda”. Tetaplah fokus dan positip.

D

Dream Big!

Bermimpilah besar!

What we want, we can have. So if your dreams are small, you will get small things. If you are going to dream, dream big so big things begin to happen. That is how world records are set and people do the unthinkable. Push yourself beyond what is expected and you will achieve remarkable things!.

Apa yang kita inginkan, dapat kita miliki. Jadi, jika impian-impian Anda adalah kecil, Anda akan mendapatkan hal-hal yang kecil. Jika Anda akan bermimpi, mimpilah besar sehingga hal-hal besar mulai terjadi. Itulah caranya bagaimana rekor-rekor dunia ditetapkan dan orang-orang melakukan yang tak terpikirkan. Dorong diri Anda sendiri melampaui apa yang diharapkan dan Anda akan mencapai hal-hal yang mengagumkan!

R

Relationships

Hubungan-hubungan

Building relationships and connecting with people who see your vision and support your success helps you stay accountable for your actions. This brings greater success.

Membangun hubungan-hubungan dan berhubungan dengan orang-orang yang melihat visi Anda dan mendukung sukses Anda, menolong Anda untuk tetap bertanggungjawab atas tindakan-tindakan Anda. Hal ini mendatangkan sukses yang lebih besar.

When setting goals, invite friends, family, co-workers and others to share your vision, dreams and plan of action. They must, however, be positive and supportive in nature and sincerely interested in your success.

Ketika menetapkan target-target, undanglah teman-teman, keluarga, rekan-rekan sekerja dan orang-orang lain untuk membagirasakan visi, impian-impian dan rencana tindakan Anda. Mereka harus, bagaimanapun, bersikap positip dan mendukung dan secara tulus menaruh perhatian pada sukses Anda.

I

Immediate action

Tindakan segera

Why put off until tomorrow what you can do today? Procrastination is our enemy, so take action and do it now.

Mengapa menunda sampai besok, apa yang Anda dapat lakukan hari ini?. Me-nangguh-nangguhkan merupakan musuh kita, maka ambillah tindakan dan lakukan sekarang.

V

Visualize success

Visualisasikan sukses

Have your dreams and goals visible to you everyday so you can be constantly reminded of what you want in life. Again, out of sight — out of mind, so know what you want and visualize it daily.

Usahakan agar impian-impian dan target-target Anda dapat Anda lihat setiap hari, sehingga Anda dapat secara tetap diingatkan tentang apa yang Anda inginkan dalam kehidupan. Sekali lagi, hilang dari pandangan – hilang dari pikiran, jadi ketahuilah apa yang Anda inginkan dan visualisasikanlah hal tersebut setiap hari.

Using a vision or dream board, or writing your goals down where you can look at them frequently, can be of great value to you on your journey. These are reminders to stay focused on your goal.

Menggunakan sebuah visi atau sebuah papan impian, atau menuliskan target-target Anda di tempat dimana Anda dapat seringkali melihatnya, dapat mempunyai nilai tinggi bagi Anda dalam perjalanan Anda. Hal-hal ini merupakan pengingat-pengingat agar tetap fofus pada target Anda.

E

Everyday

Setiap hari

Success comes from creating daily positive habits that contribute to your success. Doing something every day toward your goals will only create success that much faster.

Sukses datang dari menciptakan kebiasaan-kebiasaan positip harian yang memberi kontribusi bagi sukses Anda. Melakukan sesuatu setiap hari ke arah target-target Anda hanya akan menciptakan sukses secara jauh lebih cepat.

===oooOooo===

And now I’d like to invite you to get my free “Special Report: 10 Keys to Achieving Your Goals” at www.PowerDriveToSuccess.com

Dan sekarang saya ingin mengundang Anda untuk mendapatkan secara gratis artikel saya “Laporan Khusus: 10 Kunci untuk Pencapaian Target-target Anda” di www.PowerDriveToSuccess.com

Kay L FontanaAbout the Author:

Kay L. Fontana, “The Grandcoach,” helps baby boomers overcome the challenges of raising grandchildren.

She is a certified coach with a bachelor’s and a master’s in education, and has dedicated over 20 years to teaching, training, mentoring and coaching.

Mengenai Pengarang:

Kay L. Fontana, “Sang Pelatihbesar”, menolong para pengasuh bayi untuk mengatasi tantangan-tantangan untuk membesarkan cucu-cucu.

Dia adalah seorang pelatih bersertifikat dengan gelar sarjana muda dan sarjana dalam pendidikan, dan telah mendedikasikan lebih dari 20 tahun dalam bidang pengajaran, melatih, menasehati dan pelatihan.

Kay has authored 2 e-books:

“10 GRANDCOACH Survival Tips for Grandparents Who Are Raising Grandchildren”

and

“Put Your Goals Into POWERDRIVE: 10 Strategies for Getting What You Want Out of Life”

Kay telah mengarang dua buah buku elektronik:

“10 Tips Pelatihbesar untuk Bertahan hidup bagi para kakek dan nenek yang sedang menbesarkan cucu-cucu”

Dan

“Letakkan target-target Anda ke dalam POWERDRIVE: 10 strategi untuk pencapaian Apa yang Anda Inginkan dari Kehidupan”

She is qualified to administer the Myers-Briggs Type Indicator and is a certified facilitator of the True Colors assessment and personal success seminar.

Dia mempunyai kualifikasi untuk penerapan Myers Briggs Type Indicator dan merupakan seorang fasilitator bersertifikat untuk seminar penilaian dan sukses pribadi True Colors.

For more information about her coaching programs, training or products please go here: www.CoachingForQuality.com and select the appropriate link to your area of interest.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program-program, latihan dan produk-produk pelatihan beliau pergilah ke situs berikut dan pilihlah link yang cocok ke wilayah minat Anda:  www.CoachingForQuality.com

===oooOooo===

“Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Advertisements

Posted in Artikel Terjemahan | Leave a Comment »

029-“How to Eliminate Price Objections”

Posted by bp1pj on September 29, 2009

“How to Eliminate Price Objections”

By Kelley Robertson

“Bagaimana mengeliminasi keberatan tentang harga”

Oleh Kelley Robertson

Virtually every person in sales experiences price objections. Unfortunately, the majority of sales people take the wrong approach and try to box customers into a corner by asking questions such as:

“If I can do that price do we have deal?”

“Is that the only thing holding back?”

“What do I need to do to earn your business?”

“If I can offer a solution would you be willing to buy today?”

“What do I have to do to get you into that unit?”

Sebenarnya setiap orang dalam sales akan mengalami keberatan-keberatan tentang harga. Sayangnya, mayoritas orang-orang sales melakukan pendekatan yang salah, dan berusaha  meninju para pelanggan ke sebuah sudut dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti:

“Jika saya dapat memberikan harga tersebut, apakah kita dapat setuju untuk bertransaksi?”

“Apakah itu merupakan satu-satunya alasan untuk menahan diri?”

“Apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan bisnis dari Anda?”

“Jika saya dapat menawarkan sebuah solusi, apakah Anda bersedia untuk membeli hari ini?”

“Apa yang harus saya lakukan untuk membuat Anda menyetujui unit itu?”

Give me a break! These are nothing more than manipulative sales tactics that, ultimately, make a customer feel uncomfortable and coerced into buying the product or service.

Berilah saya kesempatan!. Semua ini adalah tidak lain dari pada taktik-taktik manipulatip para sales yang, ujung-ujungnya, membuat seorang pelanggan merasa tidak nyaman dan terpaksa untuk membeli produk atau jasa tersebut.

The real key to solving objections is to work at eliminating them altogether. You can accomplish this by investing more time qualifying your customer. Salespeople who ask more questions generally face fewer objections during the selling process. The reason is simple…they uncover potential objections early in the sales cycle.

Kunci sebenarnya untuk menyelesaikan keberatan-keberatan adalah dengan bekerja mengeliminasi mereka sekaligus. Anda dapat mencapai ini dengan menginvestasikan lebih banyak waktu untuk mengkualifikasi pelanggan Anda. Orang-orang sales yang menanyakan lebih banyak pertanyaan-pertanyaan pada umumnya menghadapi lebih sedikit keberatan-keberatan sepanjang proses penjualan. Alasannya adalah sederhana … mereka mengungkap keberatan-keberatan potensial lebih awal dalam siklus sales itu.

Questions that will help you uncover potential objections include:

“Who else is involved in this decision?”

The purpose of this question is to establish who else has input in the decision making process. If someone else has influence on the final decision you may end up spinning your wheels trying to close the sale without her present.

Pertanyaan-pertanyaan yang akan menolong Anda mengungkap keberatan-keberatan potensial mencakup:

“Siapa lagi orangnya yang terlibat dalam keputusan ini?”

Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk memunculkan siapa lagi yang punya masukan dalam proses pengambilan keputusan ini. Jika seseorang lain mempunyai pengaruh pada keputusan akhir, Anda dapat saja berakhir dengan berputar-putar mencoba menutup transaksi tanpa kehadirannya.

“What time frame are you working with?”

This question is much more effective than asking,

“When were you looking to buy?”,

which can put people on the defensive.

“Kerangka waktu apa yang Anda pakai dalam pekerjaan Anda?”

Pertanyaan ini jauh lebih effektip daripada bertanya:

“Kapan Anda berusaha untuk membeli?”,

yang dapat membuat orang-orang mengambil posisi bertahan.

“Who else are you talking to?”

This helps you understand what other vendors or companies are bidding on the project. This can assist you in differentiating yourself from your competitors.

“Siapakah lainnya yang Anda ajak bicara?”

Ini menolong Anda untuk mengerti apa yang ditawarkan oleh pemasok-pemasok dan perusahaan-perusahaan lain dalam proyek ini. Ini dapat membantu Anda dalam membedakan diri Anda dari para pesaing Anda.

“What was your experience with…?”

Based on the customer’s previous experience(s) you can now position your product or service to exceed their experience at your competitor.

“Apa pengalaman Anda dengan … ?”

Berdasarkan pengalaman-pengalaman pelanggan sebelumnya, maka Anda sekarang dapat memposisikan produk dan jasa Anda untuk melebihi pengalaman yang mereka dapatkan dari pesaing Anda.

These questions will draw out information from your customer. This information then allows you to position your product or service in a manner that best suits the customer’s needs and wants. I’ve had many salespeople in my workshops question this line of thinking and approach with objections such as:

“Asking all these questions takes too long.”

“People won’t give me the answers I’m looking for.”

“I’ve tried this and it doesn’t work.”

“I’ve been given a script to use for every objection so I don’t need to do this.”

“My customers care only about price so it doesn’t matter what questions I ask.”

Pertanyaan-pertanyaan ini akan menarik keluar informasi dari pelanggan Anda. Informasi ini kemudian memungkinkan Anda untuk memposisikan produk atau jasa Anda dalam sebuah cara yang paling mencocoki kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan pelanggan itu. Saya telah mempunyai banyak orang-orang sales dalam workshop-workshop saya mempertanyakan garis pemikiran dan pendekatan ini dengan keberatan-keberatan sebagai berikut:

“Menanyakan semua pertanyaan-pertanyaan ini memakan waktu terlampau lama”

“Orang-orang tidak mau memberikan jawaban-jawaban yang sedang saya cari”

“Saya sudah mencoba pendekatan ini dan itu tidak berhasil”

“Saya telah diberi sebuah naskah untuk dipakai pada setiap keberatan, jadi saya tidak perlu melakukannya”

“Para pelanggan saya hanya tertarik pada harga, jadi tidak ada bedanya pertanyaan-pertanyaan apa yang saya ajukan”

I certainly understand and appreciate each of these objections because they are valid. Here are my responses:

Saya tentunya mengerti dan menghargai setiap keberatan-keberatan ini, karena mereka sah. Berikut adalah tanggapan-tanggapan saya:

“Asking all these questions takes too long.”

You’re right, qualifying DOES take time. However, proportionately speaking, it takes less time to ask these questions than it does to overcome an objection, because a customer is less defensive. Many salespeople actually spend more time trying to overcome objections than they would have asking questions.

“Menanyakan semua pertanyaan-pertanyaan ini memakan waktu terlampau lama”

Anda benar, mengkualifikasi MEMANG butuh waktu. Bagaimanapun, berbicara secara proporsional, mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini memakan waktu lebih sedikit dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi keberatan-keberatan, karena seorang pelanggan berada dalam posisi yang tidak begitu bertahan. Banyak orang-orang sales sebenarnya menghabiskan lebih banyak waktu mencoba mengatasi keberatan-keberatan dari pada waktu yang mereka habiskan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

“People won’t give me the answers I’m looking for.”

People will tell you anything you want to know providing you give them a good enough reason. Once you establish a safe, comfortable environment customers will open up and tell you things you never dreamed of. Your goal is to ask questions in a non-threatening manner, to listen to their responses, and to help them relax and feel comfortable.

“Orang-orang tidak mau memberikan jawaban-jawaban yang sedang saya cari”

Orang-orang akan mengatakan kepada Anda apapun yang Anda ingin tahu asalkan Anda memberi mereka sebuah alasan yang bagus. Sekali Anda telah menciptakan sebuah lingkungan yang aman dan nyaman, para pelanggan akan membuka diri dan menceritakan kepada Anda hal-hal yang tidak pernah Anda impikan. Target Anda adalah untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam cara yang tidak mengancam, untuk mendengarkan tanggapan-tanggapan mereka, dan untuk menolong mereka untuk dapat santai dan merasa nyaman.

“I’ve tried this approach and it doesn’t work.”

I won’t dispute the fact that some salespeople have a difficult time applying this concept. In fact, many actually experience a decline in sales when they first try to implement this concept. I suggest that you keep practicing until you become comfortable asking questions such as these. Once you become relaxed your customers will also become more comfortable and this will result in more sales.

“Saya sudah mencoba pendekatan ini dan itu tidak berhasil”

Saya tidak akan membantah fakta bahwa beberapa orang-orang sales mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep ini. Dalam kenyataan, banyak sebenarnya mengalami sebuah penurunan dalam sales ketika mereka pertama kali mencoba mengimplementasikan konsep ini. Saya menyarankan bahwa Anda tetap terus mempraktekkannya hingga Anda merasa nyaman dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Sekali Anda merasa santai, maka para pelanggan Anda akan juga menjadi lebih nyaman dan hal ini akan menghasilkan lebih banyak sales.

“I’ve been given a script to use for every objection so I don’t need to do this.”

Many businesses give scripts to their sales staff. However, this approach seldom addresses the real concern a customer has and can sometimes offend them.

“Saya telah diberi sebuah naskah untuk dipakai pada setiap keberatan, jadi saya tidak perlu melakukannya”

Banyak bisnis-bisnis memberikan naskah-naskah kepada staf sales mereka. Bagaimanapun, pendekatan ini jarang menangani persoalan sebenarnya yang dimiliki oleh seorang pelanggan dan kadang-kadang dapat menyinggung perasaan mereka.

“My customers care only about price so it doesn’t matter what questions I ask.”

This is not an uncommon perception among salespeople. However, this perception may be incorrect. Although price is a factor in virtually every sale it is seldom the primary issue. Many people look for overall value, not price. When you ask them quality questions, you begin to differentiate yourself from your competitors. Once you begin separating yourself from other similar businesses you give people a reason to focus on issues other than price.

“Para pelanggan saya hanya tertarik pada harga, jadi tidak ada bedanya pertanyaan-pertanyaan apa yang saya ajukan”

Ini bukan merupakan sebuah persepsi yang tidak umum diantara para orang-orang sales. Bagaimanapun, persepsi ini dapat saja tidak benar. Walaupun harga merupakan sebuah faktor dalam setiap penjualan yang sesungguhnya, dia jarang merupakan topik utama. Banyak orang-orang mencari nilai keseluruhan, dan bukan harga. Jika Anda mengajukan kepada mereka pertanyaan-pertanyaan berkualitas, Anda mulai menunjukkan perbedaan Anda dibandingkan dengan para pesaing Anda. Sekali Anda mulai memisahkan diri Anda dari bisnis-bisnis sejenis lainnya, maka Anda memberi orang-orang sebuah alasan untuk fokus pada topik-topik lain di luar harga.

Asking questions such as these will help you prevent some objections from arising. The goal is to learn enough about your customer’s situation to present a product/service that fits his or her needs and want so closely that you give them a compelling reason to buy from you, today, at your price.

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan menolong Anda mencegah munculnya beberapa keberatan-keberatan. Targetnya adalah mempelajari secukupnya tentang situasi pelanggan Anda untuk mempresentasikan sebuah produk / jasa yang cocok dengan kebutuhan dan keinginannya demikian dekatnya, sehingga Anda memberi mereka sebuah alasan mengharuskan, untuk membeli dari Anda, hari ini, dengan harga Anda.

© 2004 Kelley Robertson, All rights reserved.

 

Kelley RobertsonKelley Robertson, President of the Robertson Training Group, is a professional speaker and trainer on sales, negotiating, sales management and employee motivation. He is also the author of “Stop, Ask & Listen – Proven Sales Techniques to Turn Browsers into Buyers”. For information on his programs, visit his website at http://www.KelleyRobertson.com. Receive a FREE copy of “100 Ways to Increase Your Sales” by subscribing to his 59-Second Tip, a free weekly e-zine available at his website. You can also contact Kelley at 905-633-7750.

Kelley Robertson, Presiden dari Kelompok Pelatihan Robertson, adalah seorang pembicara dan pelatih profesional dalam bidang sales, negosiasi, manajemen sales dan motivasi karyawan. Dia adalah juga pengarang “Stop, Tanya & Dengar – Teknik-teknik Sales Terbukti untuk mengubah Para Penelusur menjadi Para Pembeli”. Untuk informasi tentang program-programnya, kunjungi websitenya di www.KelleyRobertson.com. Terimalah sebuah copy GRATIS tentang “100 Cara-cara untuk Meningkatkan Sales Anda” dengan cara berlangganan kepada “Tip 59 Detik”-nya, sebuah majalah elektronik mingguan gratis yang tersedia di website beliau. Anda dapat juga mengkontak Kelley di 905-633-7750.

 ===oooOooo===

 “Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Posted in Artikel Terjemahan | 1 Comment »

028-“Begin at the End”

Posted by bp1pj on September 27, 2009

“Begin at the End”

(“Top down” vs “Bottom up”)

By Tom Hess

“Mulailah pada yang terakhir”

(“Dari atas ke bawah” vs “Dari bawah ke atas”)

Oleh Tom Hess

One of the most valuable lessons to be learned, in terms of achieving goals, is to begin at the end. When working towards any goal, most people begin at the beginning (sounds logical doesn’t it?).

Salah satu pelajaran paling berharga, dalam hal mencapai target-target, adalah untuk mulai dari akhir. Ketika bekerja ke arah target apapun, kebanyakan orang-orang mulai dari awal (kedengarannya logis, bukan?).

The problem with starting at the beginning is most of us are focused on where we are right now. It is natural to begin from where our current strengths and weaknesses are, where our preferences lie or based on what our present circumstances are.

Masalahnya dengan memulai dari awal adalah bahwa kebanyakan dari kita telah memfokuskan diri pada dimana kita berada sekarang. Adalah alami untuk mulai dari tempat dimana kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan masa kini kita berada, atau dimana apa-apa yang lebih kita sukai berada, atau berdasarkan situasi-situasi masa kini kita.

Then what we normally do is put one foot forward (take action) based on those things. For many of us, the direction of that step (and the rest that will follow) is typically on the path of least resistance.

Kemudian apa yang kita secara normal lakukan adalah menaruh satu kaki ke depan (mengambil tindakan) berdasarkan hal-hal tersebut. Untuk banyak dari kita, arah langkah tersebut (dan sisanya yang mengikutinya) adalah secara khas berada dalam jalur dengan hambatan paling sedikit.

A common mistake in planning to achieve any “multi step goal” occurs when we begin planning from where we are in the present moment (from the beginning). This is the “bottom up” approach.

Sebuah kesalahan umum dalam perencanaan untuk mencapai “target multi langkah” apapun, terjadi ketika kita mulai merencanakan dari dimana kita berada pada saat sekarang ini (dari awal). Ini merupakan pendekatan “bottom up”.

Contrary to popular belief, the key to effective planning is to design your strategies from the “top down” (not from the bottom up). After you have established clearly defined and specific goals, the next thing to do is to develop your plans in reverse order (also known as “backwards” or “top down”).

Bertentangan dengan kepercayaan pada umumnya, kunci perencanaan effektip adalah untuk mendesain strategi-strategi Anda dari posisi “top down” ( bukan dari bawah ke atas). Setelah Anda menciptakan target-target secara spesifik dan dengan definisi yang jelas, maka hal selanjutnya adalah untuk mengembangkan rencana-rencana Anda dalam urutan terbalik (juga dikenal sebagai “langkah mundur” atau “top down”).

To do this we need to know what the final step would be to reach that goal (notice I did not say “the first step”, I said, “the final step”). Once we have that answer, we need to know the step just before the final step. We repeat the process until we get down to the level we are at now.

Untuk melakukan ini kita perlu mengetahui apa langkah terakhir itu adanya untuk mencapai target tersebut (perhatikan bahwa saya tidak mengatakan “langkah pertama itu”, saya mengatakan “langkah terakhir itu”). Sekali kita telah memperoleh jawabannya, kita perlu mengetahui sebuah langkah tepat sebelum langkah terakhir tersebut. Kita ulangi proses ini hingga kita sampai pada tingkatan dimana kita berada sekarang.

You might be wondering, “why should it matter if I make plans from the top down versus the bottom up? Is there really a difference between top down and bottom up? Won’t all the steps be exactly the same?” The answer is almost always: NO!. Why?.

Anda mungkin saja bertanya-tanya: “Mengapa bisa jadi masalah jika saya membuat rencana-rencana saya secara top down dipertentangkan dengan bottom up?. Apakah memang ada perbedaannya antara top down dan bottom up?. Bukankah semua langkah-langkahnya adalah persis sama?”. Jawabannya adalah hampir selalu: TIDAK!. Mengapa?.

Well there are many reasons, the main one is this: When you plan from the top down (starting from the end result you want and building your plans backwards to where you are now), you must take action IN ADVANCE to gain the knowledge needed to create the plan. This means you need to actually know (or be committed to learn) what the final steps are. Most people do not know what they are (which is perfectly normal), and/or don’t invest the time to find out (this is not good).

Yah, memang terdapat banyak alasan-alasan, tetapi yang utama adalah: Ketika Anda merencanakan secara top down (mulai dari hasil akhir yang Anda inginkan dan membangun rencana-rencana Anda mundur ke tempat dimana Anda berada sekarang), Anda harus mengambil tindakan TERLEBIH DAHULU untuk memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan untuk menciptakan rencana itu. Hal ini berarti bahwa Anda perlu mengetahui secara sungguh-sungguh (atau benar-benar komit untuk belajar) apa yang merupakan langkah-langkah akhir tersebut. Kebanyakan orang-orang tidak tahu apa langkah-langkah terakhir itu (yang adalah normal sekali), dan / atau mereka tidak pernah menyediakan waktu untuk mencari tahu (ini adalah tidak bagus).

What typically happens is people begin from the beginning (where they are right now) with an attempt to do things from the bottom up. Figuring out the first step to take from where they are now is usually easy to plan. And maybe the next 3 or 4 steps are also pretty easy to see how those things point in the general direction of their goals.

Apa yang biasanya terjadi adalah bahwa orang-orang mulai dari awal (dari tempat dimana mereka berada sekarang) dengan sebuah upaya untuk melakukan hal-hal dari bawah ke atas. Memperkirakan langkah pertama yang harus diambil dari tempat dimana mereka sekarang berada, biasanya mudah untuk direncanakan. Dan mungkin 3 atau 4 langkah berikutnya juga mudah sekali untuk dilihat bagaimana mereka mengarah pada jurusan umum dari target-target mereka.

Then they get stuck on what the rest of the steps might be and instead of really finding out, they usually begin to take action without a completed plan. They tell themselves things like this:

Kemudian mereka macet pada penentuan apa yang merupakan langkah-langkah sisa yang harus diambil, dan bukannya sungguh-sungguh mencarinya, mereka biasanya malahan mulai mengambil tindakan tanpa adanya sebuah rencana yang matang. Mereka berkata kepada diri mereka sendiri hal-hal seperti ini:

“I don’t know exactly what to do, but I have a general idea of the obvious stuff that I should be doing now, so I’ll do those things and then I’ll try to figure out what to do after that”.

Or


“I can’t plan that far ahead so I’ll just get started now and see where that leads me”.

“Saya tidak tahu secara tepat apa yang harus dilakukan, tetapi saya punya sebuah ide umum tentang apa yang seharusnya saya lakukan sekarang, maka saya akan melakukan hal-hal tersebut dan kemudian berusaha memperkirakan apa yang harus dilakukan setelah itu”

Atau

“Saya tidak bisa merencanakan sedemikian jauh, jadi saya mulai saja sekarang dan melihat kemana hal itu membawa saya”

Imagine if a corporation developed strategies in this way. What would happen? They would waste a lot of time and money not really knowing what all the steps are and their competitors would put them out of business.

Bayangkan jika sebuah perusahaan besar mengembangkan strategi-stragtegi dengan cara ini. Apa yang bakal terjadi?. Mereka akan membuang-buang banyak waktu dan uang tanpa pernah mengetahui apa langkah-langkah yang harus diambil dan para pesaing mereka akan menghabiskan mereka dari muka bumi.

What happens when politicians or military leaders plan military campaigns in this way? Thousands of soldiers die unnecessarily (is anyone old enough to remember the Vietnam War?).

Apa yang terjadi jika para politisi dan para pemimpin militer merencanakan kampanye-kampanye militer mereka dengan cara ini?. Ribuan prajurit akan mati sia-sia (apakah siapapun cukup tua untuk mengingat perang Vietnam?).

What if financial planners only looked at developing investment strategies based on the next few steps without taking into account other longer term steps, changing markets, tax laws, etc. In all these cases the results are almost guaranteed to be negative.

Bagaimana jika para perencana keuangan hanya melihat pada pengembangan strategi-strategi investasi berdasarkan beberapa langkah berikutnya tanpa memperhitungkan langkah-langkah jangka panjang lainnya, perubahan pasar-pasar, hukum-hukum perpajakan, dsbnya. Dalam semua kasus-kasus ini hasil-hasilnya hampir dapat dipastikan adalah negatip.

The other problem with building plans from the beginning (bottom up) is that it is very likely that the steps will take you in a direction that is off course from the outcome you want. Sure, strategies may evolve over time, but the chances of staying on course are greatly increased when you know what the final 5-10 steps need to be and plan the earlier steps around getting to the later steps.

Masalah lain dengan membangun rencana-rencana dari awal (bottom up) adalah bahwa amat mungkin sekali bahwa langkah-langkah tersebut akan membawa Anda dalam jurusan yang adalah diluar jalur dari hasil yang Anda inginkan. Memang benar, strategi-strategi akan berkembang dengan berjalannya waktu, tetapi kemungkinan-kemungkinan untuk tetap berada di dalam jalur akan jauh lebih meningkat, jika Anda tahu apa yang merupakan 5 – 10 langkah-langkah terakhir yang diperlukan dan merencanakan langkah-langkah yang lebih awal sebagai usaha untuk mencapai langkah-langkah akhir tersebut.

What’s next?

Apa selanjutnya?

Tom Hess circle

 Imagine 3 circles (as in the diagram shown above):

  1. The smallest circle represents everything that we know at the present time.
  2. The middle circle represents everything that we have questions about but do not know the answer to yet.
  3. The largest circle represents all the things that we are not yet even aware of. These are the things we are really totally ignorant about.

Bayangkan 3 buah lingkaran (seperti dalam diagram di atas)

  1. Lingkaran terkecil mewakili semua yang kita ketahui di masa kini.
  2. Lingkaran tengah mewakili semua yang masih kita pertanyakan, tetapi belum kita peroleh jawabannya.
  3. Lingkaran terbesar mewakili semua hal-hal yang kita bahkan belum sadari akan keberadaannya. Ini merupakan hal-hal yang secara sungguh-sungguh total tidak kita ketahui.

We all know to search for answers to our questions. Most people spend their time finding answers to the questions in the middle circle. But how can we succeed if we don’t even know what it is that we don’t know? Finding the answers, the solutions, the guidance, and your own path to achieve what you want will be so much harder if you don’t know what the right questions are (the things in the largest circle).

Kita semua tahu untuk mencari jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan kita. Kebanyakan orang-orang menghabiskan waktu mereka mencari jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut di lingkaran tengah. Tetapi bagaimanakah kita akan berhasil jika kita bahkan tidak tahu apa itu yang tidak kita ketahui?. Menemukan jawaban-jawaban, solusi-solusi, pemanduan dan jalur Anda sendiri untuk mencapai apa yang Anda inginkan akan menjadi demikian lebih sulitnya, jika Anda tidak tahu apa yang merupakan pertanyaan-pertanyaan yang benar (hal-hal di lingkaran terbesar).

Since I am a guitar teacher and a music career coach, when I explain these concepts to my students, I tell them the following: “Think back to when you were a beginning guitar player and had no clue what was involved in becoming a good musician. You probably knew there would be a lot to learn, but didn’t know, at that time, how much there is to be learned.

Karena saya adalah seorang guru gitar dan seorang pelatih karir musik, jika saya menjelaskan konsep-konsep ini kepada para murid saya, saya mengatakan kepada mereka seperti berikut ini: “Berpikirlah mundur ke saat dimana Anda merupakan seorang pemain gitar baru dan masih tidak tahu apa saja yang diperlukan untuk menjadi seorang musisi yang bagus. Anda mungkin sekali tahu bahwa terdapat banyak hal yang harus dipelajari, tetapi tidak tahu, pada saat itu, seberapa banyak yang harus dipelajari.

In other words, you didn’t know what you didn’t know. As time went by, you gained more experience and now understand more about music than you did before. And this is good, very good. But if you are like most people, you also realized that music is an even bigger and deeper topic than you originally thought. The more one learns, the easier it becomes to see how much more there is to know.”

Dengan perkataan lain, Anda tidak tahu apa yang Anda tidak tahu. Dengan berlalunya waktu, Anda memperoleh lebih banyak pengalaman dan sekarang mengerti lebih banyak tentang musik daripada sebelumnya. Dan ini adalah bagus, amat bagus. Tetapi jika Anda adalah seperti kebanyakan orang-orang, Anda juga menyadari bahwa musik merupakan sebuah topik yang bahkan jauh lebih besar dan jauh lebih mendalam dibandingkan dengan apa yang Anda pada awalnya pikirkan. Semakin banyak seseorang belajar, menjadi semakin mudah untuk melihat seberapa lebih banyak yang ada untuk diketahui.

I remember entering college as a music student thinking that I knew a lot about music and was only there to fill in some gaps in my knowledge – it wasn’t an arrogant mindset, just an ignorant one. I found myself in awe of the abyss of musical knowledge that I didn’t even know existed up until that point.

Saya ingat masuk kuliah sebagai seorang mahasiswa musik dan berpikir bahwa saya telah tahu banyak tentang musik dan hanya sedang di sana untuk mengisi beberapa kekosongan dalam pengetahuan saya – ini bukanlah sebuah pola pikir arogan, tetapi hanya sebuah pola pikir ketidaktahuan. Saya menemukan diri saya terpesona atas demikian dalamnya pengetahuan musik yang tidak pernah saya ketahui kalau ada hingga saat itu.

This became clearly evident to me in a “physics of sound / music perception” class I was in at Roosevelt University. The professor designed the entire semester for this class without any real plan. He said something like, “this is a class where you basically learn whatever you want on the topics of the physics of sound and music perception”. He called it “student initiated learning”.

Hal ini menjadi nyata dan jelas bagi saya dalam kelas “ilmu fisika tentang persepsi suara/musik” yang saya ikuti di Universitas Roosevelt. Sang profesor telah mendesain keseluruhan semester untuk kelas ini tanpa rencana apapun yang sungguh-sungguh. Dia mengatakan sesuatu seperti: “Ini merupakan sebuah kelas dimana Anda secara mendasar mempelajari apapun yang Anda inginkan dalam topik ilmu fisika untuk persepsi suara dan musik”. Dia menyebutnya sebagai “Pembelajaran atas prakarsa murid”.

What this meant was, every day in class we were to ask him any question we could think of on the topic we were studying. In the beginning, it seemed very strange and I didn’t like the class format because I didn’t really need him to answer my questions (I could study on my own, use the text book, run experiments, use other resources, etc.).

Apa yang dimaksudkan dengan ini adalah bahwa setiap hari di dalam kelas kami diharuskan menanyakan kepada dia pertanyaan apapun yang dapat kami pikirkan mengenai topik yang sedang kami pelajari. Pada permulaan, kelihatannya amat aneh dan saya tidak menyukai format kelas ini, karena saya benar-benar tidak butuh dia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya (saya bisa belajar sendiri, menggunakan buku pelajaran, melakukan percobaan-percobaan, menggunakan sumber-sumber lain, dstnya,)

I felt that the class was essentially a waste of time (and a lot of money). What I wanted from the professor was for him to make me aware of all the things in my biggest circle. I wanted him to expand my awareness of all the things I was ignorant about.

Saya merasakan bahwa kelas ini utamanya merupakan sebuah pemborosan waktu (dan uang yang banyak). Apa yang saya inginkan dari profesor itu adalah agar dia membuat saya sadar akan semua hal-hal yang berada di lingkaran terluar saya. Saya menginginkan dia untuk meluaskan kesadaran saya tentang semua hal-hal yang belum saya ketahui.

I told him, “I can research my existing questions myself, what I want from you is to help me develop new questions that are beyond my current level of understanding. I don’t know what I don’t know. Teach me what’s beyond the text book”.

Saya berkata kepadanya: “saya dapat melakukan riset saya sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan saya, apa yang saya inginkan dari Anda adalah untuk menolong saya mengembangkan pertanyaan-pertanyaan baru yang adalah melampaui tingkat pengertian saya saat ini. Saya tidak tahu apa yang saya tidak tahu. Ajarilah saya apa yang melampaui buku pelajaran”

Imagine you are seeking solutions to an important problem or challenge in your life. You go to a huge library searching for solutions. Lets assume that somewhere in that library is a book (or set of books) that contains the answers you need.

Bayangkan Anda sedang mencari solusi-solusi untuk sebuah masalah atau tantangan yang penting dalam kehidupan Anda. Anda pergi ke sebuah perpustakaan besar untuk mencari solusi-solusinya. Mari kita asumsikan bahwa di suatu tempat di perpustakaan itu terdapat sebuah buku (atau serangkaian buku-buku) yang berisi jawaban-jawaban yang Anda butuhkan.

Now imagine that for some strange reason you don’t want to ask the librarian to help you locate the book(s) that have the solutions/answers you seek. How easy will it be to “get lucky” and stumble upon the right resource you need?.

Sekarang bayangkan bahwa demi alasan aneh tertentu Anda tidak mau minta kepada penjaga perpustakaan untuk menolong Anda menyebutkan lokasi buku/ buku-buku yang memiliki solusi-solusi/jawaban-jawaban yang Anda cari. Seberapa mudahkah jadinya untuk menjadi “nasib baik” dan secara kebetulan bertemu dengan sumber tepat yang Anda butuhkan?

It seems obvious that the fastest way to acquire the knowledge is to go straight to the librarian and tell him/her exactly what you are looking for, or look it up on the library’s data base. It’s not very effective to read every book in the library to find the specific answers you are searching for.

Sudah jelas kelihatan bahwa cara tercepat untuk mendapatkan pengetahuan itu adalah dengan pergi langsung ke penjaga perpustakaan dan mengatakan kepadanya secara tepat apa yang sedang Anda cari, atau carilah di data base perpustakaan. Adalah amat tidak effektip untuk membaca setiap buku yang ada di perpustakaan untuk menemukan jawaban-jawaban spesifik yang sedang Anda cari.

Yet, this is exactly what some people try to do in order to reach their musical goals. Other people look at the massive size of the information out there and become intimidated by it. These people give up on their goals because it seems too “unrealistic” or “impossible”.

Bagaimanapun, itulah tepatnya yang orang-orang tertentu coba lakukan dalam upaya untuk mencapai target-target musik mereka. Orang-orang lain memandang pada besarnya jangkauan informasi di luar sana dan menjadi terintimidasi oleh karenanya. Tetapi orang-orang ini melepaskan target-target mereka karena menganggapnya terlalu “tidak realistis” atau “mustahil”.

Many people (and I see this all the time with guitar players who I mentor) spend years chasing things that don’t matter and ignoring the things that do matter either because of ignorance or unwillingness to commit to finding a better way. (I can relate. I used to be exactly like this.).

Banyak orang-orang (dan saya melihat ini sepanjang waktu pada para pemain gitar yang saya nasehati) menghabiskan waktu bertahun-tahun mengejar hal-hal yang tidak ada hubungannya dan mengabaikan hal-hal yang ada hubungannya, baik karena ketidaktahuan, atau karena ke-tidak-mauan untuk menetapkan hati mencari sebuah cara yang lebih baik ( saya dapat merasakannya, karena saya dulu terbiasa persis seperti itu).

Those that have the greatest chances of finding the solutions to their problems or challenges are the people who seek first to discover what it is that he/she does not know. To have the right answers, you need to possess the right questions. Many of those answers, may lie beyond what you are even aware of, exists right now (as represented in the largest circle described above).

Mereka-mereka yang mempunyai kesempatan-kesempatan terbesar untuk menemukan solusi-solusi bagi masalah-masalah atau tantangan-tantangan mereka adalah orang-orang yang terlebih dahulu mencari untuk menemukan apa itu yang dia tidak tahu. Untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang benar, Anda perlu memiliki pertanyaan-pertanyaan yang benar. Banyak dari jawaban-jawaban tersebut, mungkin terletak di tempat di luar jangkauan kesadaran Anda, saat ini ada (seperti terwakili oleh lingkaran terluar dalam illustrasi di atas).

To begin at the end you must:

  1. Be specific about what the end actually is (if you are a musician, this article about the truth for musicians will help you)
  2. Build your plans from the top down (not the bottom up).
  3. If you don’t know how to build from the top down, find someone who does know.

Untuk mulai di akhir, Anda harus:

  1. Menjadi spesifik tentang apa sebenarnya “yang terakhir” itu (jika Anda adalah seorang musisi, artikel berikut mengenai “Kebenaran untuk Musisi-musisi” di http://tomhess.net/Articles/TakeTheTest.aspx dapat menolong Anda).
  2. Bangunlah rencana-rencana Anda secara “top down” atau “dari atas ke bawah” (bukan “bottom up” atau “dari bawah ke atas”).
  3. Jika Anda tidak tahu bagaimana membangun rencana secara top down, temukan seseorang yang tahu.

Every person, situation and goal is different. Outlining a complete hypothetical plan that is specific and detailed would be overly cumbersome in this format. The purpose of this article is to shed light onto the principal of beginning at the end, not to engross you into a plan that may not be relevant to you, your goals and your present circumstances.

Setiap orang, situasi dan target adalah beda. Membuat kerangka sebuah rencana hipotetis yang lengkap yang adalah spesifik dan mendetail akan menjadi terlampau tidak praktis dalam format tulisan ini. Tujuan artikel ini adalah untuk memancarkan cahaya pada prinsip memulai dari akhir, dan bukan untuk mengasyikkan Anda ke dalam sebuah rencana yang mungkin tidak relevan bagi Anda, target-target Anda dan situasi-situasi masa sekarang Anda.

Tom HessAuthor’s Bio

Tom Hess is a professional touring guitarist and recording artist. He teaches, trains and mentors musicians from around the world. Learn more about how to build a career in the music business . Visit http://tomhess.net to get 15 free music career tips.

Bio pengarang:

Tom Hess adalah seorang gitaris pengelana profesional dan seorang artis rekaman. Dia mengajar, melatih dan menasehati para musisi dari seluruh dunia. Pelajarilah lebih jauh mengenai bagaimana membangun sebuah karir di bisnis musik. Kunjungilah http://tomhess.net untuk mendapatkan 15 tips karir musik secara gratis

di http://tomhess.net/FreeMusicCareerTips.aspx.

===oooOooo===

“Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Posted in Artikel Terjemahan | Leave a Comment »

027-“Assumptions = The Hidden Sales Killer”

Posted by bp1pj on September 25, 2009

“Assumptions = The Hidden Sales Killer”

“Asumsi-asumsi = Pembunuh Sales Tersembunyi”

Oleh Kelley Robertson

Assumptions can kill a sale. In my sales training workshops, I frequently discuss the importance of not making assumptions about a person before, during, or after the sales process. Participants frequently nod and tell me that they NEVER make assumptions.

Asumsi-asumsi dapat membunuh sebuah transaksi penjualan. Dalam workshop-workshop pelatihan sales saya, saya seringkali mendiskusikan pentingnya untuk tidak membuat asumsi-asumsi tentang seseorang sebelum, selama, atau setelah proses sales tersebut. Para peserta seringkali mengangguk dan mengatakan kepada saya, bahwa mereka TIDAK PERNAH membuat asumsi-asumsi.

One person (Doug Maquire, http://www.MaquireMarketing.com) sent me this story of a situation that occurred in a department store he worked in many years ago.

“I was the ‘young kid’ who had signed on to take the 9 month Management Training course for a department store chain. Sales people were generally assigned specific areas to cover within the store but being a ‘management trainee’ I had to learn all departments.”

Satu orang (Doug Maquire, www.MaquireMarketing.com) mengirimi saya cerita ini mengenai sebuah situasi yang terjadi di sebuah department store tempat dia bekerja bertahun-tahun yang lalu.

“Saja adalah si “anak muda” yang telah mendaftar untuk kursus Pelatihan Manajemen selama 9 bulan untuk sebuah rangkaian department store. Orang-orang sales umumnya diberi tugas untuk menangani wilayah-wilayah spesifik di toko tersebut, tetapi sebagai seorang “yang dilatih untuk manajemen”, maka saya harus mempelajari semua department”.

One day, a rough looking middle aged fellow entered the store. He was dressed in wellworn workpants, work boots, and a soiled red and black plaid shirt just like you’d expect a lumberjack to wear. No one approached him (I guess he didn’t look like a good sales prospect) and he didn’t move from the front entrance; he just stood there surveying the store from left to right.

Suatu hari, seorang setengah umur berpenampilan kasar masuk ke toko. Dia berpakaian celana kerja yang sudah usang, sepatu but kerja, dan sebuah kemeja lipatan merah  dan hitam yang kotor, persis seperti apa yang dapat Anda harapkan untuk dipakai oleh seorang pekerja pemotong kayu. Tidak ada seorangpun yang menghampiri dia (Saya kira mungkin karena dia kelihatannya tidak merupakan prospek sales yang bagus) dan dia tidak bergerak dari posisinya di depan pintu masuk; dia hanya berdiri di sana dan melayangkan pandangannya meneliti toko dari kiri ke kanan.

I walked up to him and asked if I could help. He said, “I need a pair of wool socks. No nylon, no cotton, just wool socks.” We went to the Menswear Department and both watched as the sales person assigned to that department walked away from us so he wouldn’t have to waste his time going through the full selection of hosiery just to find a single pair of wool socks.

Saya berjalan menghampirinya dan bertanya apakah saya dapat membantunya. Dia berkata: “Saya butuh sepasang kauskaki wol. Bukan nylon, bukan katun, tetapi hanya wol”. Kami menuju ke Bagian Pakaian Pria dan kami berdua menyaksikan ketika orang sales yang ditugaskan di bagian tersebut berjalan menjauh dari kami sehingga dia tidak perlu membuang-buang waktunya untuk memeriksa keseluruhan pilihan kauskaki, hanya untuk mencari sepasang kauskaki wol.

I then started asking questions about style, colour, size, price range, etc., to help narrow down exactly what the customer needed. “It don’t matter.” he replied, “Just wool socks. I work back in the bush and we only come to town every three weeks. Nylon makes my feet sweat. Cotton’s okay but it don’t last long. I need socks I can wear at work everyday and that’s wool.”

Saya kemudian mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang gaya, warna, ukuran, jangkauan harga, dstnya, untuk membantu menyempitkan secara tepat apa yang dibutuhkan pelanggan itu. “Tidak apa apa”, jawabnya, “Hanya kauskaki wol. Saya bekerja di hutan dan kami datang ke kota hanya sekali setiap tiga minggu. Nylon membuat kaki saya berkeringat. Katun adalah OK, tetapi tidak tahan lama. Saya butuh kauskaki yang dapat saya pakai bekerja setiap hari dan itu adalah wol”

So, I checked the content label of every style and colour of sock that we had in stock and eventually found a pair of 100% wool socks. “Good”, he said, and we walked up the checkout counter to ring in the $3.95 pair of wool socks. The man left and I got a bit of ribbing from the sales person in the Menswear Department about my ‘big sale of the day’ and how ‘not to spend my commission all in one place!’.

Demikianlah, saya memeriksa label “Terbuat dari bahan apa” dari setiap gaya dan warna kauskaki yang kami miliki dalam stok dan pada akhirnya menemukan sepasang kauskaki 100% wol. “Bagus”, dia berkata, dan kami berjalan ke bagian pembayaran untuk membayar harga kauskaki itu sebesar 3,95 dolar. Orang tersebut pergi dan saya memperoleh olok-olokan dari orang sales Bagian Pakaian Pria tentang “sales besar hari itu” saya dan tentang bagaimana “tidak menghabiskan semua komisi saya di satu tempat!”.

Three weeks later the customer returned. He then walked over to me and said, “I need more wool socks like that last pair”. This time he decided that he’d take 6 pair. We took the socks up to the checkout counter and rang in the six pair of $3.95 socks. The customer paid cash, said thanks, and walked away with his purchase. This time I didn’t get quite as much ribbing from the sales person in the Menswear Department.

Tiga minggu kemudian pelanggan itu datang lagi. Dia kemudian datang menghampiri saya dan berkata: “ Saya butuh lagi kauskaki kauskaki wol seperti sepasang yang lalu itu”. Kali ini dia memutuskan bahwa dia akan membeli 6 pasang. Kami membawa kauskaki kauskaki tersebut ke bagian pembayaran dan membayar 6 pasang kauskaki sebesar 6 x 3,95 dolar. Pelanggan tersebut membayar tunai, menyampaikan terima kasih, dan berjalan pergi bersama belanjaannya. Kali ini saya tidak demikian diolok-olok oleh orang sales Bagian Pakaian Pria.

Exactly three weeks later the customer came back. He walked through the front door and made a beeline for me. “I need more of them wool socks”, he said. “The boys at camp want to know where I got them and want some too. How many have you got?”. I checked the display area, the stockroom, and our new stock shipment and told him I had 58 pair. He paid cash and bought them all.

Tepatnya tiga minggu kemudian, pelanggan itu datang kembali. Dia masuk melalui pintu depan dan berjalan langsung menuju saya. “Saya butuh kauskaki-kauskaki wol itu lagi”, katanya, “Anak-anak di camp ingin tahu dimana saya memperolehnya dan mereka mau juga. Berapa banyak yang Anda miliki dalam stok?”. Saya memeriksa ke area pameran, ruangan stok, dan pengiriman stok baru kami, dan mengatakan kepadanya bahwa saya punya 58 pasang. Dia membayar dengan tunai dan membeli semuanya.

I never found out exactly how many people he worked with, but every three weeks he’d show up at the store and ask what I had in the way of tee-shirts, long johns, plaid wool shirts, work boots, gloves, caps, toques, coveralls, work jackets, etc., and each time he arrived, he’d walk right up to me for service and we’d both go to the proper department and select what he needed for himself and for the guys he worked with. He always paid cash and always thanked me for my help.”

Saya tidak pernah mengetahui secara tepat berapa orang yang bekerja bersama dia, tetapi setiap tiga minggu sekali dia akan muncul di toko dan menanyakan apa yang saya punya dalam bentuk T-shirt, celana panjang, kemeja wol lipatan, sepatu but untuk kerja, sarung tangan, topi, topi wanita tanpa pinggiran, kain penutup, jaket kerja, dsbnya., dan setiap kali dia datang, dia berjalan langsung ke arah saya untuk minta dilayani dan kami berdua pergi ke bagian yang sesuai dan memilih apa yang dibutuhkan untuk dirinya dan untuk rekan-rekan sekerjanya. Dia selalu membayar tunai dan selalu berterimakasih atas bantuan saya.

If Doug had made the mistake of following his coworker’s footsteps and made the same assumptions about the customer, he would have lost thousands of dollars in sales. It is easy to make assumptions about our customers and prospects. A person’s appearance, age, gender, nationality, or role within the company, often influences us.

Jika Doug telah melakukan kesalahan yang sama dengan mengikuti langkah-langkah rekan sekerjanya dan membuat asumsi yang sama mengenai pelanggan tersebut, maka dia akan kehilangan sales sebesar ribuan dolar. Adalah mudah untuk membuat asumsi-asumsi mengenai para pelanggan dan para prospek kita. Penampilan seseorang, usia, kelamin, kebangsaan, atau peran dalam perusahaan, seringkali mempengaruhi kita.

I have made this mistake when speaking to companies in the past. Upon learning that they only had a few salespeople, I made the assumptions they would not be willing to pay my standard fee. I later learned that this assumption was completely inaccurate and that they were fully prepared to invest in their teams’ development.

Saya telah membuat kesalahan ini ketika berbicara kepada perusahaan-perusahaan di masa lalu. Setelah mempelajari bahwa mereka hanya mempunyai beberapa orang sales, maka saya membuat asumsi bahwa mereka tidak akan bersedia membayar upah standar saya. Saya baru kemudian mengetahui bahwa asumsi ini adalah sepenuhnya tidak akurat dan bahwa mereka sepenuhnya siap untuk investasi dalam pengembangan team mereka.

As a consumer, I have often noticed that most sales people will approach well-dressed customers before they talk to people who are attired in jeans or casual clothing. Avoid this fatal mistake and go into every sales interaction with an open and clear mind. This will definitely have a positive impact on your sales.

Sebagai seorang konsumen, saya telah sering mencatat bahwa kebanyakan orang-orang sales akan menghampiri para pelanggan yang berpakaian bagus lebih dahulu sebelum mereka berbicara kepada orang-orang yang memakai jeans atau pakaian sehari-hari. Hindarilah kesalahan fatal ini dan masuklah ke dalam setiap interaksi sales dengan pikiran yang terbuka dan jernih. Hal ini akan secara pasti mempunyai dampak positip pada sales Anda.

Copyright 2004 Kelley Robertson, all rights reserved.

===oooOooo===

Kelley RobertsonKelley Robertson, President of the Robertson Training Group, works with businesses to help them increase their sales and motivate their employees. He is also the author of “Stop, Ask & Listen – Proven sales techniques to turn browsers into buyers”.

Visit his website at:  www.RobertsonTrainingGroup.com and receive a FREE copy of “100 Ways to Increase Your Sales” by subscribing to his 59-Second Tip, a free weekly e-zine.

 

 

===oooOooo===

 “Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Posted in Artikel Terjemahan | Leave a Comment »

026-“The 7 Habits Of Highly Effective People”

Posted by bp1pj on September 24, 2009

“The 7 Habits of Highly Effective People”®

“7 Kebiasaan orang-orang effektivitas tinggi”®

Oleh Stephen R. Covey

Stephen CoveyStephen R. Covey’s book, “The 7 Habits of Highly Effective People”®, has been a top-seller for the simple reason that it ignores trends and pop psychology for proven principles of fairness, integrity, honesty, and human dignity. Celebrating its fifteenth year of helping people solve personal and professional problems, this special anniversary edition includes a new foreword and afterword written by Covey exploring the question of whether the 7 Habits are still relevant and answering some of the most common questions he has received over the past 15 years.

Buku Stephen R. Covey, “7 Kebiasaan Orang-orang Effektivitas Tinggi”®, telah mencapai puncak penjualan karena alasan sederhana bahwa dia mengabaikan kecenderungan-kecenderungan dan psikologi populer, untuk memperhatikan prinsip-prinsip yang telah terbukti tentang keadilan, integritas, kejujuran dan martabat manusia. Merayakan tahun ke-15 dimana dia telah menolong orang-orang menyelesaikan masalah-masalah pribadi dan profesi, edisi khusus ulang tahun ini mengikutsertakan sebuah kata depan dan kata akhir baru ditulis oleh Covey menjelajahi pertanyaan tentang apakah 7 kebiasaan-kebiasaan itu masih relevan dan menjawab beberapa dari pertanyaan-pertanyaan paling umum yang telah diterimanya selama 15 tahun terakhir ini.

Habit 1 :

Be Proactive!

Kebiasaan # 1:

Jadilah Proaktip!

Your life doesn’t just “happen.” Whether you know it or not, it is carefully designed by you. The choices, after all, are yours. You choose happiness. you choose sadness. you choose decisiveness. You choose ambivalence. You choose success. You choose failure. You choose courage. You choose fear. Just remember that every moment, every situation, provides a new choice. And in doing so, it gives you a perfect opportunity to do things differently to produce more positive results.

Kehidupan Anda tidaklah hanya “terjadi”. Apakah Anda tahu atau tidak, kehidupan Anda telah didesain secara hati-hati oleh Anda. Pilihan-pilihan itu, bagaimanapun, adalah pilihan-pilihan Anda. Anda memilih kebahagiaan. Anda memilih kesedihan. Anda memilih ketegasan. Anda memilih ambivalensi. Anda memilih sukses. Anda memilih kegagalan. Anda memilih keberanian. Anda memilih ketakutan. Ingatlah saja bahwa setiap saat, setiap situasi, menyediakan sebuah pilihan baru. Dan dalam melakukan demikian, hal ini memberi Anda sebuah kesempatan sempurna untuk melakukan hal-hal secara berbeda untuk memproduksi hasil-hasil yang lebih positip.

Habit 1: Be Proactive is about taking responsibility for your life. You can’t keep blaming everything on your parents or grandparents. Proactive people recognize that they are “response-able.” They don’t blame genetics, circumstances, conditions, or conditioning for their behavior. They know they choose their behavior.

Kebiasaan # 1: Jadilah proaktip adalah mengenai mengambil tanggungjawab untuk kehidupan Anda. Anda tidak dapat terus menerus menyalahkan orangtua Anda atau kakek nenek Anda. Orang-orang proaktip mengenali bahwa mereka adalah “sanggup menanggapi”. Mereka tidak menyalahkan genetika, situasi-situasi, kondisi-kondisi, atau pengkondisian untuk perilaku mereka. Mereka tahu bahwa mereka memilih perilaku mereka.

Reactive people, on the other hand, are often affected by their physical environment. They find external sources to blame for their behavior. If the weather is good, they feel good. If it isn’t, it affects their attitude and performance, and they blame the weather. All of these external forces act as stimuli that we respond to.

Orang-orang reaktip, sebaliknya, adalah sering dipengaruhi oleh lingkungan fisik mereka. Mereka menyalahkan sumber-sumber luar untuk perilaku mereka. Jika cuaca baik, mereka merasakan baik. Jika tidak, maka hal ini mempengaruhi sikap dan prestasi mereka, dan mereka menyalahkan sang cuaca. Semua kekuatan-kekuatan ekstern ini berfungsi sebagai rangsangan-rangsangan yang kita tanggapi.

Between the stimulus and the response is your greatest power–you have the freedom to choose your response. one of the most important things you choose is what you say. Your language is a good indicator of how you see yourself.

Diantara rangsangan dan tanggapan ini terletak kekuatan terbesar Anda – Anda mempunyai kebebasan untuk memilih tanggapan Anda. Salah satu dari hal-hal paling penting yang Anda pilih adalah apa yang Anda katakan. Bahasa Anda merupakan indikator bagus tentang bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri.

A proactive person uses proactive language–I can, I will, I prefer, etc.

Seorang proaktip menggunakan bahasa proaktip – saya bisa, saya akan, saya lebih menyukai, dstnya.

A reactive person uses reactive language–I can’t, I have to, if only. Reactive people believe they are not responsible for what they say and do–they have no choice.

Seorang reaktip menggunakan bahasa reaktip – saya tidak bisa, saya harus, jika hanya. Orang-orang reaktip mempercayai bahwa mereka tidak bertanggungjawab atas apa yang mereka katakan dan lakukan – mereka tidak punya pilihan.

Instead of reacting to or worrying about conditions over which they have little or no control, proactive people focus their time and energy on things they can control.

Sebagai gantinya bereaksi terhadap atau mengkhawatirkan tentang kondisi-kondisi untuk mana mereka hanya punya sedikit kendali atau tidak punya kendali sama sekali, maka orang-orang proaktip memfokuskan waktu dan tenaga mereka pada hal-hal yang dapat dikendalikan.

The problems, challenges, and opportunities we face fall into two areas–Circle of Concern and Circle of Influence.

Masalah-masalah, tantangan-tantangan, dan kesempatan-kesempatan yang kita hadapi terbagi dalam dua wilayah – Lingkaran Persoalan dan Lingkaran Pengaruh.

Proactive people focus their efforts on their Circle of Influence. They work on the things they can do something about: health, children, problems at work.

Orang-orang proaktip memfokuskan upaya-upaya mereka pada Lingkaran Pengaruh. Mereka bekerja pada hal-hal yang dapat mereka tangani: kesehatan, anak-anak, masalah-masalah di pekerjaan.

Reactive people focus their efforts in the Circle of Concern–things over which they have little or no control: the national debt, terrorism, the weather. Gaining an awareness of the areas in which we expend our energies in is a giant step in becoming proactive.

Orang-orang reaktip memfokuskan upaya-upaya mereka di dalam Lingkaran Persoalan – hal-hal dimana mereka hanya punya sedikit kendali atau tanpa kendali sama sekali: hutang nasional, terorism, cuaca. Mencapai sebuah kesadaran tentang wilayah-wilayah dimana kita memakai tenaga-tenaga kita didalamnya, merupakan sebuah langkah raksasa untuk menjadi proaktip.

Habit 2:

Begin with the End in Mind

Kebiasaan # 2:

Mulailah dengan akhir di pikiran

So, what do you want to be when you grow up? That question may appear a little trite, but think about it for a moment. Are you–right now–who you want to be, what you dreamed you’d be, doing what you always wanted to do? Be honest. Sometimes people find themselves achieving victories that are empty–successes that have come at the expense of things that were far more valuable to them. If you ladder is not leaning against the right wall, every step you take gets you to the wrong place faster.

Jadi, Anda ingin menjadi apa, ketika Anda bertumbuh besar?. Pertanyaan ini boleh saja kelihatannya sedikit usang, tetapi pikirkanlah untuk sesaat. Apakah Anda – saat ini – adalah apa yang Anda inginkan untuk  menjadi, apa yang Anda impikan untuk menjadi, sedang melakukan apa yang Anda selalu inginkan untuk dilakukan?. Jujurlah. Kadang-kadang orang-orang menemukan diri mereka sendiri mencapai kemenangan-kemenangan yang adalah kosong – kesuksesan-kesuksesan yang telah datang dengan mengorbankan hal-hal yang adalah jauh lebih berharga bagi mereka. Jika tangga Anda tidak bersandar pada dinding yang benar, setiap langkah yang Anda ambil, akan membawa Anda ke tempat yang salah lebih cepat.

Habit 2 is based on imagination–the ability to envision in your mind what you cannot at present see with your eyes. It is based on the principle that all things are created twice. There is a mental (first) creation, and a physical (second) creation.

Kebiasaan # 2 adalah berdasarkan imajinasi – kemampuan untuk membayangkan dalam pikiran Anda, apa yang Anda pada masa sekarang tidak dapat melihat dengan mata Anda. Dia adalah berdasarkan prinsip, bahwa semua hal-hal adalah diciptakan dua kali. Terdapat sebuah ciptaan mental (yang pertama), dan sebuah ciptaan fisik (yang kedua).

The physical creation follows the mental, just as a building follows a blueprint. If you don’t make a conscious effort to visualize who you are and what you want in life, then you empower other people and circumstances to shape you and your life by default. It’s about connecting again with your own uniqueness and then defining the personal, moral, and ethical guidelines within which you can most happily express and fulfill it.

Ciptaan fisik mengikuti yang mental, persis seperti sebuah bangunan mengikuti sebuah cetak biru. Jika Anda tidak membuat upaya secara sadar untuk memvisualisasikan siapa diri Anda dan apa yang Anda inginkan dalam kehidupan, maka Anda memberi kekuatan kepada orang-orang lain dan situasi-situasi untuk membentuk Anda dan kehidupan Anda apa adanya. Ini adalah mengenai berhubungan kembali dengan keunikan Anda sendiri, dan kemudian mendefinisikan garis-garis pedoman pribadi, moral, dan etika, didalam batas mana Anda dapat secara paling bahagia mengungkapkan dan mewujudkannya.

Begin with the End in Mind means to begin each day, task, or project with a clear vision of your desired direction and destination, and then continue by flexing your proactive muscles to make things happen.

Memulai dengan akhir di pikiran berarti untuk memulai setiap hari, tugas, atau proyek dengan sebuah visi yang jelas tentang arah dan destinasi yang Anda hasratkan, dan kemudian dilanjutkan dengan melenturkan otot-otot proaktip Anda untuk membuat hal-hal itu menjadi kenyataan.

One of the best ways to incorporate Habit 2 into your life is to develop a Personal Mission Statement. It focuses on what you want to be and do. It is your plan for success. It reaffirms who you are, puts your goals in focus, and moves your ideas into the real world. Your mission statement makes you the leader of your own life. You create your own destiny and secure the future you envision.

Salah satu cara terbaik untuk menyatukan Kebiasaan # 2 ke dalam kehidupan Anda adalah dengan mengembangkan sebuah Pernyataan Misi pribadi. Dia memfokuskan diri pada apa yang Anda inginkan untuk menjadi dan lakukan. Dia merupakan rencana Anda untuk sukses. Dia menegaskan kembali siapa diri Anda, meletakkan target-target Anda dalam fokus, dan menggerakkan ide-ide Anda ke dalam dunia yang nyata. Pernyataan misi Anda membuat Anda sang pemimpin dari kehidupan pribadi Anda sendiri. Anda menciptakan tujuan Anda sendiri dan mengamankan masa depan yang Anda bayangkan.

Habit 3:

Put First Things First

Kebiasaan # 3:

Dahulukan hal-hal yang utama!

So live a more balanced existence, you have to recognize that not doing everything that comes along is okay. There’s no need to overextend yourself. All it takes is realizing that it’s all right to say no when necessary and then focus on your highest priorities.

Jadi hiduplah dalam keberadaan yang lebih seimbang, Anda harus mengakui bahwa tidak melakukan semuanya yang datang kepada Anda adalah OK. Tidak ada kebutuhan untuk terlampau memekarkan diri Anda. Yang perlu adalah menyadari bahwa tidak mengapa untuk mengatakan “tidak” jika memang diperlukan untuk mengatakan “tidak”, dan kemudian fokuslah pada prioritas-prioritas tertinggi Anda.

Habit 1 says, “You’re in charge. You’re the creator.” Being proactive is about choice.

Habit 2 is the first, or mental, creation. Beginning with the End in Mind is about vision.

Habit 3 is the second creation, the physical creation.

This habit is where Habits 1 and 2 come together. It happens day in and day out, moment-by-moment. It deals with many of the questions addressed in the field of time management.

But that’s not all it’s about. Habit 3 is about life management as well–your purpose, values, roles, and priorities.

Kebiasaan # 1 mengatakan: “Anda yang bertanggungjawab. Andalah sang pencipta”. Menjadi proaktip adalah mengenai pilihan.

Kebiasaan # 2 merupakan ciptaan yang pertama, atau ciptaan mental. Memulai dengan akhir di pikiran adalah mengenai visi.

Kebiasaan # 3 adalah ciptaan kedua, yaitu ciptaan fisik.

Kebiasaan ini adalah dimana Kebiasaan # 1 dan # 2 datang bersama-sama. Dia terjadi dari hari ke hari, dari saat ke saat. Dia berhubungan dengan banyak dari pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan dalam bidang manajemen waktu.

Tetapi itu belum semua tentang apa dia adanya. Kebiasaan # 3 adalah juga mengenai manajemen kehidupan – yaitu meliputi maksud, nilai-nilai, peran-peran, dan prioritas-prioritas Anda.

What are “first things?” First things are those things you, personally, find of most worth. If you put first things first, you are organizing and managing time and events according to the personal priorities you established in Habit 2.

Apakah yang menjadi “hal-hal yang utama”?. Hal-hal utama merupakan hal-hal yang Anda secara pribadi menilai paling berharga. Jika Anda melakukan hal-hal utama di urutan pertama, Anda sedang mengorganisasi dan mengatur waktu dan kejadian-kejadian menurut prioritas-prioritas pribadi yang telah Anda bentuk dalam Kebiasaan # 2.

Two Keys to Making Deposits

Deposits need to be frequent and consistent. The closer the relationship, the more frequent and consistent the deposits need to be.

Deposits do not occur until the recipient considers it a deposit. You simply don’t know what constitutes a deposit until you understand the other person. If your motives for making a deposit are not sincere, others will feel manipulated.

Remember that when it comes to relationships, little things are big things.

Dua kunci untuk membuat setoran-setoran:

Setoran-setoran haruslah seringkali dan konsisten. Semakin dekat hubungan yang ada, semakin sering dan konsisten setoran-setoran itu harus ada.

Setoran-setoran tidak terjadi hingga penerima menganggapnya sebagai sebuah setoran. Anda tidak dapat mengetahui apa aturannya sebuah setoran sampai Anda mengerti orang lain tersebut. Jika motivasi-motivasi Anda untuk membuat setoran adalah tidak tulus, orang-orang lain akan merasa dimanipulasikan.

Ingatlah bahwa jika mengenai hubungan-hubungan, maka hal-hal kecil merupakan hal-hal besar.

Habit 4:

Think Win-Win

Kebiasaan # 4:

Berpikirlah sama-sama menang!

Think Win-Win isn’t about being nice, nor is it a quick-fix technique. It is a character-based code for human interaction and collaboration.

Berpikir Sama-sama Menang bukanlah mengenai bersikap manis, juga bukan merupakan sebuah teknik penyelesaian cepat. Dia merupakan sebuah kode berbasis karakter untuk interaksi dan kolaborasi manusia.

Most of us learn to base our self-worth on comparisons and competition. We think about succeeding in terms of someone else failing–that is, if I win, you lose; or if you win, I lose. Life becomes a zero-sum game. There is only so much pie to go around, and if you get a big piece, there is less for me; it’s not fair, and I’m going to make sure you don’t get anymore. We all play the game, but how much fun is it really?.

Kebanyakan dari kita belajar untuk mendasari harga diri pada perbandingan-perbandingan dan kompetisi. Kita berpikir mengenai maju dengan syarat seorang lain harus gagal – maksudnya, jika saya menang, Anda kalah; atau jika Anda menang, maka saya kalah. Kehidupan menjadi sebuah permainan dengan hasil akhir kosong. Hanya terdapat sejumlah tertentu kue untuk dibagikan, dan jika Anda mendapatkan sebuah potongan besar, maka akan tersisa lebih sedikit bagi saya, itu tidaklah adil, dan saya akan berusaha memastikan bahwa Anda tidak akan dapat lagi. Kita semua memainkan permainan ini, tetapi sebenarnya seberapa menyenangkankah hal ini?.

Win-win sees life as a cooperative arena, not a competitive one.

Win-win is a frame of mind and heart that constantly seeks mutual benefit in all human interactions.

Win-win means agreements or solutions are mutually beneficial and satisfying.

We both get to eat the pie, and it tastes pretty darn good!

Sama-sama menang melihat kehidupan sebagai sebuah arena kerjasama, bukan sebagai sebuah arena kompetisi.

Sama-sama menang merupakan sebuah kerangka pikiran dan hati, yang secara tetap mencari manfaat mutualistis dalam semua interaksi-interaksi manusia.

Sama-sama menang berarti persetujuan-persetujuan atau solusi-solusi yang secara mutualistis adalah bermanfaat dan memuaskan.

Kita sama-sama dapat makan kue tersebut, dan rasanya luar biasa enak

A person or organization that approaches conflicts with a win-win attitude possesses three vital character traits:

Integrity   : sticking with your true feelings, values, and commitments

Maturity    : expressing your ideas and feelings with courage and consideration for the ideas and feelings of others

Abundance Mentality    : believing there is plenty for everyone.

Seorang pribadi atau sebuah organisasi yang melakukan pendekatan terhadap konflik-konflik dengan sikap sama-sama menang, memiliki  tiga ciri-ciri karakter vital, yaitu:

Integritas: berpegang teguh pada perasaan-perasaan, nilai-nilai, dan komitmen-komitmen Anda yang asli.

Kedewasaan: mengungkapkan ide-ide dan perasaan-perasaan Anda dengan keberanian, dan dengan juga mempertimbangkan ide-ide dan perasaan-perasaan orang-orang lain.

Mentalitas Kelimpahan: mempercayai bahwa terdapat banyak untuk setiap orang.

Many people think in terms of either/or: either you’re nice or you’re tough. Win-win requires that you be both. It is a balancing act between courage and consideration.

To go for win-win,

you not only have to be empathic, but you also have to be confident.

You not only have to be considerate and sensitive, you also have to be brave.

To do that—

to achieve that balance between courage and consideration—

is the essence of real maturity and is fundamental to win-win.

Banyak orang-orang berpikir berpatokan pada “ini atau itu”: Anda orang yang baik atau Anda orang yang keras. Sama-sama menang mensyaratkan bahwa Anda menjadi kedua-duanya. Dia merupakan sebuah tindakan keseimbangan antara keberanian dan pertimbangan.

Untuk menjalankan sama-sama menang,

Anda tidak hanya harus mempunyai empati, tetapi Anda juga harus percaya diri.

Anda tidak hanya harus menjadi berperasaan dan peka, tetapi Anda juga harus berani.

Untuk melakukan hal tersebut,

Untuk mencapai keseimbangan antara keberanian dan pertimbangan –

Merupakan intisari kedewasaan yang sesungguhnya dan merupakan hal mendasar untuk sama-sama menang.

Habit 5:

Seek First to Understand, Then to Be Understood

Kebiasaan # 5:

Carilah “mengerti dulu”, kemudian baru “untuk dimengerti”

Communication is the most important skill in life. You spend years learning how to read and write, and years learning how to speak. but what about listening? What training have you had that enables you to listen so you really, deeply understand another human being? Probably none, right?.

Komunikasi merupakan ketrampilan hidup yang paling penting. Anda telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari “membaca” dan “menulis”, dan bertahun-tahun untuk mempelajari bagaimana “berbicara”, tetapi bagaimana tentang “mendengarkan”?. Pelatihan apakah yang sudah Anda dapatkan, yang memungkinkan Anda untuk mendengar, sehingga Anda dapat secara benar-benar dan mendalam, mengerti seorang manusia lain?. Mungkin tidak ada sama sekali, bukan?

If you’re like most people, you probably seek first to be understood; you want to get your point across. And in doing so, you may ignore the other person completely, pretend that you’re listening, selectively hear only certain parts of the conversation or attentively focus on only the words being said, but miss the meaning entirely.

Jika Anda adalah seperti kebanyakan orang-orang, Anda mungkin sekali mencari untuk dimengerti terlebih dahulu; Anda ingin menyampaikan pendapat Anda kepada mereka. Dan dalam melakukan itu, Anda mungkin saja mengabaikan orang lain itu sama sekali, bersikap seolah-olah Anda sedang mendengarkan, secara selektip hanya mendengarkan bagian-bagian tertentu dari percakapan tersebut atau secara penuh perhatian memfokus hanya pada kata-kata yang disampaikan, tetapi kehilangan artinya sama sekali.

So why does this happen? Because most people listen with the intent to reply, not to understand. You listen to yourself as you prepare in your mind what you are going to say, the questions you are going to ask, etc. You filter everything you hear through your life experiences, your frame of reference. You check what you hear against your autobiography and see how it measures up.

Jadi, mengapa ini terjadi?. Karena kebanyakan orang mendengarkan dengan keinginan untuk menjawab, bukan untuk mengerti. Anda mendengarkan diri Anda sendiri selagi Anda mempersiapkan dalam pikiran Anda apa yang akan Anda katakan, pertanyaan-pertanyaan yang akan Anda ajukan, dstnya. Anda menyaring semua hal yang Anda dengar melalui pengalaman-pengalaman hidup Anda, yang merupakan kerangka acuan Anda. Anda memeriksa semua yang Anda dengar terhadap otobiografi Anda dan melihat bagaimana hasil perbandingannya.

And consequently, you decide prematurely what the other person means before he/she finishes communicating. Do any of the following sound familiar?.

“Oh, I know just how you feel. I felt the same way.”

“I had that same thing happen to me.”

“Let me tell you what I did in a similar situation.”

Dan sebagai konsekuensi, Anda menentukan secara prematur apa yang dimaksudkan orang lain tersebut, sebelum dia selesai mengkomunikasikannya. Apakah ada dari yang berikut ini yang kedengarannya tidak asing bagi Anda?

“Oh, saya mengerti perasaan Anda, saya pernah merasakan hal yang sama”

“Saya telah mendapatkan hal yang sama terjadi pada diri saya”

“Ijinkan saya menyampaikan kepada Anda, apa yang saya telah lakukan pada situasi yang serupa”

Because you so often listen autobiographically, you tend to respond in one of four ways:

Evaluating  : You judge and then either agree or disagree.

Probing       : You ask questions from your own frame or reference.

Advising      : You give counsel, advice, and solutions to problems.

Interpreting: You analyze other’s motives and behaviors based on your own experiences.

Karena Anda demikian seringnya mendengar secara otobiografi, maka Anda cenderung untuk menjawab dalam salah satu dari empat cara berikut:

Mengevaluasi: Anda melakukan penilaian dan kemudian menyetujui atau tidak menyetujui.

Menyelidiki: Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari kerangka atau acuan pribadi Anda.

Menasehati: Anda memberikan konsultasi, nasehat dan solusi-solusi untuk masalah-masalah.

Mengartikan: Anda menganalisa alasan-alasan dan perilaku=perilaku orang-orang lain berdasarkan pengalaman-pengalaman pribadi Anda.

You might be saying,

“Hey, now wait a minute. I’m just trying to relate to the person by drawing on my own experiences. Is that so bad?”

In some situations, autobiographical responses may be appropriate, such as when another person specifically asks for help from your point of view or when there is already a very high level of trust in the relationship.

Anda mungkin saja berkata:

“ Hei, tunggu sebentar, saya hanya sedang mencoba menyampaikan kepada orang tersebut dengan menggambarkannya berdasar pengalaman-pengalaman pribadi saya. Apa itu demikian jeleknya?”

Dalam situasi-situasi tertentu, tanggapan-tanggapan secara otobiografi mungkin saja cocok, seperti ketika seorang lain secara spesifik meminta tolong dari sudut pandang Anda, atau ketika sudah terdapat kepercayaan tingkat amat sangat tinggi dalam hubungan tersebut.

Habit 6:

Synergize

Kebiasaan # 6:

Sinergikan!

So put it simply, synergy means “two heads are better than one.” Synergize is the habit of creative cooperation. It is teamwork, open-mindedness, and the adventure of finding new solutions to old problems. But it doesn’t just happen on its own. It’s a process, and through that process, people bring all their personal experience and expertise to the table.

Jadi secara sederhana, sinergi berarti “dua kepala adalah lebih baik dari pada satu saja”. Mensinergikan adalah sebuah kebiasaan tentang kerjasama kreatip. Dia merupakan sebuah kerja team, keterbukaan, dan sebuah petualangan untuk menemukan solusi-solusi baru terhadap masalah-masalah lama. Tetapi dia tidak terjadi dengan sendirinya. Dia merupakan sebuah proses, dan melalui proses tersebut, orang-orang membawa semua pengalaman pribadi mereka dan keakhlian mereka ke atas meja.

Together, they can produce far better results than they could individually. Synergy lets us discover jointly things we are much less likely to discover by ourselves. It is the idea that the whole is greater than the sum of the parts. One plus one equals three, or six, or sixty–you name it.

Secara bersama-sama, mereka dapat memproduksi hasil-hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang dapat mereka hasilkan secara sendiri-sendiri. Sinergi memungkinkan kita menemukan hal-hal gabungan, yang amat sangat tidak mungkin untuk dapat kita temukan dengan kekuatan kita sendiri. Dia merupakan ide bahwa keseluruhan adalah lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya. Satu tambah satu adalah sama dengan tiga, atau enam, atau enam puluh – Anda sebutkan saja!

When people begin to interact together genuinely, and they’re open to each other’s influence, they begin to gain new insight. The capability of inventing new approaches is increased exponentially because of differences.

Ketika orang-orang mulai berinteraksi bersama-sama secara murni, dan mereka terbuka terhadap adanya saling pengaruh mempengaruhi diantara mereka, maka mereka mulai mendapatkan pengetahuan baru. Kemampuan untuk menciptakan pendekatan-pendekatan baru mengalami peningkatan secara eksponensial karena adanya perbedaan-perbedaan.

Valuing differences is what really drives synergy. Do you truly value the mental, emotional, and psychological differences among people? Or do you wish everyone would just agree with you so you could all get along? Many people mistake uniformity for unity; sameness for oneness. One word–boring! Differences should be seen as strengths, not weaknesses. They add zest to life.

Menghargai perbedaan-perbedaan merupakan apa yang sebenarnya menggerakkan sinergi. Apakah Anda benar-benar menghargai perbedaan-perbedaan mental, emosional, dan psikologis yang ada diantara orang-orang?. Atau Anda berharap setiap orang akan setuju saja dengan Anda, sehingga Anda sekalian dapat bersama-sama? Banyak orang-orang menyalah-artikan “keseragaman” untuk “kesatuan”, “kesamaan” untuk “ketunggalan”. Satu kata – membosankan!. Perbedaan-perbedaan seharusnya dilihat sebagai kekuatan-kekuatan, dan bukan sebagai kelemahan-kelemahan. Mereka menambah semangat pada kehidupan.

Habit 7:

Sharpen the Saw

Kebiasaan #7:

Asahlah gergaji itu!

Sharpen the Saw means preserving and enhancing the greatest asset you have–you. It means having a balanced program for self-renewal in the four areas of your life: physical, social/emotional, mental, and spiritual.

Mengasah gergaji berarti melestarikan dan memajukan aset terbesar yang Anda miliki – yaitu Anda. Ini berarti memiliki sebuah program seimbang untuk pembaharuan pribadi di keempat wilayah kehidupan Anda: fisik, sosial/emosional, mental, dan spiritual.

Here are some examples of activities:

Physical: Beneficial eating, exercising, and resting.

Social/Emotional: Making social and meaningful connections with others.

Mental: Learning, reading, writing, and teaching.

Spiritual: Spending time in nature, expanding spiritual self through meditation, music, art, prayer, or service.

Berikut adalah beberapa contoh aktivitas-aktivitas:

Fisik: Makan, olahraga, dan istirahat yang bermanfaat.

Sosial/Emosional: Membuat hubungan-hubungan sosial yang penuh arti dengan orang-orang lain.

Mental: Belajar, membaca, menulis, dan mengajar.

Spiritual: Menghabiskan waktu di alam, mengembangkan spiritual pribadi melalui meditasi, musik, seni, doa, atau pelayanan.

As you renew yourself in each of the four areas, you create growth and change in your life. Sharpen the Saw keeps you fresh, so you can continue to practice the other six habits. You increase your capacity to produce and handle the challenges around you. Without this renewal, the body becomes weak, the mind mechanical, the emotions raw, the spirit insensitive, and the person selfish. Not a pretty picture, is it?.

Selagi Anda memperbaharui diri Anda sendiri dalam setiap satu dari keempat wilayah tersebut, maka Anda menciptakan pertumbuhan dan perubahan dalam kehidupan Anda. Mengasah gergaji menjaga agar Anda tetap segar, sehingga Anda dapat melanjutkan menerapkan ke enam kebiasaan yang lain. Anda meningkatkan kapasitas Anda untuk memproduksi dan menangani tantangan-tantangan disekeliling Anda. Tanpa pembaharuan ini, tubuh menjadi lemah, pikiran menjadi mekanis, emosi-emosi menjadi mentah, jiwa menjadi tidak peka, dan orangnya menjadi memikirkan diri sendiri saja. Bukan merupakan sebuah gambaran yang bagus, bukan?

Feeling good doesn’t just happen. Living a life in balance means taking the necessary time to renew yourself. It’s all up to you.

You can renew yourself through relaxation. Or you can totally burn yourself out by overdoing everything.

You can pamper yourself mentally and spiritually. Or you can go through life oblivious to your well-being.

You can experience vibrant energy. Or you can procrastinate and miss out on the benefits of good health and exercise.

You can revitalize yourself and face a new day in peace and harmony. Or you can wake up in the morning full of apathy because your get-up-and-go has got-up-and-gone.

Merasa baik tidak terjadi begitu saja. Menghidupi kehidupan dalam keseimbangan berarti menyediakan waktu yang diperlukan untuk memperbaharui diri Anda sendiri. Semuanya terserah kepada Anda!

Anda dapat memperbaharui diri Anda sendiri melalui relaksasi. Atau Anda dapat secara total membakar habis diri Anda sendiri dengan melakukan semuanya secara kelewatan.

Anda dapat memanjakan diri Anda sendiri secara mental dan spiritual. Atau Anda dapat pergi sepanjang kehidupan dengan melupakan kesejahteraan Anda.

Anda dapat mengalami tenaga yang bersemangat. Atau Anda dapat menangguhkan dan melewatkan semua manfaat-manfaat dari kesehatan dan olahraga yang baik.

Anda dapat merevitalisasi diri Anda sendiri dan menghadapi sebuah hari baru dengan damai dan harmoni. Atau Anda dapat bangun di pagi hari penuh apatisme karena “bangun dan pergi” Anda adalah “bangun dan pergi” masa lalu.

Just remember that every day provides a new opportunity for renewal–a new opportunity to recharge yourself instead of hitting the wall. All it takes is the desire, knowledge, and skill.

Ingatlah saja bahwa setiap hari menyediakan sebuah kesempatan baru untuk pembaharuan – sebuah kesempatan baru untuk mengisi tenaga baru dalam diri Anda dari pada membenturkan kepala ke dinding. Semua yang diperlukan hanyalah hasrat, pengetahuan, dan ketrampilan.

The 8th Habit®:

From Effectiveness to Greatness

kebiasaan ke-8®:

dari effektivitas menuju keagungan

In today’s challenging and complex world, being highly effective is the price of entry to the playing field. To thrive, innovate, excel, and lead in this new reality, we must reach beyond effectiveness toward fulfillment, contribution, and greatness. Research is showing, however, that the majority of people are not thriving. They are neither fulfilled nor excited. Tapping into the higher reaches of human motivation requires a new mindset, a new skill-set –a new habit. Dr. Covey’s new book, The 8th Habit®: From Effectiveness to Greatness, is a roadmap to help you find daily fulfillment and excitement.

Dalam dunia masa kini yang penuh tantangan dan rumit, effektivitas tinggi merupakan harga yang harus dibayar sebagai karcis masuk ke wilayah permainan. Untuk berjuang maju, berinovasi, menjadi lebih baik, dan memimpin dalam realita yang baru ini, kita harus mencapai lebih jauh melampaui effektivitas menuju pemenuhan, kontribusi, dan keagungan. Riset menunjukkan, bagaimanapun, bahwa mayoritas orang-orang adalah tidak berjuang untuk maju. Mereka tidak terpenuhi dan tidak bersemangat. Untuk mengucurkan pencapaian-pencapaian tertinggi motivasi manusia dipersyaratkan adanya sebuah pola pikir yang baru, sebuah rangkaian ketrampilan baru – sebuah kebiasaan baru. Buku baru Dr. Covey, “Kebiasaan ke-8®: Dari Effektivitas Menuju Keagungan”, merupakan sebuah peta jalan untuk menolong Anda menemukan pemenuhan dan semangat harian.

===oooOooo===

“Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Posted in Artikel Terjemahan | 1 Comment »

025-“Five Tips to De-Stress Relationships”

Posted by bp1pj on September 23, 2009

“Five Tips to De-Stress Relationships”
by Aila Accad, RN, MSN

“Lima Tips untuk Melepas Stres dalam Hubungan-hubungan”
oleh Aila Accad, RN, MSN

===========================

The most difficult stressor for most of us is other people. We often blame other people for our feelings, thoughts and choices we feel forced to make. The truth is other people are not responsible for any of these things.

Penyebab stres paling sulit bagi kebanyakan kita adalah orang-orang lain. Kita sering menyalahkan orang-orang lain untuk perasaan-perasaan, pikiran-pikiran dan pilihan-pilihan kita, yang rasanya terpaksa kita buat. Yang benar adalah bahwa orang-orang lain tidak bertanggungjawab atas yang manapun dari hal-hal ini.

When you give others control over your feelings, thoughts and choices, you feel powerless. That loss of control is the cause of stress.

Jika Anda memberi orang-orang lain kendali atas perasaan-perasaan, pikiran-pikiran dan pilihan-pilihan Anda, maka Anda akan merasa tidak punya kekuatan sama sekali. Kehilangan kendali itulah sang penyebab stres.

The natural response to loss of control is “fight”, “flight” or “freeze”. It’s no surprise that as more people feel out of control in their lives rage (fight), depression (flight) and chronic illness (freeze) are increasing.

Tanggapan alamiah terhadap hilangnya kendali adalah “melawan”, “melarikan diri” atau “berdiam diri”. Tidaklah mengherankan, bahwa semakin banyak orang merasa lepas kendali dalam kehidupan-kehidupan mereka, semakin meningkatlah jumlah kemarahan (melawan), perasaan tertekan (melarikan diri) dan penyakit kronis (berdiam diri).

The number one key to de-stressing your relationships is keeping in mind what you control and what the other person controls. You control everything within you – what you think, feel, and choose.

Kunci nomor satu untuk melepas stres dalam hubungan-hubungan Anda adalah dengan selalu mengingat apa yang Anda kendalikan dan apa yang orang lain kendalikan. Anda mengendalikan semua yang berada di dalam diri Anda – apa yang Anda pikir, rasa dan pilih.

Other people, including your children, have complete control over what they think, feel and choose. You have no control over their inner experience. You can influence others through the way that you communicate with them verbally and nonverbally.

Orang-orang lain, termasuk anak-anak Anda, mempunyai kendali penuh atas apa yang mereka pikir, rasa dan pilih. Anda tidak mempunyai kendali atas semua pengalaman dalam diri mereka. Anda dapat mempengaruhi orang-orang lain melalui cara Anda berkomunikasi dengan mereka secara verbal dan non-verbal.

Interpersonal communication is too complex a subject to cover fully in a brief article. The focus of this article is to provide a few tips that can help you immediately de-stress any relationship.

Komunikasi antar pribadi merupakan sebuah subyek yang terlalu rumit untuk diliput dalam sebuah artikel singkat. Fokus dari artikel ini adalah untuk menyediakan beberapa tips yang dapat menolong Anda dengan segera melepas stres dalam hubungan-hubungan apapun.

# 1

Take responsibility for you

Bertanggungjawablah untuk diri Anda

When you find yourself reacting to what someone says or does, take a moment to take a deep breath, and reflect on where the reaction is coming from. In what way are you feeling a loss of control?.

Jika Anda mendapatkan diri Anda bereaksi terhadap apa yang diucapkan atau dilakukan oleh seseorang, ambillah waktu sesaat untuk menarik napas panjang dan untuk merefleksikan dari mana datangnya reaksi tersebut. Dengan cara apakah, Anda merasakan kehilangan kendali?.

The other person’s behavior may remind you of a parent. In this case you can feel like a powerless child. Remind yourself that you are an adult. You have the right to think, feel and choose according to your beliefs and desires. If there are consequences for your choice, recognize those, assess your options and choose accordingly.

Perilaku orang lain itu dapat mengingatkan Anda akan posisi orang-tua. Dalam kasus ini Anda dapat merasakan seperti seorang anak yang tanpa kekuatan. Ingatkan diri Anda bahwa Anda adalah seorang dewasa. Anda mempunyai hak untuk berpikir, merasakan dan memiih sesuai kepercayaan-kepercayaan dan hasrat-hasrat Anda. Jika terdapat konsekuensi-konsekuensi untuk pilihan Anda, kenalilah mereka, pertimbangkan opsi-opsi Anda dan pilihlah selayaknya.

On the other hand, the person’s stance may be more like an irresponsible child who’s expecting you to take responsibility for their feelings and behavior. Clarifying both of your positions as equal adults and separating the responsibility appropriately can reduce your stress.

Di lain pihak, posisi orang lain itu dapat lebih menyerupai seorang anak tak bertanggungjawab yang sedang mengharapkan Anda untuk bertanggungjawab atas perasaan-perasaan dan perilaku mereka. Mengklarifikasi kedua-duanya yaitu posisi posisi Anda sebagai orang dewasa yang sama, dan memisahkan tanggung-jawab itu secara tepat, dapat mengurangi stres Anda.

Caution: if the other person is not willing to take responsibility for their behavior, this approach can actually increase their stress. Assess your options and choose your response wisely.

Peringatan: jika orang lain itu tidak mau bertanggung jawab atas perilaku mereka, pendekatan ini dapat sesungguhnya meningkatkan stres mereka. Pertimbangkan opsi-opsi Anda dan pilihlah tanggapan Anda secara bijaksana.

Keep in mind de-stressing is not dependent on what you choose to do. De-stressing is in understanding that your choice is in your control.

Ingatlah selalu, melepas stres tidak tergantung pada apa yang Anda pilih untuk lakukan. Melepas stres adalah pengertian bahwa pilihan Anda berada di bawah kendali Anda.

# 2

Let go of controlling the other

Lupakan mengendalikan orang lain

Acknowledge and respect the other person’s right and responsibility to think, feel and act according to their beliefs and desires. Acknowledging the other person’s control and responsibility for themselves does not mean that you have to agree with them.

Akui dan hargai hak dan tanggung jawab orang lain untuk berpikir, merasakan dan bertindak sesuai kepercayaan-kepercayaan dan hasrat-hasrat mereka. Mengakui kendali dan tanggungjawab orang lain untuk diri mereka sendiri tidak berarti bahwa Anda harus setuju dengan mereka.

Being open to listening and understanding differences creates an environment for dialogue and opens the possibilities for new views and new choices. When people are not feeling controlled, they are less stressed and more open to being influenced and persuaded to see things from another perspective.

Bersikap terbuka untuk mendengarkan dan mengerti akan perbedaan-perbedaan, menciptakan sebuah lingkungan untuk dialog, dan membuka kemungkinan-kemungkinan untuk pandangan-pandangan baru dan pilihan-pilihan baru. Jika orang-orang tidak merasa sedang dikendalikan, mereka tidaklah begitu stres dan lebih terbuka untuk dipengaruhi dan dibujuk untuk melihat hal-hal dari perspektip yang lain.

# 3

Take charge of your position

Ambil tanggungjawab atas posisi Anda

Reduce your stress by taking charge of your physical, non-verbal power in the relationship.

Kurangi stres Anda dengan mengambil tanggung jawab atas kekuatan non-verbal fisik Anda dalam hubungan itu.

Make sure you are at a level physical position with the other person. If they are standing either invite them to sit or you stand up. Stand up straight, feet about shoulder width apart and breathe deeply into the base of your pelvis. Maintain direct, open, non-glaring eye contact.

Pastikan Anda berada pada sebuah posisi fisik sejajar dengan orang lain tersebut. Jika mereka sedang berdiri, maka ajak mereka untuk duduk atau Anda yang berdiri. Berdirilah tegak, kaki terpisah berjarak seukuran bahu, dan bernapaslah dalam sampai ke dasar pinggul Anda. Pertahankan kontak mata yang langsung, terbuka dan tidak melotot.

When you want to have a collaborative conversation, sit at an angle beside the other person. If possible, eliminate any barriers like desks between you.

Jika Anda menginginkan sebuah percakapan kolaboratip, duduklah pada sudut tertentu di samping orang lain tersebut. Jika memungkinkan, eliminasi penghalang-penghalang apapun seperti meja-meja di antara kalian.

If you anticipate a conversation will be stressful, pick a location that will reduce the stress, as taking a walk in nature, a neutral or living room-like setting, or a space that is open, comfortable and light.

Jika Anda mengantisipasi sebuah percakapan yang akan penuh stres, pilihlah sebuah lokasi yang akan mengurangi stres, seperti berjalan di alam, sebuah setting yang netral atau seperti ruang keluarga, atau sebuah ruangan yang terbuka, nyaman dan terang.

# 4

Use ‘I’ Statements

Pakailah pernyataan-pernyataan dengan “Saya”

Take responsibility by using ‘I’ statements – I think, I feel, I prefer.

Ambil tanggung jawab dengan menggunakan pernyataan-pernyataan dengan “Saya” – Saya pikir, saya rasa , saya lebih menginginkan.

Instead of blaming or accusing the other person for making you feel a certain way, communicate how you feel based on what has happened and how you would like it to be different in the future.

Sebagai gantinya menyalahkan atau menuduh orang lain itu karena telah membuat Anda berperasaan tertentu, komunikasikanlah bagaimana Anda merasakan, berdasarkan apa yang telah terjadi, dan bagaimana Anda berharap agar hal itu menjadi beda di masa depan.

This can enhance communication by giving the other person information about what is important to you. The other person can then consider this information in the future.

Hal ini dapat meningkatkan komunikasi dengan memberi informasi kepada orang lain tersebut tentang apa yang penting bagi Anda. Orang lain itu dapat kemudian mempertimbangkan informasi ini di masa depan.

Of course, you have no control over that. You can only control sharing your side of the communication.

Tentu saja, anda tidak punya kendali atas hal itu. Anda hanya dapat mengendalikan cara membagi-rasakan sisi Anda dalam komunikasi itu.

# 5

Request feedback.

Mintalah umpan balik

It’s important to realize that everyone has a different perspective and interpretation of what they see and hear. Even though you may both speak the same language, two people will not hear things the same way. Assuming people see things the way you do or that they “should” creates stress.

Adalah penting untuk menyadari bahwa setiap orang mempunyai sebuah perspektip dan interpretasi berbeda mengenai apa yang mereka lihat dan dengar. Walaupun Anda berdua boleh saja berbicara dalam bahasa yang sama, dua orang tidak akan mendengar hal-hal dalam cara yang sama. Berasumsi bahwa orang-orang melihat hal-hal seperti yang Anda lakukan, atau berasumsi bahwa mereka “seharusnya” demikian, menciptakan stres.

It’s important to understand that there are as many ways to view a situation or experience as there are people involved. Requesting feedback with curiosity and an open attitude is an important way to increase clarity and reduce the stress of misunderstanding.

Adalah penting untuk mengerti bahwa terdapat banyak cara untuk melihat sebuah situasi atau pengalaman sebanyak jumlah orang-orang yang terlibat. Meminta umpan balik dengan rasa ingin tahu dan sebuah sikap terbuka merupakan sebuah cara penting untuk meningkatkan kejelasan dan mengurangi stres karena salah pengertian.

When you understand that everyone has the equal right to think, feel and act according to their own judgment and that everyone has a unique perspective, you realize that trying to control another person is futile.

Ketika Anda mengerti bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk berpikir, merasakan dan bertindak sesuai penilaian pribadi mereka dan bahwa setiap orang mempunyai sebuah perspektip unik, maka Anda akan menyadari bahwa mencoba mengendalikan orang lain adalah sia sia.

At the same time, taking power and control over your rightful responsibility for yourself and your message can not only reduce your stress, it can open the door to satisfying, happy relationships.

Pada waktu yang sama, menggunakan kekuatan dan kendali atas kewajiban hak Anda untuk diri Anda dan pesan Anda, tidak hanya akan mengurangi stres Anda, tetapi juga akan membuka pintu untuk hubungan-hubungan yang memuaskan dan bahagia.

In de-stressing a relationship, you are not only concerned about your stress, but also the stress of the other person. You want to reduce the fear of loss of control on both sides of the relationship.

Dalam melepas stres sebuah hubungan, Anda tidak hanya mempersoalkan stres Anda, tetapi juga stres dari orang lain tersebut. Anda ingin mengurangi ketakutan akan kehilangan kendali pada kedua sisi dari hubungan tersebut.

Standing in your power to control your side of the relationship is your right and responsibility. At the same time, creating an environment where the other person knows you are respecting their right and responsibility for their unique side of the communication has the potential to reduce their stress as well.

Berdiri dalam kekuatan Anda untuk mengendalikan sisi Anda dalam sebuah hubungan adalah hak dan tanggung jawab Anda. Pada saat yang sama, menciptakan sebuah lingkungan dimana orang lain itu mengetahui bahwa Anda menghormati hak dan tanggung jawab mereka untuk sisi unik mereka dalam komunikasi tersebut, mempunyai potensi untuk mengurangi juga stres mereka.

You do not have the power to control another. You do have the power to influence and persuade others with an attitude of confidence and openness. The power to de-stress your relationships is in your hands.

Anda tidak mempunyai kekuatan untuk mengendalikan orang lain. Anda tetapi punya kekuatan untuk mempengaruhi dan membujuk orang-orang lain dengan sikap percaya diri dan keterbukaan. Kekuatan untuk melepas stres dalam hubungan-hubungan Anda berada di dalam tangan Anda.

© 2009 Aila Accad – All Rights Reserved.

Aila AccadAuthor’s Bio:

Aila Accad, RN, MSN ‘Your Stress-Buster Coach’ is an award-winning speaker, best-selling author and transformation coach who inspires and supports people to free their lives from stress and restore inner power. Her Amazon Best-Seller “34 Instant Stress-Busters, Quick tips to de-stress fast with no extra time or money” is available now with $1200 in free self-growth downloadable gifts at

www.stressbustersbook.com

Bio pengarang:

Aila Accad, RN, MSN “Pelatih Pengganyang Ketegangan Anda” adalah seorang pembicara pemenang penghargaan, pengarang paling laris, dan seorang pelatih transformasi yang menginspirasi dan mendukung orang-orang untuk membebaskan kehidupan mereka dari ketegangan dan mengembalikan kekuatan dari dalam. Buku paling larisnya di Amazon yaitu “34 Pengganyang Ketegangan Instan, Tips cepat untuk melepas ketegangan dengan cepat tanpa waktu dan uang tambahan” sekarang tersedia dengan disertai hadiah-hadiah pengembangan pribadi gratis senilai 1.200 dolar yang dapat di-download di:

http://www.stressbustersbook.com.

Sign up for De-Stress Tips & News at www.ailaspeaks.com and receive the “Ten Instant Stress Busters” e-book.

Daftarkan diri Anda untuk Tips & Berita-berita pelepas ketegangan di www.ailaspeaks.com dan dapatkan e-book “10 Pengganyang Ketegangan Instan”.

===oooOooo===

“Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui Strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Posted in Artikel Terjemahan | Leave a Comment »

024-“4 Key Tips for De-Stressing the Mind”

Posted by bp1pj on September 22, 2009

“4 Key Tips for De-Stressing the Mind”

By Aila Accad

“4 Tips Kunci Untuk Melepas Ketegangan Pikiran”

Oleh Aila Accad

======================

The mind is a wonderful tool for observation, conceptualization, processing information, and in short – thinking. However, when the tool becomes the master, stress is inevitable.

Pikiran kita merupakan sebuah alat luar biasa untuk pengamatan, berkonsep, memproses informasi, dan singkatnya – untuk berpikir. Bagaimanapun, ketika alat ini menjadi sang penguasa, maka ketegangan tidak dapat dihindari.

Like a computer, your mind holds lots of data and has a program to organize that data. Each mind programs the input it receives through unique perceptions and interpretations developed in early childhood. This childhood template is your mind’s operating system until you choose to change it.

Seperti sebuah komputer, pikiran Anda menampung banyak data dan mempunyai sebuah program untuk mengorganisasi data tersebut. Setiap pikiran memprogram masukan yang diterimanya, melalui persepsi-persepsi dan interpretasi-interpretasi unik yang telah terbentuk pada awal masa kanak-kanak. Contoh acuan masa kanak-kanak Anda merupakan sistem operasi pikiran Anda, hingga Anda memilih untuk mengubahnya.

De-stressing involves becoming aware of and updating these childhood beliefs.

“Melepas ketegangan” meliputi aktivitas menyadari dan memperbaharui kepercayaan-kepercayaan masa kanak-kanak ini.

Two core sets of beliefs –

“Who you think you are” (self-concept), and

“Who you think you ‘should’ be” (self-ideal)

evolve from what we hear, see, and experience as children.

Dua set kepercayaan-kepercayaan inti –

“Siapa, menurut Anda, diri Anda ini?” (konsep pribadi), dan

“Siapa, menurut Anda, diri Anda seharusnya menjadi?” (idealisme pribadi),

berkembang dari apa yang kita dengar, lihat dan alami sebagai anak-anak.

You do not knowingly choose the self-images, which are the foundation for self-esteem (the value for yourself) and self-determination (the power to make free choices). Failing to achieve this unrealistic self-ideal is inevitable and believing you have limited power to choose freely creates DISTRESS.

Tanpa sepengetahuan Anda, Anda telah memilih gambaran-gambaran pribadi tersebut, yang merupakan pondasi untuk harga diri (nilai untuk diri Anda sendiri) dan penentuan pribadi (kekuatan untuk membuat pilihan-pilihan bebas). Kegagalan untuk mencapai idealisme pribadi yang tidak realistis ini, adalah tidak dapat dihindari, dan mempercayai bahwa Anda mempunyai kekuatan terbatas untuk dapat memilih secara bebas menciptakan KEADAAN BAHAYA.

The basic categories of response to distress are “fight”, “flight”, and “freeze”.

Kategori-kategori dasar tentang tanggapan terhadap keadaan bahaya adalah “melawan”, “melarikan diri”, dan “berdiam diri”.

“Is your tendency to run, hide, and internalize stress in isolation, passivity or depression?”

“Is it to lash out, attack and externalize stress in aggression, domination or anxiety?”

or

“Do you become immobilized and stuck?”

Either way, the core issues and solutions are the same.

“Apakah kecenderungan Anda adalah untuk lari, bersembunyi, dan menyimpan ketegangan dalam isolasi, kondisi pasip dan tertekan?”

“Apakah kecenderungan Anda adalah untuk melecut ke luar, menyerang dan mengeluarkan ketegangan dengan agresi, dominasi atau kekhawatiran?”

atau,

“Apakah Anda menjadi tidak bergerak dan macet?”

Yang manapun adanya, kasus-kasus intinya dan solusi-solusinya adalah sama.

The tips that follow are simple, logical, and doable. However, implementation may be challenging.

Tips berikut ini adalah sederhana, logis, dan dapat dilakukan. Bagaimanapun, implementasinya mungkin saja menantang.

Tip # 1:

Sort

Sortasilah

The key to mental de-stressing is to recognize the areas of life in which you do or do not have control. Get a piece of paper and pencil and take note of the thoughts that arise as I explain this simple sorting technique. These notes will be important when we get to Tip # 3.

Kunci untuk melepas ketegangan mental adalah mengenali wilayah-wilayah kehidupan dimana Anda punya atau tidak punya kendali. Ambillah selembar kertas dan pensil dan catatlah pikiran-pikiran yang timbul sementara saya menjelaskan teknik sortasi yang sederhana ini. Catatan-catatan ini akan menjadi penting ketika kita sampai ke Tip #3.

“You have NO control of anything outside yourself”.

“You have TOTAL control of everything inside yourself”.

This does not seem earth shattering until you look at daily reactions.

“Anda TIDAK PUNYA kendali atas apapun di luar diri Anda”

“Anda PUNYA kendali TOTAL atas semua hal di dalam diri Anda”

Ini tidak kelihatan menggemparkan bumi sampai Anda melihat pada reaksi-reaksi harian.

If you are like most people, you blame everything outside of you for your stress and direct most of your precious time and energy into fruitless efforts to control the uncontrollable. A short list of uncontrollables includes time, nature, and other people.

Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda akan menyalahkan semua hal di luar Anda untuk ketegangan Anda, dan mengarahkan waktu dan tenaga berharga Anda ke dalam upaya sia-sia untuk mengendalikan yang tak dapat dikendalikan. Sebuah daftar pendek dari yang tidak dapat dikendalikan meliputi waktu, alam dan orang-orang lain.

You reduce your stress when you put your time and energy into the one area where it will pay off, where you have total control and power to direct your life –

In YOU!.

In knowing how you think and feel, and making choices about what is important to you.

Anda mengurangi ketegangan Anda ketika Anda meletakkan waktu dan tenaga Anda ke dalam wilayah yang akan menghasilkan, yaitu wilayah dimana Anda punya kendali penuh dan kekuatan untuk mengarahkan hidup Anda –

Di dalam ANDA!.

Dengan mengetahui bagaimana Anda berpikir dan merasakan, dan membuat pilihan-pilihan tentang apa yang penting bagi Anda.

Sorting what you can and cannot control helps you see clearly where to place your attention. Although the conditioned mind (ego) does not accept change easily, it does like structure.

Menyortasi apa yang Anda dapat dan tidak dapat kendalikan, menolong Anda untuk melihat secara jelas manakah yang harus Anda perhatikan. Walaupun pikiran yang telah terkondisikan (ego) tidak menerima perubahan dengan mudah, dia tetap bisa secara struktural.

Tip # 2:

Focus

Fokus

Focus your attention on the power to make choices. You can only make choices in the present moment.

Fokuskan perhatian Anda kepada kekuatan untuk membuat pilihan-pilihan. Anda hanya dapat membuat pilihan-pilihan dalam waktu sekarang.

You can make informed choices by learning from the past. Today’s choices influence the future. Choosing consciously what you do in this moment is the most powerful thing you can do.

Anda dapat membuat pilihan-pilihan berdasar informasi dengan mempelajari masa lalu. Pilihan-pilihan hari ini mempengaruhi masa depan. Memilih secara sadar apa yang Anda lakukan di saat ini merupakan hal paling berkekuatan yang dapat Anda lakukan.

There is a finite amount of time in a day. You control what you do with it. It is essential to prioritize what is most important to you. Then, it is easier to see what must either be delegated or dropped from the ‘to do’ list.

Terdapat sejumlah waktu terbatas dalam sehari. Anda mengendalikan apa yang Anda lakukan dengannya. Adalah penting untuk memprioritaskan apa yang paling penting bagi Anda. Kemudian, adalah lebih mudah untuk melihat apa yang harus didelegasikan atau dibuang dari daftar hal-hal yang “harus dilakukan”.

Life becomes much simpler, less stressful, and more productive when you are realistic about what you can do and take responsibility for acting on that priority in the present moment. Focus on being aware of your choices today and notice how outcomes change.

Kehidupan menjadi lebih sederhana, tidak penuh ketegangan, dan lebih produktif jika Anda realistis mengenai apa yang Anda dapat lakukan dan bertanggungjawab atas tindakan berdasar prioritas tersebut di waktu sekarang. Fokuslah pada kondisi sadar akan pilihan-pilihan Anda hari ini dan catatlah bagaimana hasil-hasilnya berubah.

You are the only person who has control of your choices. Choosing not to take action is also a choice. You have the power to influence the direction and satisfaction of your future. You also influence – not control – everyone around you by the choices you make. Making a difference in the world begins within you. A change in any part of the whole changes the whole.

Anda merupakan satu-satunya orang yang punya kendali atas pilihan-pilihan Anda. Memilih untuk tidak mengambil tindakan juga merupakan sebuah pilihan. Anda mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi arah dan kepuasan masa depan Anda. Anda juga mempengaruhi, bukan mengendalikan, setiap orang disekeliling Anda dengan pilihan-pilihan yang Anda buat. Membuat perbedaan di dunia dimulai dari dalam diri Anda. Sebuah perubahan di bagian manapun dari sebuah totalitas merubah totalitas tersebut.

Tip # 3:

Observe

Amati

What reactions is your mind having to this information? Fight – resistance, looking for flaws in the logic. Or, flight – distraction, not wanting to continue reading. The mind resists changing core beliefs. Observe its resistance.

Reaksi-reaksi apakah yang dimiliki pikiran Anda terhadap informasi ini?. “Melawan” – penolakan, mencari kelemahan-kelemahan dalam logika. Atau, “Melarikan diri” – distraksi, tidak mau melanjutkan membaca. Pikiran itu melawan perubahan terhadap kepercayaan-kepercayaan inti. Amatilah penolakannya.

In childhood, your mind formed ideas about how to be safe in the world. The conditioned mind (ego) is all about safety and survival. It gets scared when you decide not to play your life by the old “safe” rules.

Di masa kanak-kanak, pikiran Anda membentuk ide-ide tentang bagaimana untuk aman di dunia. Pikiran yang telah terkondisikan (ego) adalah semua tentang keamanan dan bertahan hidup. Dia menjadi takut ketika Anda tidak memainkan kehidupan Anda berdasar aturan-aturan lama yang “aman” itu.

Although the survival functions of the brain are important, you are no longer a vulnerable infant or child. Fight and flight are limited strategies for managing adult life and relationships. Observe these mental directives.

“What are the words your mind uses to keep you tied to old rules?”.

“What is the tone of voice?”.

“Whose voice does it sound like?”.

Keep a journal of your observations. It can give you clues to the pattern that still informs your choices today.

Walaupun fungsi-fungsi bertahan hidup dari otak adalah penting, Anda sudah bukan lagi seorang bayi atau anak yang lemah. Melawan dan melarikan diri merupakan strategi-strategi terbatas untuk mengatur kehidupan dan hubungan-hubungan orang dewasa. Amatilah arahan-arahan mental berikut:

“Apakah kata-kata yang dipakai oleh pikiran Anda untuk menjaga agar Anda terikat pada aturan-aturan lama?”

“Apakah nada suara itu?”

“Suara milik siapakah kedengarannya?”

Simpanlah sebuah buku harian tentang pengamatan-pengamatan Anda. Dia dapat memberi Anda kunci-kunci ke arah pola yang masih menginformasikan pilihan-pilihan Anda hari ini.

You are not your thoughts. Your mind is designed to support your decision-making, not control it. While the original unconscious program was useful in keeping you safe as a child, you must consciously update that program so it can serve you in being a powerful, responsible adult.

Anda bukanlah pikiran-pikiran Anda. Pikiran Anda telah didesain untuk mendukung pengambilan keputusan Anda, bukan untuk mengendalikannya. Walaupun program bawah sadar asli adalah berguna untuk menjaga Anda agar aman sebagai seorang anak, Anda harus secara sadar meng-update program tersebut sehingga dia dapat melayani Anda dalam menjadi seorang dewasa yang penuh kekuatan dan bertanggungjawab.

Tip # 4:

Stop, Drop & Replace

Stop, Buang & Ganti

Take decisive action to stop the inner critic. Whenever you hear that inner voice spouting its shoulds, shouldn’ts, or judgments (negative or positive), take action to stop the thought. Each inner voice is unique. If yours is aggressive or hostile, you will want to stop it with some force. You can think or say aloud “Stop!” or use more colorful language.

Ambillah tindakan yang tegas untuk menghentikan kritikan dari dalam. Manakala Anda mendengar bahwa suara dari dalam mencuatkan keharusan-keharusannya, tidak-harus tidak harus, atau penilaian-penilaian (negatip atau positip), ambil tindakan untuk menghentikan pikiran itu. Setiap suara dari dalam adalah unik. Jika milik Anda adalah agresif dan bermusuhan, Anda akan mau menghentikannya dengan pemaksaan tertentu. Anda bisa berpikir atau berkata keras “Stop!” atau menggunakan bahasa yang lebih penuh warna.

Drop the image of who you think you ‘should’ be. This is a composite made up by various people, none of whom lives your unique life. A helpful strategy when you hear the words ‘should’ or ‘should not’ is to ask the question:

“Who made that up?”

Realize that the laws of nature are few. A human being made everything else up. Some beliefs are useful for living comfortably in society. Choose the ones you want to keep and let the rest go.

Buanglah citra tentang siapakah Anda “seharusnya” menjadi. Ini merupakan sebuah komposisi yang telah dikarang oleh berbagai orang-orang, yang tidak satupun dari mereka ini menghidupi kehidupan unik Anda. Sebuah strategi penolong jika Anda mendengar kata-kata “seharusnya” atau “tidak seharusnya”, adalah untuk mengajukan pertanyaan:

“Siapakah yang mengarangnya?”.

Sadarilah bahwa hukum-hukum alam adalah sedikit. Seorang manusia telah mengarang semua hal lainnya. Beberapa kepercayaan-kepercayaan adalah berguna untuk hidup nyaman di masyarakat. Pilihlah hal-hal yang ingin Anda pertahankan dan biarkan sisanya pergi.

Replace the old rules with supportive ones. For example,

“If you say what you really think; people won’t like you,”

counter with,

“By speaking my truth, others can connect with me and connect with their truth.”

Gantilah aturan-aturan lama dengan aturan-aturan yang mendukung. Misalnya:

“Jika Anda mengatakan apa yang Anda pikirkan; orang-orang tidak akan menyukai Anda”

Lawanlah dengan:

“Dengan mengatakan kebenaran saya, orang-orang lain dapat berhubungan dengan saya dan berhubungan dengan kebenaran mereka”

Conditioning and images are not the truth about who you are or ‘should’ be. They are unconscious programs running your precious life as if you were still a child. The mind, like a computer, uses an operating system. Your life is continuously changing.

Pengkondisian dan gambaran-gambaran bukanlah kebenaran tentang siapakah diri Anda atau Anda “seharusnya” siapa. Mereka merupakan program-program bawah sadar yang menjalankan kehidupan bernilai tinggi Anda seakan-akan Anda masih seorang anak-anak. Pikiran itu, seperti sebuah komputer, menggunakan sebuah sistem operasi. Kehidupan Anda secara terus menerus berubah.

How will your computer serve you, if you never update the operating system, to keep up with changing technology, or delete old files to clear space for new information?. The mind requires continuous monitoring and updating in order to serve you in consciously choosing the life you want.

Bagaimanakah komputer Anda akan melayani Anda, jika Anda tidak pernah meng-update sistem operasinya, agar dapat mengikuti perubahan teknologi, atau menghapus arsip-arsip lama untuk membebaskan ruang bagi informasi yang baru?. Pikiran membutuhkan pengawasan dan update terus menerus untuk dapat melayani Anda secara sadar memilih kehidupan yang Anda inginkan.

These four strategies for mental de-stressing will change your perspective and give you control over your choices.

“Sort what you can control from what you cannot control!”

“Focus on what you can control!”

“Observe your mind’s discomfort with staying present in the moment!”

“Stop! – Drop! – and Replace! The negative self criticism and judgment based in past conditioning”

Empat buah strategi untuk melepas ketegangan mental ini akan mengubah perspektip Anda dan memberi Anda kendali atas pilihan-pilihan Anda.

“Sortasilah apa yang dapat Anda kendalikan dari apa yang tidak dapat Anda kendalikan!”

“Fokuslah pada apa yang dapat Anda kendalikan!”

“Amati ketidaknyamanan pikiran Anda dengan tetap berada di waktu sekarang!”

“Stop! – Buang! – dan Ganti! Kritikan pribadi dan penilaian negatip yang berdasarkan pengkondisian masa lalu!”

Final note: Getting outside supportive coaching or counseling to carry out these steps may be helpful and well worth the time and cost for a stress free life!

Catatan akhir: Mendapatkan pelatihan dan konsultasi mendukung dari luar untuk melaksanakan langkah-langkah ini dapat membantu dan layak waktu dan biaya untuk sebuah kehidupan yang bebas ketegangan!

Aila AccadAbout the Author:

Aila Accad, RN, MSN ‘Your Stress-Buster Coach’ is an award-winning speaker, best-selling author, and transformation coach who inspires and supports people to free their lives from stress and restore inner power. Her Amazon Best-Seller “34 Instant Stress-Busters, Quick tips to de-stress fast with no extra time or money” is available now with $1200 in free self-growth downloadable gifts at

http://www.stressbustersbook.com .

Mengenai pengarang:

Aila Accad, RN, MSN “Pelatih Pengganyang Ketegangan Anda” adalah seorang pembicara pemenang penghargaan, pengarang paling laris, dan seorang pelatih transformasi yang menginspirasi dan mendukung orang-orang untuk membebaskan kehidupan mereka dari ketegangan dan mengembalikan kekuatan dari dalam. Buku paling larisnya di Amazon yaitu “34 Pengganyang Ketegangan Instan, Tips cepat untuk melepas ketegangan dengan cepat tanpa waktu dan uang tambahan” sekarang tersedia dengan disertai hadiah-hadiah pengembangan pribadi gratis senilai 1.200 dolar yang dapat di-download di:

http://www.stressbustersbook.com.

===oooOooo===

“Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Posted in Artikel Terjemahan | Leave a Comment »

023-“Win the Battle, Lose the War”

Posted by bp1pj on September 21, 2009

“Win the Battle, Lose the War”

By Kelley Robertson

“Menang Tempur, Kalah Perang”

Oleh Kelley Robertson

Dealing with customer concerns, problems and issues, is a fact of life, when you sell a product or service. And every person in sales has, to certain customers, who are more challenging to deal with. Some situations start as minor difficulties, but quickly escalate into huge drawn-out battles.

Menangani persoalan-persoalan, masalah-masalah dan kasus-kasus pelanggan, merupakan sebuah fakta kehidupan jika Anda menjual sebuah produk atau sebuah jasa. Dan setiap orang dalam sales mempunyainya, dalam berhadapan dengan pelanggan-pelanggan tertentu, yang lebih menantang untuk ditangani. Beberapa situasi berawal sebagai kesulitan-kesulitan kecil, tetapi secara cepat memanas menjadi pertempuran-pertempuran melebar yang besar.

Unfortunately, many sales people unknowingly cause situations to escalate. Here is what I mean. My wife overheard a conversation in a local grocery about an angry customer, even though the customer’s original concern was well-handled and properly taken care of.

Sayangnya, banyak orang-orang sales secara tidak sadar menyebabkan situasi-situasi memanas. Inilah yang saya maksudkan. Isteri saya telah secara kebetulan mendengar sebuah pembicaraan di sebuah toko lokal untuk kebutuhan sehari-hari, tentang seorang pelanggan yang marah, walaupun persoalan asli pelanggan tersebut telah ditangani dengan baik dan telah diperhatikan secara benar.

From what my wife could gather, the customer had bought some fruit (seven plums) that were not to her satisfaction. She wanted to exchange them and the “customer service” person told her to get the replacement plum and verify them with her before leaving the store.

Dari apa yang dapat ditangkap oleh isteri saya, pelanggan itu telah membeli sejumlah buah (tujuh buah plum) yang tidak memenuhi kepuasannya. Dia meminta untuk ditukar dan orang “customer service” mengatakan kepadanya untuk mengambil buah plum penggantinya dan memeriksakannya kepadanya dahulu sebelum meninggalkan toko.

The customer did so. End of story. Problem solved. Quickly, easily and without hassle. Well, not quite.

Pelanggan melakukannya demikian. Akhir cerita. Masalah terselesaikan. Secara cepat, secara mudah dan tanpa cekcok. Tetapi, tidaklah demikian jadinya.

You see, as the store employee bagged the new plums she said a condescending tone, “You know…normally, we charge for the difference in price. So you’re lucky today.”

Anda tahu? Ketika pegawai toko membungkus buah plum yang baru, dia berkata dengan sebuah nada merendahkan: “Anda tahu … biasanya, kami menarik biaya untuk perbedaan harganya. Anda beruntung hari ini!”

I guess she was assuming that the weight of the customer’s new plums weighed more than the returned ones, or perhaps the price had increased since the original purchase. As you can well imagine, this did not go over well with the customer.

Saya kira, dia sedang berasumsi bahwa berat buah plum pengganti pelanggan ini adalah lebih berat dari yang dikembalikan, atau mungkin harga telah mengalami kenaikan sejak saat yang asli dibeli. Seperti sudah Anda bayangkan, hal ini tidak dapat diterima dengan baik oleh si pelanggan.

She immediately exploded, “I should be happy? You should be paying me for my time and trouble and be happy that I’m not shopping at your competition. In fact, based on your tone with me, I will go to your competitor’s.” And she stormed out of the store.

Dia dengan segera meledak: “Saya harus bahagia?. Anda yang seharusnya membayar saya untuk waktu dan masalah saya dan seharusnya bahagia bahwa saya tidak berbelanja di toko saingan Anda. Sebenarnya, berdasarkan nada bicara Anda kepada saya, saya akan pindah ke toko pesaing Anda”. Dan dia bergegas keluar dari toko tersebut.

It was obvious to my wife that the customer service person made an unnecessary comment. The interesting thing is that this occurs more frequently than people think. Too many sales people feel that they have to point out a customer’s mistake or get in the last word to show the customer how much effort went into solving the problem. But your customer doesn’t care about that!

Sudah nyata bagi isteri saya bahwa orang “customer service” telah membuat sebuah komentar yang tidak perlu. Hal yang menarik adalah bahwa hal ini lebih sering terjadi dari pada yang orang pikirkan. Terlampau banyak orang-orang sales merasa bahwa mereka harus menjelaskan secara rinci kesalahan seorang pelanggan, atau bergerak sampai kata terakhir untuk menunjukkan kepada pelanggan tersebut betapa hebatnya usaha untuk menyelesaikan masalah itu. Tetapi pelanggan Anda tidak ambil pusing tentang hal tersebut.

If the problem was caused by you, someone in the company, or a defective product, it was your fault! And if the situation is your fault then you owe it your customer to solve it quickly and without hassle. They don’t need to know why the problem occurred or how difficult it may be to resolve. They just want a solution.

Jika masalah disebabkan oleh Anda, orang dari perusahaan, atau sebuah produk yang cacat, maka itu adalah kesalahan Anda! Dan jika situasinya adalah kesalahan Anda, maka Anda mempunyai kewajiban terhadap pelanggan Anda untuk menyelesaikannya secara cepat dan tanpa cekcok. Mereka tidak butuh tahu kenapa masalah itu timbul atau bagaimana sulitnya untuk menyelesaikannya. Mereka hanya menginginkan sebuah solusi.

Here is an example, We used to buy two to four cappuccinos per day from a well-known coffee chain and the barista frequently added too much milk for our liking.

Berikut adalah sebuah contoh. Kami biasa beli dua sampai empat cappuccino setiap hari dari sebuah kedai kopi terkenal dan sang barista seringkali menambahkan terlampau banyak susu yang tidak kami sukai (barista = panggilan bagi seorang bartender sebuah kedai kopi).

When we questioned how the coffee was made we usually got a response like this, “Oh, it’s made properly, you just want a dry cappuccino.”

Ketika kami menanyakan bagaimana kopi itu dipersiapkan, kami biasanya mendapatkan tanggapan sebagai berikut: “Oh, kopi itu telah dibuat dengan tepat, yang Anda butuhkan mungkin adalah sebuah dry capuccino”.

No, we didn’t, because a dry cappuccino does not have enough milk. Because of the hassle, we invested in a cappuccino machine and now make our own.

Tidak, kami tidak menginginkan yang itu, karena sebuah dry capucinno tidak mengandung cukup banyak susu. Karena cekcok ini, kami telah investasi dalam sebuah mesin capucinno dan sekarang kami membuatnya sendiri.

From time-to-time, I get calls and emails from people who order my audio CD’s. While I take great pains to ensure high-quality, sometimes the sound quality is less than perfect or the CD simply does not play.

Dari waktu ke waktu, saya mendapat telepon dan email dari orang-orang yang telah memesan audio CD saya. Walaupun saya sudah bersusah payah dalam memastikan kualitas tinggi, kadang-kadang kualitas suaranya adalah dibawah sempurna atau CD itu tidak mau dimainkan.

When someone contacts my office, we do not challenge them or ask them twenty questions before we issue a replacement. We send out a new item that day.

Jika seseorang mengontak kantor saya, maka kami tidak menantang mereka atau bertanya kepada mereka dua puluh pertanyaan sebelum kami memberi penggantinya. Kami segera mengirimkan barang baru penggantinya hari itu juga.

This may sound like a simple concept to apply. However, the challenge is your ego. Most people feel the pressing need to get in the last word. They want to make it clear to the other person where that individual went wrong because it helps them feel less taken advantage of.

Ini kedengarannya seperti sebuah konsep mudah untuk diterapkan. Bagaimanapun, tantangannya adalah ego Anda. Kebanyakan orang-orang merasakan kebutuhan mendesak untuk memenangkan pembicaraan. Mereka ingin menjelaskan kepada orang lain itu, dimana individu itu telah salah, karena itu akan menolong mereka merasa tidak terlampau dimanfaatkan.

Many sales people have large egos. After all, this helps in dealing with the rejection and challenging customers. However, it is critical to recognize that these situations are not about you. They are about helping one of your customers get what they want and resolving their problems.

Banyak orang-orang sales mempunyai ego-ego yang besar. Bagaimanapun juga, itu menolong dalam menangani penolakan-penolakan dan pelanggan-pelanggan yang menantang. Bagaimanapun, adalah amat penting untuk mengenali bahwa situasi-situasi ini adalah tidak mengenai Anda. Mereka adalah mengenai menolong salah satu pelanggan Anda mendapatkan apa yang mereka inginkan dan menyelesaikan masalah mereka.

Behaving in a manner similar to one described above may make you feel better and lessen the pain of dealing with a challenging customer. But let’s look at the financial impact for a moment.

Berperilaku dalam cara seperti tersebut di atas dapat membuat Anda merasa lebih baik dan mengurangi rasa sakit karena berhadapan dengan seorang pelanggan yang menantang. Tetapi marilah kita lihat dampak keuangannya untuk sesaat.

The comment from the baristas at the coffee chain caused us to buy our own machine which represents a financial loss of fifteen to twenty dollars per day for that particular coffee store. That’s $5400-$7300 in lost revenue every year for that store!

Komentar para barista di kedai kopi menyebabkan kami membeli mesin kami sendiri yang mewakili sebuah kerugian finansial sebesar 15 sampai 20 dolar setiap hari untuk kedai kopi tertentu itu. Itu berarti hilangnya penghasilan sebesar 5.400 – 7.300 dolar setiap tahun bagi kedai kopi tersebut!

Here is the bottom line. Getting in your last words may help you win the battle. However, even if you do win the battle, there is a good chance you will lose the war. That means your customer will find a reason to jump ship and shift their business to one of your competitors. Are a few last words that make you feel better worth that loss?

Inilah kesimpulannya. Memenangkan pembicaraan mungkin menolong Anda untuk memenangkan pertempuran. Bagaimanapun, walaupun Anda benar-benar memenangkan pertempuran itu, terdapat kemungkinan besar sekali bahwa Anda akan kalah perang. Itu berarti bahwa pelanggan Anda akan menemukan sebuah alasan untuk pindah kapal dan menggeser bisnis mereka ke salah satu pesaing Anda. Apakah beberapa kata-kata akhir yang membuat Anda merasa lebih baik, adalah sepadan dengan kerugian yang bakal timbul?

© 2008 Kelley Robertson, All rights reserved.

 Kelley Robertson

Kelley Robertson, author of The Secrets of Power Selling helps sales professionals and businesses implement techniques to improve their sales and profits. Receive a FREE copy of 100 Ways to Increase Your Sales by subscribing to his free newsletter available at www.kelleyrobertson.com.

Kelley conducts workshops and speaks at sales meetings and conferences. For information on his programs contact him at 905-633-7750 or Kelley@RobertsonTrainingGroup.com.

 

 

===oooOooo===

 “Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Posted in Artikel Terjemahan | Leave a Comment »

022-“21 Great Ways To Manage Your Time And Double Your Productivity”

Posted by bp1pj on September 14, 2009

“21 Great Ways to Manage Your Time and Double Your Productivity”

By Brian Tracy

“21 Cara Hebat untuk Mengatur Waktu Anda dan Menggandakan Produktivitas Anda”

Oleh Brian Tracy

BrianTracy

00:00:00

INTRO:

“All successful people are described as being very well organized and good time managers. Fortunately time management skills are learnable with practice and repetition. You can become one of the most productive people in your field by applying the ideas you are about to learn.

“Semua orang sukses digambarkan sebagai orang yang terorganisasi baik, dan baik dalam mengatur waktu mereka. Untungnya, ketrampilan-ketrampilan manajemen waktu dapat dipelajari dengan praktek dan pengulangan. Anda dapat menjadi salah satu orang paling produktif di bidang Anda, dengan menerapkan ide-ide yang akan segera Anda pelajari ini.

Brian Tracy knows what he is talking about. He started off without a high-school diploma and worked his way up to being the Chief Operating Officer of a 265 million dollar company. Brian studied time management for more than 20 years. He read dozens of books, attended countless seminars, used to type letters and listen to the audio programs.

Brian Tracy menguasai apa yang dia katakan. Dia berangkat tanpa ijazah sekolah menengah, dan meniti karir ke atas hingga menjadi Direktur Utama Operasional dari sebuah perusahaan beraset 265 juta dolar. Brian telah mempelajari manajemen waktu selama lebih dari 20 tahun. Dia telah membaca lusinan buku-buku, menghadiri seminar-seminar yang tak terhitung jumlahnya, terbiasa untuk mengetik surat-surat dan mendengarkan program-program audio.

Finally, he put together his own time management system and then taught it to thousands of men and women worldwide. What you’re about to hear are 21 of the greatest ideas on personal productivity ever discovered. These ideas can change your life! Now, here’s Brian Tracy!”

Akhirnya, dia merumuskan sistem manajemen waktu yang dia miliki, dan kemudian mengajarkannya kepada ribuan pria dan wanita di seluruh dunia. Apa yang bakal Anda dengarkan merupakan 21 dari cara-cara terhebat di bidang produktivitas pribadi, yang telah pernah ditemukan. Ide-ide ini dapat mengubah hidup Anda! Sekarang, inilah Brian Tracy!”

 

00:01:17

Hello, I’m Brian Tracy, and welcome to this program! What you are about to learn can change your life. These ideas, methods, and techniques can increase your efficiency and effectiveness, boost your productivity, double your income, lower your stress levels, and make you one of the most productive people in your business or field today.

Hallo, saya Brian Tracy, dan selamat datang di program ini! Apa yang bakal segera Anda pelajari, dapat mengubah kehidupan Anda! Ide-ide, metode-metode, dan teknik-teknik ini, dapat meningkatkan effisiensi dan effektivitas Anda, mendorong kuat produktivitas Anda, menggandakan penghasilan Anda, menurunkan tingkat stres Anda, dan membuat Anda menjadi salah satu orang paling produktif di bisnis atau bidang Anda hari ini.

The fact is that all successful people are very productive. They work longer hours and they work better hours. They get a lot more done than the average person. They get paid more and promoted faster. They are highly respected and esteemed by everyone around them. They become leaders and role-models for others. Inevitably, they rise to the top of their field and to the top of their income ranges. And so can you!

Kenyataannya adalah, bahwa semua orang sukses adalah amat produktif. Mereka bekerja dengan jam kerja yang lebih lama, dan dengan jam kerja yang lebih bermutu. Mereka menyelesaikan jauh lebih banyak dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya. Mereka berpenghasilan lebih besar, dan dipromosikan lebih cepat. Mereka amat dihormati dan dihargai oleh siapapun disekeliling mereka. Mereka menjadi pemimpin-pemimpin dan contoh-contoh panutan untuk orang-orang lain. Tanpa pelak lagi, mereka naik ke posisi puncak di bidang mereka, dan ke puncak rentang penghasilan mereka. Dan Anda, juga bisa!

Every single one of these tested and proven strategies for managing your time and doubling your productivity is learnable through practice and repetition. Each of these methods if you practice them regularly will eventually become a habit of both thinking and working.

Setiap satu buah dari strategi-strategi yang telah teruji dan terbuktikan berikut ini, untuk mengatur waktu Anda dan menggandakan produktivitas Anda, dapat dipelajari melalui praktek dan pengulangan. Setiap metode ini, jika Anda praktekkan secara teratur, akan pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan dalam berpikir dan bekerja.

When you begin applying these techniques to your work and to your life, your self-esteem, your self confidence, your self respect and your sense of personal pride will go up immediately. The pay off for you, will be tremendous, for the rest of your life. Let’s begin!

Jika Anda mulai menerapkan teknik-teknik ini ke pekerjaan Anda, dan ke kehidupan Anda, maka harga diri Anda, percaya diri Anda, martabat Anda, dan rasa kebanggaan pribadi Anda, akan meningkat dengan segera. Hasilnya bagi Anda, akan menjadi luar biasa, untuk sepanjang sisa hidup Anda. Marilah kita mulai!

00:02:50

# 1

Make a decision!

Buatlah Keputusan!

 

Every positive change in your life begins with a clear unequivocal decision that you’re either going to do something or stop doing something. Significant change starts when you decide to, whether get in, or get out!. Either fish, or cut bait!

Setiap perubahan positip dalam kehidupan Anda, dimulai dengan sebuah keputusan tegas yang jelas, bahwa Anda akan melakukan sesuatu, atau berhenti melakukan sesuatu. Perubahan signifikan mulai terjadi ketika Anda memutuskan untuk, apakah masuk, atau keluar!. Pilih memancing, atau pilih potong umpan!

Decisiveness is one of the most important qualities of successful and happy men and wowen. And decisiveness is developed through practice and repetition. Over and over again until it becomes as natural to you as breathing in and breathing out.

Ketegasan merupakan salah satu kualitas terpenting dari orang-orang sukses dan bahagia, baik pria maupun wanita. Dan ketegasan dikembangkan melalui praktek dan pengulangan. Diulang dan diulang kembali hingga dia menjadi se-alami Anda bernapas masuk, dan bernapas keluar.

The sad fact is that people are poor because they have not yet decided to be rich. People are overweight and unfit because they have not yet decided to be thin and fit. People are inefficient time-wasters because they haven’t yet decided to be highly productive in everything they do.

Fakta yang menyedihkan adalah bahwa orang-orang itu miskin, adalah karena mereka belum memutuskan untuk menjadi kaya. Orang-orang itu kelebihan berat badan dan tidak bugar, adalah karena mereka belum memutuskan untuk menjadi kurus dan bugar. Orang-orang tidak effisien yang membuang-buang waktu itu, adalah karena mereka belum memutuskan untuk menjadi amat produktif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.

Decide today that you are going to become an expert in time management and personal productivity. No matter how long it takes and how much you have to invest to achieve it. Resolve today that you are going to practice these principles over and over again, until they become second nature.

Putuskanlah hari ini, bahwa Anda akan menjadi seorang pakar dalam manajemen waktu dan produktivitas pribadi. Tidak peduli, berapa lama waktu yang dibutuhkan, atau berapa banyak yang harus Anda investasikan untuk mencapainya. Tetapkan hati Anda hari ini, bahwa Anda akan mempraktekkan prinsip-prinsip ini berulang-ulang, hingga mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari Anda.

Discipline yourself to do, what you know you need to do, to be the very best in your field. Perhaps the best definition of self-discipline is this:

“Self discipline is the ability to make yourself do, what you should do, when you should do it, whether you feel like it or not”.

Disiplinkan diri Anda untuk melakukan, apa yang Anda tahu, perlu untuk dilakukan, untuk menjadi yang terbaik di bidang Anda. Mungkin, definisi terbaik untuk disiplin pribadi adalah ini:

“Disiplin pribadi adalah kemampuan untuk membuat diri Anda melakukan, apa yang harus Anda lakukan, pada waktu Anda harus melakukannya, apakah Anda suka atau tidak suka”.

You see, it is easy to do something, when you feel like it. It is when you don’t feel like it, and you force yourself to do it anyway, that you move your life and career out at the fast track.

What decisions do you need to make in order to start moving towards the top of your field?”.

Whatever they are, do, whether get in, or get out. Make a decision today, and then get started. This single act alone can change the whole direction of your life.

Anda tahu? Adalah mudah sekali untuk melakukan sesuatu, ketika Anda suka. Tetapi ketika Anda tidak suka, dan Anda memaksa diri Anda untuk bagaimanapun melakukannya, maka di saat itulah Anda telah menggerakkan kehidupan dan karir Anda keluar ke jalur cepat.

“Keputusan-keputusan apakah yang harus dibuat, agar Anda mulai bergerak ke arah puncak bidang Anda?”

Apapun mereka adanya, lakukanlah! Apakah masuk, atau keluar! Buatlah keputusan hari ini, dan mulailah! Satu perilaku ini saja, dapat mengubah keseluruhan arah dari hidup Anda!

00:05:00

# 2

Develop clear goals and objectives!

Kembangkan Target dan Sasaran yang jelas!

 

Perhaps the most important word in success for you, for the rest of your life, is the word “Clarity”. Fully 80% of your success, comes about, as the result of your being absolutely clear, about what it is, you are trying to accomplish. Unfortunately, probably 80% or more, failure and frustrations, comes to people who are vague or fuzzy about what it is they want, and how to go about achieving it.

Mungkin, kata terpenting dalam hal sukses bagi Anda, untuk sisa hidup Anda, adalah kata “Kejelasan”. Sepenuhnya 80% dari sukses anda, menjadi nyata, sebagai akibat Anda tahu secara mutlak dan jelas, tentang apa itu, yang sedang Anda coba untuk capai. Sayangnya, mungkin sekali 80% atau lebih, kegagalan dan frustasi datang ke orang-orang yang samar-samar atau tidak menentu tentang apa yang mereka inginkan, dan bagaimana cara bergerak maju untuk mencapainya.

The great oil billionaire, H. L. Hunt, once said, that there are only two real requirements for success.

First, he said,

“Decide exactly what it is you want”.

Most people never do this.

Second, he said,

“Determine the price you are going to have to pay to get it, and then resolve to pay that price!”.

You can have just about anything you really want as long as you would pay the price. And nature always demands that you both pay the price in full and that you pay it in advance.

Milyarder minyak hebat, H. L. Hunt, pernah berkata, bahwa hanya ada dua persyaratan nyata untuk sukses.

Pertama, dia berkata:

“Putuskan secara tepat apa yang Anda inginkan”.

Kebanyakan orang tidak pernah melakukan ini.

Kedua, dia berkata:

“Tentukan harga yang harus Anda bayar untuk mendapatkannya, dan kemudian tetapkan hati Anda untuk membayar harga tersebut!”.

Anda dapat saja memiliki, hampir apa saja yang Anda sungguh-sungguh inginkan, selama Anda mau membayar harganya. Dan alam selalu menuntut, bahwa Anda harus membayarnya secara penuh, dan bahwa Anda harus membayarnya dimuka.

There is a powerful seven step formula, that you can use to set and achieve your goals for the rest of your life. Every single successful person uses this formula or some variation of this formula to achieve success. As a result, they accomplish vastly more than the average person and so can you! Here it is:

Terdapat sebuah formula 7 langkah kuat, yang dapat Anda pakai untuk menetapkan dan mencapai target-target Anda untuk seluruh sisa hidup Anda. Setiap orang sukses menggunakan formula ini atau variasi tertentu dari formula ini untuk mencapai sukses. Sebagai hasilnya, mereka menyelesaikan jauh lebih banyak dari pada rata-rata orang lain, dan Anda juga bisa! Inilah dia:

Number one: Decide exactly what it is you want in each part of your life

Become a meaningful specific rather than a wondering generality.

Decide how much you want to earn.

Decide how much you want to weigh.

Decide the kind of family, relationships or lifestyle you want to enjoy.

The very act of deciding clearly dramatically increases the likelihood that you will achieve it.

Nomor satu: Putuskan secara tepat apa yang Anda inginkan dalam setiap bagian dari kehidupan Anda.

Jadilah orang yang spesifik dan penuh arti daripada menjadi orang-orang pada umumnya yang penuh keraguan.

Putuskan berapa banyak Anda ingin berpenghasilan.

Putuskan berapa berat badan yang Anda inginkan.

Putuskan jenis keluarga, hubungan-hubungan dan gaya hidup apa, yang ingin Anda nikmati.

Perilaku untuk memutuskan secara jelas ini saja, dapat secara dramatis meningkatkan kemungkinan Anda untuk mencapainya.

Second: Write it down, clearly, and in detail!.

Always think on paper!. A goal that is not in writing is not really a goal at all!. It is merely a wish, and it has no energy behind it. But when you take your goals out of your imagination and crystallize them on paper, you actually program them into your subconscious mind, where they take on a power of their own.

Kedua: Tuliskan, secara jelas, dan terperinci!.

Selalu berpikirlah di atas kertas!. Sebuah target yang tidak dalam bentuk tulisan, bukanlah merupakan sebuah target sama sekali. Dia hanyalah merupakan sebuah harapan, dan dia tidak mempunyai tenaga di belakangnya. Tetapi jika Anda mengambil target-target Anda keluar dari imajinasi Anda, dan mengkristalisasikan mereka di atas kertas, Anda sesungguhnya memprogram mereka ke dalam pikiran bawah sadar Anda, dimana mereka akan mendapatkan tenaga dengan sendirinya.

Third: Set a deadline for your goal!.

A deadline accesses a forcing system in your subconscious mind. A deadline motivates you to do the things necessary to make your goal come true. If it is a big enough goal, set some deadlines as well. Don’t leave this to chance!.

Ketiga: Tetapkan sebuah batas waktu untuk target Anda!

Sebuah batas waktu mengakses sebuah sistem pemaksa di pikiran bawah sadar Anda. Sebuah batas waktu memotivasi Anda untuk melakukan hal-hal yang diperlukan untuk membuat target Anda menjadi kenyataan. Bila target itu cukup besar, maka tetapkan juga beberapa batas waktu. Jangan biarkan hal ini tergantung pada kesempatan saja!.

Fourth: Make a list of everything, that you can think of, that you’re going to have to do, to achieve your goal.

When you think of new tasks and activities, write them on your list until your list is complete.

Ke-empat: Buatlah sebuah daftar tentang apapun, yang dapat Anda pikirkan, yang harus Anda lakukan, untuk mencapai target Anda.

Bila terpikirkan oleh Anda, akan tugas-tugas dan aktivitas-aktivitas baru, tuliskan mereka ke dalam daftar Anda, sehingga daftar Anda itu menjadi lengkap.

Fifth step in this goal setting formula is for you to organize your list into a plan.

Decide what you’ll have to do first and what you’ll have to do second. Decide what is more important and what is less important. And then write out your plan on paper the same way you would develop a blue-print to build your dream house.

Langkah kelima dalam formula penetapan target ini adalah bagi Anda untuk menyusun daftar Anda menjadi sebuah rencana.

Putuskan apa yang harus Anda lakukan pada urutan pertama, dan apa yang harus Anda lakukan pada urutan kedua. Putuskan apa yang lebih penting, dan apa yang kurang penting. Dan kemudian tuliskan rencana Anda di atas kertas, dalam cara yang sama, seperti ketika Anda membuat sebuah cetak biru, untuk membangun rumah impian Anda.

The sixth step is for you to take action on your plan.

Do something. Do anything but get busy!. Get going!. Don’t delay!.

Langkah keenam adalah bagi Anda untuk mengambil tindakan berdasar rencana Anda tersebut.

Lakukan sesuatu!. Lakukan apa saja, tapi sibuklah!. Bergeraklah!. Jangan menunda!.

At step number seven, perhaps the most important of all, is for you to do something every single day that moves you in the direction of your most important goal at the time.

Take a look at the discipline of doing something 365 days each year that is moving you forward. You’ll be absolutely astonished at how much you accomplish when you utilize this formula in your life every single day.

Pada langkah ketujuh, mungkin yang terpenting dari semuanya, adalah bagi Anda untuk  melakukan sesuatu setiap hari, yang menggerakkan Anda ke arah target terpenting Anda pada saat itu.

Lihatlah pada disiplin untuk melakukan sesuatu 365 hari setiap tahun, yang menggerakkan Anda maju ke depan. Anda akan secara mutlak terkejut atas seberapa banyak yang dapat Anda selesaikan, ketika Anda memakai formula ini dalam kehidupan Anda setiap harinya.

Here’s an exercise, that you can do, that can change your life. Take a blank sheet of paper and write out ten goals that you want to accomplish in the next twelve months. Write each of these goals in the present tense. As though in years passed that you have already achieved the goal.

Berikut adalah sebuah latihan, yang dapat Anda lakukan, yang dapat mengubah hidup Anda. Ambillah secarik kertas kosong, dan tuliskan sepuluh target yang Anda ingin capai dalam 12 bulan berikutnya. Tuliskan setiap target dari target-target ini dengan memakai waktu sekarang. Seolah-olah sudah bertahun-tahun silam, Anda telah mencapai target itu.

Start each of these goals with the word “I”. For example you can write down goals like this:

“I earn x (=number) dollars a year”, or

“I weigh x (=number) pounds”, or

“I drive such and such a car”.

Your subconscious mind only accepts instructions when they are phrased in the present tense, and when they are preceded with the word “I”.

Mulailah setiap target dengan kata “Saya”. Sebagai contoh, Anda dapat menuliskan target-target seperti ini:

“Saya berpenghasilan x (=angka) dolar setahun”, atau

“Saya beratnya x (=angka) kg”, atau

“Saya mengendarai mobil merk ini atau itu”.

Pikiran bawah sadar Anda hanya menerima instruksi, jika susunan kata-katanya adalah dalam waktu sekarang, dan jika mereka diawali dengan kata “Saya”.

Once you have your list of ten goals, select the most important goal on that list. Ask yourself:

“What one goal, if I achieve it right now, would have the greatest positive impact on my life?”.

Whatever it is, put a circle around that goal.

Sekali Anda telah mempunyai daftar sepuluh target Anda, pilihlah target yang terpenting dalam daftar tersebut. Tanyakan pada diri Anda sendiri:

“Satu target manakah, yang jika saya capai saat ini, akan memberi dampak terbesar pada kehidupan saya?”.

Apapun dia adanya, beri tanda lingkaran pada target tersebut.

Then write at the top of a new sheet of paper, set a deadline, make a list, organize the list into a plan, take action on your plan, and do something every day until your goal is achieved. This exercise has made more people successful than perhaps any other single exercise.

Kemudian tuliskan target terpenting itu di bagian paling atas dari secarik kertas yang baru, tetapkan sebuah batas waktu, buatlah sebuah daftar dengan memasukkan target-target lainnya, susun daftar itu menjadi sebuah rencana, ambil tindakan berdasar rencana Anda, dan lakukan sesuatu setiap hari hingga target Anda tercapai. Latihan ini telah membuat lebih banyak orang menjadi sukses dibandingkan dengan, mungkin, latihan tunggal apapun lainnya.

From now on you should resolve to become intensely goal oriented. Think and talk about your goals all the time. Write them and re-write them. Review them every day. Continually look for better ways to achieve them. This combination of a goal setting formula and goal setting exercise will have more of a positive impact on your life than almost anything else you can ever do. Give it a try!.

Mulai sekarang, Anda harus menetapkan hati untuk berorientasi target secara intensif. Berpikir dan berbicaralah tentang target-target Anda sepanjang waktu. Tuliskan mereka dan tulis ulanglah mereka!. Baca ulang mereka setiap hari!. Secara terus menerus, carilah cara-cara lebih baik untuk mencapai mereka. Kombinasi ini, dari sebuah formula penetapan target dan sebuah latihan penetapan target, akan memberi dampak positip pada kehidupan Anda, jauh lebih banyak dibandingkan dengan apapun lainnya, yang mungkin dapat Anda lakukan. Silahkan coba!

00:11:11

# 3

Plan every day in advance!

Rencanakan setiap hari dimuka!

 

Daily planning is absolutely essential for you to double your productivity. You should practice the 6 P formula for high achievement. This formula says

“Prior Proper Planning Prevents Poor Performance!”

Proper planning is the mark of the profesional. All successful men and women take a good deal of time to plan their activities in advance.

Perencanaan harian adalah mutlak penting bagi Anda untuk menggandakan produktivitas Anda. Anda harus mempraktekkan formula 6 P untuk pencapaian tinggi. Formula ini mengatakan:

“Perencanaan dimuka, yang tepat, mencegah sedikitnya prestasi ”

Perencanaan yang tepat merupakan ciri khas seorang profesional. Semua orang sukses pria dan wanita menggunakan sebagian besar waktu mereka untuk merencanakan aktivitas mereka dimuka.

Remember the 10 – 90 rule which says that:

“That first 10% of time that you spend planning your activities before you begin, will save you as much as 90% of the time necessary to perform those activities, once you start work”.

Always think on paper. Something wonderful happens between your head and your hand, when you write out your plans in detail on paper before you begin. Writing actually sharpens your thinking. It stimulates your creativity and it enables you to focus far better than if you are just trying to work out of your mind.

Ingatlah hukum 10 – 90 yang mengatakan bahwa:

“10% pertama dari waktu, yang Anda habiskan untuk merencanakan aktivitas-aktivitas Anda, sebelum Anda memulainya, akan menghemat Anda sebanyak 90% dari waktu yang Anda perlukan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas tersebut, sekali Anda mulai mengerjakannya”.

Selalu, berpikirlah di atas kertas!. Sesuatu yang luar biasa terjadi antara kepala Anda dan tangan Anda, ketika Anda menuliskan rencana-rencana Anda secara mendetail di atas kertas sebelum Anda memulainya. Menulis, sebenarnya, menajamkan cara berpikir Anda. Dia merangsang kreativitas Anda, dan dia memungkinkan Anda, untuk fokus jauh lebih baik, dibandingkan jika Anda hanya sekedar mencoba mengerjakannya berdasar ingatan.

Begin by making a master list of everything you can think of that you have to do for the long term future. This master list then becomes the central control list for your life. Whenever you think of something new, that you have to do, write it down on your master list.

Mulailah dengan membuat sebuah daftar induk tentang semua yang dapat Anda pikirkan, yang harus Anda lakukan, untuk jangka panjang masa depan. Daftar induk ini kemudian menjadi daftar pusat kontrol  untuk kehidupan Anda. Manakala Anda terpikirkan akan sesuatu yang baru, yang harus Anda lakukan, tuliskanlah ke dalam daftar induk Anda ini.

At the beginning of each month, make a monthly list covering everything you can think of that you’ll have to do in the coming weeks. Then, break your monthly list down into a weekly list, that specify exactly when you are going to start and complete the task that you decided upon for the month.

Pada awal setiap bulan, buatlah sebuah daftar bulanan meliputi semua yang dapat Anda pikirkan, yang harus Anda lakukan, dalam minggu-minggu mendatang. Kemudian, rincilah daftar bulanan Anda ini menjadi sebuah daftar mingguan, yang menentukan secara tepat, kapan Anda akan mulai, dan kapan Anda akan menyelesaikan, tugas yang telah Anda putuskan untuk bulan tersebut.

Finally, and perhaps the most important, make a daily list of your activities, preferably the night before, so that your subconscious mind can work on your list while you sleep. Always work from a list!.

Akhirnya, dan mungkin juga yang paling penting, buatlah sebuah daftar harian tentang aktivitas-aktivitas Anda, sebaiknya pada malam sebelumnya, sehingga pikiran bawah sadar Anda dapat mengerjakan daftar ini selagi Anda tidur. Selalu, bekerjalah dari sebuah daftar!.

When something new comes up during the day, write it down on your list before you do it. As you work, you took off each item, as you finish it. This tracking gives you an ongoing sense of accomplishment and personal progress. Crossing off items, one by one, motivates you and actually gives you more energy. A list serves as a score card and makes you feel like a winner. It tells you where you are making progress and what you have to do the next day.

Jika sesuatu yang baru muncul dalam hari itu, tuliskan hal tersebut dalam daftar Anda sebelum Anda mengerjakannya. Pada saat Anda bekerja, Anda menyisihkan setiap tugas, saat Anda menyelesaikannya. Pelacakan ini memberi Anda sebuah cita rasa pencapaian dan kemajuan pribadi yang berkelanjutan. Mencoret keluar tugas-tugas, satu demi satu, memotivasi Anda dan benar-benar memberi Anda tenaga lebih banyak. Sebuah daftar berfungsi sebagai sebuah kartu skor dan membuat Anda merasakan diri Anda sebagai seorang pemenang. Dia menceritakan kepada Anda, dimana Anda telah membuat kemajuan, dan apa yang harus Anda lakukan keesokan harinya.

According to time management experts, working from a list will increase your productivity by 25% the very first day you begin doing it. All highly effective people think on paper and work from written lists.

Menurut para pakar manajemen waktu, bekerja dari sebuah daftar akan meningkatkan produktivitas Anda dengan 25% di hari pertama Anda mulai melakukannya. Semua orang-orang dengan effektivitas tinggi, berpikir di atas kertas dan bekerja dari daftar-daftar tertulis!

00:14:13

# 4

Use the ABCDE method to set priorities!

Gunakan metode ABCDE untuk menetapkan prioritas!

 

This is one of the most powerful time management techniques for setting priorities that you’ll ever learn. And the beauty of this method lies in the fact that it is so simple and easy to use and apply. The key to doubling your productivity in any area of your work or at any time of your life is for you to select your most valuable task and then for you to discipline yourself to work on that task until it’s complete.

Ini merupakan salah satu teknik manajemen waktu yang paling ampuh untuk menetapkan prioritas-prioritas, yang bakal pernah Anda pelajari. Dan indahnya metode ini terletak pada fakta, bahwa dia demikian sederhana, dan mudah untuk digunakan dan diterapkan. Kunci untuk menggandakan produktivitas Anda, di wilayah manapun dari pekerjaan Anda, atau di waktu manapun dari kehidupan Anda, adalah bagi Anda untuk memilih tugas Anda yang paling berharga, dan kemudian, bagi Anda untuk mendisiplinkan diri sendiri untuk mengerjakan tugas tersebut sampai selesai.

All of time management revolves around helping you clarify in your own mind the most important thing you can possibly be doing before you start. The way that you determine your highest priority at any moment is to think about the potential consequences of doing or not doing a particular task.

Keseluruhan manajemen waktu berputar sekitar menolong Anda memperjelas di dalam pikiran Anda, tentang hal terpenting yang dapat Anda lakukan, sebelum Anda memulainya. Cara Anda menentukan prioritas tertinggi Anda adalah dengan memikirkan konsekuensi-konsekuensi potensial, dari melakukan, atau tidak melakukan, sebuah tugas tertentu.

A task that is important is something that can have major consequences if it is done or not done. All highly productive people think continually about possible consequences as they plan and organize their activities.

Sebuah tugas yang penting adalah sesuatu yang dapat mempunyai konsekuensi besar, jika dia dilakukan, atau tidak dilakukan. Semua orang-orang dengan produktivitas tinggi memikirkan terus menerus tentang konsekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi, saat mereka merencanakan dan menyusun aktivitas-aktivitas mereka.

With the ABCDE method you make a list of everything that you have to do before you begin. You then go through the list carefully and put one of these letters next to each item on the list.

Dengan metode ABCDE, Anda membuat sebuah daftar dari semua yang harus Anda lakukan, sebelum Anda memulainya. Kemudian Anda memeriksa seluruh daftar itu secara teliti, dan membubuhkan salah satu dari huruf-huruf ini ke setiap tugas dalam daftar tersebut.

An A item is something that is very important. This is something that you must do. Something that has serious consequences for either doing it or not doing it. Put an A next to every key task on your list.

Sebuah tugas A merupakan sesuatu yang amat penting. Tugas ini harus Anda lakukan. Tugas ini mempunyai konsekuensi serius untuk, baik melakukannya, maupun tidak melakukannya. Bubuhkan sebuah huruf A ke setiap tugas utama dalam daftar Anda.

A B item is something that you should do but it’s not as important as an A item. There are consequences associated with doing it or not doing it, but they are only mild consequences that don’t last for very long.

Sebuah tugas B merupakan sesuatu yang harus Anda lakukan, tetapi dia tidak sepenting sebuah tugas A. Terdapat konsekuensi-konsekuensi yang terkaitkan dengan melakukan atau tidak melakukannya, tetapi mereka hanyalah konsekuensi-konsekuensi ringan yang tidak akan bertahan untuk waktu lama.

A C item is something that would be nice to do but for which there are no consequences at all. Phoning a friend. Going for coffee. Reading the newspaper or chatting with a co-worker are all things that are nice to do but they have absolutely no consequences for your career.or for your success.

The rule is that:

You should never do a B item when there is an A item left undone.

You should never do a C item when there is a B item left undone.

You must be very discipline about this.

Sebuah tugas C adalah sesuatu yang enak untuk dilakukan, tetapi tidak memiliki konsekuensi sama sekali. Menelepon seorang teman, pergi minum kopi, membaca surat kabar, atau bercakap-cakap dengan teman sekerja, merupakan hal-hal yang enak untuk dilakukan, tetapi mereka secara mutlak tidak punya konsekuensi sama sekali untuk karir Anda atau untuk sukses Anda.

Aturannya adalah:

Janganlah Anda melakukan sebuah tugas B, selama masih ada sebuah tugas A yang belum selesai.

Janganlah Anda melakukan sebuah tugas C selama masih ada sebuah tugas B yang belum selesai.

Anda harus amat disiplin mengenai aturan ini.

A D item is an item that you delegate or outsource to someone else who can do it pretty much as well as you The rule is that you should delegate every thing possible to free up more time for you to concentrate on your A activities.

Sebuah tugas D merupakan sebuah tugas yang dapat Anda delegasikan kepada orang lain atau orang luar, yang dapat melakukannya sebaik Anda. Aturannya adalah: Anda harus mendelegasikan semua tugas yang mungkin, untuk membebaskan lebih banyak waktu bagi Anda, agar Anda dapat berkonsentrasi pada aktivitas-aktivitas A Anda.

E stands for “Eliminate”. These are items that are such low priority that you can eliminate them completely. It will make no difference at all. Sometimes the discipline act of eliminating low value tasks can simplify your life and free up enough time for you to accomplish those tasks and at the greatest possible consequences for you.

E merupakan singkatan “Eliminasi”. Ini merupakan tugas-tugas dengan prioritas demikian rendahnya, sehingga mereka dapat Anda eliminasikan secara menyeluruh. Tidak akan ada bedanya sama sekali. Kadang-kadang perilaku disiplin untuk mengeliminasi tugas-tugas bernilai rendah, dapat memudahkan hidup Anda, dan membebaskan cukup waktu bagi Anda untuk menyelesaikan tugas-tugas dan dengan kemungkinan konsekuensi-konsekuensi terbesar bagi Anda.

Once you apply the ABCDE formula to your list, go back over the list and organize your A tasks by priority. Put an A1 next to your most important task. An A2 next to your second most important task and so on. Then begin immediately on your A1 task and discipline yourself to stay at it until it’s finished. This simple ABCDE formula alone will double your productivity.

Sekali Anda menerapkan formula ABCDE ini ke daftar Anda, periksa lagi daftar Anda dan susunlah tugas-tugas A Anda berdasar prioritas. Bubuhkan sebuah A1 di samping tugas Anda yang paling penting. Sebuah A2 di samping tugas yang nomor dua paling penting, dan seterusnya. Kemudian mulailah mengerjakan tugas A1 Anda, dan disiplinkan diri Anda untuk tetap pada tugas itu hingga selesai. Formula sederhana ABCDE ini saja, dapat menggandakan produktivitas Anda!.

00:17:55

# 5

Separate the urgent from the important!

Pisahkan yang “Mendesak” dari yang “Penting”!

 

Everything that you have to do during the day can be divided into one of four categories. These categories are determined by designating your tasks as either “urgent” or “not urgent”, and “important” or “not important”.

Semua yang Anda lakukan sepanjang hari dapat dibagi menjadi satu diantara empat kategori. Kategori-kategori ini ditentukan dengan menandai tugas-tugas Anda sebagai “mendesak” atau “tidak mendesak”, dan “penting” atau “tidak penting”.

The first type of task is both urgent and important. This is something that you have to do immediately. It’s a job that is in your face. Urgent and important tasks like: important telephone calls, meetings, customer calls and emergencies, are almost always determined by other people. They are vital requirements of your job. You cannot put them off without causing serious problems. Most people spend all day long doing things that are both urgent and important.

Jenis pertama adalah tugas yang memenuhi kedua-duanya, yaitu “mendesak” dan “penting”. Ini merupakan sesuatu yang harus Anda lakukan dengan segera. Dia adalah pekerjaan yang ada di depan wajah Anda. Tugas-tugas yang mendesak dan penting seperti: panggilan-panggilan telepon penting, rapat-rapat, telepon-telepon dari pelanggan, dan hal-hal yang darurat, adalah hampir selalu ditentukan oleh orang-orang lain. Mereka merupakan kebutuhan-kebutuhan vital pekerjaan Anda. Anda tidak dapat menundanya tanpa menyebabkan masalah-masalah serius. Kebanyakan orang-orang menghabiskan seluruh harinya mengerjakan tugas-tugas yang mendesak dan penting.

The second category of items are those that are important but not urgent. These are the items that usually have the greatest possible long term consequences. These are items like: personal renewal, upgrading your knowledge and skills, physical fitness and exercise, and spending time with your family.

Tugas-tugas yang termasuk kategori kedua adalah yang “penting” tetapi “tidak mendesak”. Tugas-tugas ini biasanya mempunyai kemungkinan konsekuensi-konsekuensi jangka panjang yang terbesar. Tugas-tugas ini adalah seperti: pembaharuan pribadi, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Anda, kebugaran dan latihan fisik, dan menghabiskan waktu dengan keluarga Anda.

An item that is important but not urgent is an item that can be put off until later. But, it is also the kind of item that can have the greatest possible long term impact on your life. Tasks and activities that are not urgent but important sooner or later become very urgent indeed. Like a term paper in college or a report for your boss, or one of your clients.

Sebuah tugas yang penting tetapi tidak mendesak, adalah sebuah tugas yang dapat ditunda hingga lain kali. Tetapi, dia juga merupakan tugas yang dapat mempunyai kemungkinan dampak jangka panjang terbesar pada kehidupan Anda. Tugas-tugas dan aktivitas-aktivitas yang tidak mendesak tetapi penting, lambat laun menjadi benar-benar sangat mendesak. Seperti sebuah makalah semester di akademi, atau sebuah laporan untuk boss Anda, atau salah seorang pelanggan Anda.

The third category of tasks are those items that are urgent but not important. These may consist of telephone calls, co-workers dropping in to see you, casual conversations about what is on televisions, and so on. You may engage in these activities at work, but they have no effect on your success.

Tugas-tugas kategori ketiga adalah tugas-tugas yang “mendesak” tetapi “tidak penting”. Termasuk di sini adalah panggilan-panggilan telepon, teman-teman sekerja yang mampir untuk menjenguk Anda, percakapan-percakapan sambil lalu tentang televisi sedang siaran apa, dan seterusnya. Anda bisa saja terlibat dalam aktivitas-aktivitas ini di pekerjaan, tetapi mereka tidak mempunyai pengaruh pada kesuksesan Anda.

Many people have to delude themselves into thinking that they are actually working when they are doing things that are urgent but unimportant. This, however, is a great time waster and a real killer of careers and future potential.

Banyak orang-orang harus membohongi diri mereka sendiri ke dalam bentuk pemikiran, bahwa mereka sedang benar-benar mengerjakan hal-hal yang mendesak tetapi tidak penting. Hal ini, bagaimanapun, merupakan aktivitas buang-buang waktu yang hebat, dan pembunuh karir dan potensi masa depan, yang sesungguhnya.

The greatest time-wasters of all are those activities that are neither urgent nor important. These are completely useless activities. These are things that you do during the day that are completely irrelevant and have no consequences at all. Like reading the newspaper, calling home to see what’s for dinner, or going shopping. They contribute nothing to your company or to your personal goals.

Aktivitas buang-buang waktu, terbesar dari semuanya,. adalah aktivitas-aktivitas yang “tidak mendesak” dan “tidak penting”. Mereka ini merupakan aktivitas-aktivitas yang tidak berguna sama sekali. Mereka ini adalah hal-hal yang Anda lakukan sepanjang hari, yang sepenuhnya tidak ada hubungannya, dan tidak punya konsekuensi sama sekali. Seperti membaca surat kabar, menelepon rumah untuk sekedar tahu apa menu makan malam, atau pergi berbelanja. Mereka tidak memberi kontribusi apapun bagi perusahaan Anda dan bagi target-target pribadi Anda.

The key to doubling your productivity is for you to spend more time doing things, that are urgent and important. And then, working on activities, which are important, but not urgent at the moment. You increase your productivity by refusing to do things that are not important at all. Because it simply doesn’t matter if they are done or not.

Kunci untuk menggandakan produktivitas Anda, adalah bagi Anda untuk menghabiskan lebih banyak waktu melakukan hal-hal, yang mendesak dan penting. Dan kemudian, mengerjakan aktivitas-aktivitas, yang penting tapi tidak mendesak untuk saat itu. Anda meningkatkan produktivitas Anda dengan menolak melakukan hal-hal yang tidak penting sama sekali. Karena tidak ada masalah sama sekali apakah mereka dilakukan atau tidak.

Always ask yourself:

“What are the long term potential consequences of doing this task?. What would happen if I didn’t do it at all?”.

And whatever your answer, let it guide you in your choice of priorities.

Selalu tanya diri Anda sendiri:

“Apakah yang menjadi konsekuensi-konsekuensi potensial jangka panjang, dengan melakukan tugas ini? Apa yang akan terjadi, jika saya tidak melakukannya sama sekali?”.

Dan apapun jawaban Anda adanya, biarlah dia membimbing Anda dalam pilihan prioritas-prioritas Anda.

00:21:25

# 6

Use the Law of Forced Efficiency!

Gunakan Hukum Penekanan pada Effisiensi!

 

This law says that there is never enough time to do everything, but there is always enough time to do the most important things. Whenever you work with more significant pressure to complete an important task; a task for which there are significant consequences, you put your head down, and you get the job done, by the dead-line.

Hukum ini mengatakan bahwa tidak pernah ada cukup waktu untuk melakukan segalanya, tetapi selalu ada cukup waktu untuk melakukan hal-hal yang paling penting. Manakala Anda bekerja di bawah tekanan yang lebih signifikan, untuk menyelesaikan sebuah tugas; sebuah tugas untuk mana terdapat konsekuensi-konsekuensi yang signifikan, maka Anda menundukkan kepala Anda, dan Anda menyelesaikan pekerjaan itu, sebelum batas waktu yang ada.

Many people cannot discipline themselves to get the job done in advance. They, then, say, that they work best under pressure. However, no one works best under pressure!. This is just a justification for poor time management.

Banyak orang tidak dapat mendisiplin diri mereka untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum batas waktu. Mereka, kemudian, berkata bahwa mereka bekerja terbaik bila di bawah tekanan. Bagaimanapun, tidak seorangpun bekerja terbaik di bawah tekanan!. Ini hanyalah sebuah alasan pembenaran untuk manajemen waktu yang jelek.

When you are under pressure, you not only experience more stress, but you also make more mistakes. These mistakes often requires that the job are being re-done again at a later time.

Jika Anda berada di bawah tekanan, Anda tidak hanya mengalami lebih banyak stres, tetapi Anda juga membuat lebih banyak kesalahan-kesalahan. Kesalahan-kesalahan ini seringkali mensyaratkan bahwa pekerjaan itu harus dikerjakan ulang di lain waktu.

There are four great questions that you can ask to increase your efficiency and double your productivity. Here they are:

Terdapat empat pertanyaan hebat yang dapat Anda tanyakan untuk meningkatkan effisiensi Anda dan menggandakan produktivitas Anda. Inilah mereka:

First, begin by asking before you start work:

What is the highest value use of my time?”.

“What is it that you do that contributes the greatest amount of value to your work and to your life?”.

“What is it that you do that pays the very most, or yields the highest reward, to you and your company?”.

Talk to your boss and to the people around you. Ask for input. You must be absolutely clear about the answer to these questions, and work on these high value activities all the time.

Pertama, mulailah dengan bertanya, sebelum Anda mulai kerja:

“Tugas apakah yang memberi nilai tertinggi untuk penggunaan waktu saya?”.

”Tugas apakah gerangan, yang Anda lakukan, yang memberi kontribusi nilai dalam jumlah terbesar bagi pekerjaan Anda dan kehidupan Anda?”.

”Tugas apakah gerangan, yang Anda lakukan, yang membuahkan penghasilan terbanyak, atau menghasilkan penghargaan tertinggi, bagi Anda dan perusahaan Anda?”.

Bicarakan dengan boss Anda dan dengan orang-orang di sekitar Anda. Mintalah masukan. Anda harus mutlak jelas tentang jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, dan mengerjakan aktivitas-aktivitas bernilai tinggi ini sepanjang waktu.

Second, ask yourself, literally:

“Why am I on the pay roll?. Exactly what have you been hired to do?. And of all the things, that you have been hired to do, what are the few accomplishments, that most determine your success in your job?”.

Whatever the answers to these questions, these are the activities that you need to focus on all day long.

Kedua, tanya diri Anda sendiri, secara sungguh-sungguh:

“Mengapa saya ada dalam daftar gaji?. Tepatnya, Anda telah dipekerjakan untuk melakukan apa?. Dan dari semua hal yang ada, yang merupakan alasan Anda dipekerjakan, apakah beberapa pencapaian-pencapaian, yang paling banyak menentukan sukses Anda di pekerjaan Anda?”

Apapun isinya jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, mereka merupakan aktivitas-aktivitas yang harus menjadi fokus Anda sepanjang hari.

The third question for maximum efficiency is this:

“What can you, and only you, do, that if done well, can make a real difference?”.

At any given time there is only one answer to this question. This is the sort of test that if you don’t do it, it doesn’t get done. But if you do do it, and you do it well, you can make a major difference!. Whatever it is, you should be working on it, above all else!. This is where you can make your greatest contribution.

Pertanyaan ketiga untuk effisiensi maksimum adalah ini:

“Apakah yang dapat Anda lakukan, dan hanya Anda yang dapat melakukannya, yang bila dilakukan dengan baik, dapat membuat perbedaan nyata?”

Tentukan waktu kapanpun, hanya ada satu jawaban untuk pertanyaan ini. Ini merupakan sejenis tes yang akan mengungkapkan, bahwa jika Anda tidak melakukannya, maka pekerjaan itu tidak akan selesai. Tetapi jika Anda benar-benar melakukannya, dan Anda melakukannya dengan baik. Anda dapat membuat perbedaan besar!. Apapun dia adanya, Anda harus mengerjakannya, di atas segalanya!. Inilah dimana Anda dapat membuat kontribusi terbesar Anda!

The fourth question is perhaps the best time management question of all. It is simply this:

“What is the most valuable use of my time right now?”.

Always ask yourself:

“What is the most valuable use of my time right now?”.

And whatever your answer to that question, be sure, THAT is, what you are doing, most of the time.

Pertanyaan keempat mungkin merupakan pertanyaan manajemen waktu terbaik dari semua pertanyaan yang ada. Dia hanyalah ini:

“Apakah kegunaan paling berharga dari waktu saya sekarang ini?”

Selalu tanya diri Anda sendiri:

“Apakah kegunaan paling berharga dari waktu saya sekarang ini?”

Dan apapun jawaban Anda untuk pertanyaan itu, pastikan, ITULAH, yang sedang Anda kerjakan, pada sebagian besar waktu Anda.

Your ability to ask and answer these questions on a regular basis will keep you on track and perform at your best.

“What are our highest value activities?”,

“Why am I on the pay-roll?”,

“What can I and only I do, that if done well, can make a real difference?”,

 and

“What is the most valuable use of my time right now?”.

Discipline yourself to work only on your answers to those questions, and this alone will double your productivity.

Kemampuan Anda untuk menanyakan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini sebagai sebuah kebiasaan, akan menjaga Anda untuk tetap di dalam jalur, dan berada di prestasi terbaik Anda.

“Apakah yang merupakan aktivitas-aktivitas bernilai tertinggi kita?”

“Mengapa saya ada dalam daftar gaji?”

“Apakah yang dapat saya lakukan, dan hanya saya yang dapat melakukannya, yang bila dilakukan dengan baik, dapat membuat perbedaan nyata?”

Dan

“Apakah kegunaan paling berharga dari waktu saya sekarang ini?”

Disiplinkan diri Anda untuk bekerja hanya pada jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, dan hal ini saja, dapat menggandakan produktivitas Anda.

00:25:15

# 7

Apply the 80 – 20 rule!

Terapkan aturan 80 – 20!

 

The 80 – 20 rule, the Pareto principle, is one of the most important and powerful of all time management principles. This rule comes from the Italian economist, Vilfredo Pareto, who divided all activities into the vital few and the trivial many.

Aturan 80 – 20, prinsip Pareto, merupakan salah satu prinsip manajemen waktu yang paling penting dan paling ampuh. Aturan ini datang dari seorang ekonom Italia, Vilfredo Pareto, yang membagi semua aktivitas-aktivitas menjadi dua, yaitu “sedikit yang vital” dan “banyak yang sepele”.

This law says that 20% of the things you do, the vital few, will account for fully 80% of the value of all the things you do. The reverse of this principle is that 80% of the things you do will account for only 20% of the value of your activities.

Hukum ini mengatakan, bahwa 20% dari hal-hal yang Anda lakukan, “sedikit yang vital”, akan menjelaskan bagi 80% nilai dari semua hal-hal yang Anda lakukan. Kebalikan dari prinsip ini adalah, bahwa 80% dari hal-hal yang Anda lakukan, akan menjelaskan bagi hanya 20% nilai dari aktivitas-aktivitas Anda.

This 80 – 20 rule applies to all aspects in business and personal life.

In business,

80% of your sales will come from 20% of your customers.

80% of your profits will come from 20% of your products.

80% of your sales will come from 20% of your sales people.

80% of your income, success, and advancements will come from 20% of your activities.

Aturan 8 – 20 ini berlaku untuk semua aspek-aspek dalam bisnis dan kehidupan pribadi. Di dalam bisnis:

80% dari sales Anda, akan datang dari 20% para pelanggan Anda.

80% dari keuntungan Anda, akan datang dari 20% produk-produk Anda.

80% dari sales Anda, akan datang dari 20% orang-orang sales Anda.

80% dari penghasilan, sukses dan kemajuan Anda, akan datang dari 20% aktivitas-aktivitas Anda.

If you make a list of 10 things that you have to do in a particular day, 2 of those items will turn out to be worth more than all the others put together. Your ability to identify and focus on the top 20% of tasks will determine your success and productivity as much as any other factor.

Jika Anda membuat sebuah daftar terdiri dari 10 hal, yang harus Anda lakukan di suatu hari tertentu, 2 diantaranya akan bernilai lebih banyak dibandingkan dengan jumlah nilai keseluruhan sisanya. Kemampuan Anda untuk mengidentifikasi dan fokus pada 20% teratas dari tugas-tugas yang ada, akan menentukan sukses dan produktivitas Anda, sebanyak faktor lain manapun.

And here is an idea for you:

“Practice creative procrastination with the 80 – 20 rule”.

Such you can do everything, you have to procrastinate on something. Therefore discipline yourself to procrastinate on the 80% of activities that contribute very little value to your life and your results.

Dan inilah sebuah ide untuk Anda:

“Praktekkan penundaan kreatif dengan memakai aturan 80 – 20!”

Supaya Anda dapat melakukan semuanya, Anda harus menunda sesuatu. Karenanya, disiplinkan diri Anda untuk menunda 80% aktivitas-aktivitas yang mengkontribusikan nilai amat kecil, bagi kehidupan Anda dan hasil-hasil Anda.

The average person procrastinates on high value tasks. But this is not for you! You must hold your own feet to the fire and procrastinate deliberately and continuously on those low value items that have very few consequences, if they are done or not.

Rata-rata orang menunda tugas-tugas bernilai tinggi. Tetapi ini bukanlah bagi Anda!. Anda harus sanggup bersakit-sakit dengan sengaja menunda terus menerus hal-hal bernilai rendah itu, yang mempunyai amat sedikit konsekuensi, jika mereka dilakukan atau tidak.

Before you start work, always check to make sure that what you are doing is in the top 20% of all the things that you could be doing. Procrastinate on the rest!

Sebelum Anda mulai bekerja, selalu periksa untuk meyakinkan bahwa apa yang sedang Anda lakukan berada dalam 20% dari hal-hal yang dapat Anda lakukan. Tundalah sisanya!

00:27:40

# 8

Work at your energy peaks!

Bekerjalah pada puncak-puncak tenaga Anda!

 

One of the most important requirements for high productivity is high levels of physical, mental, and emotional energy. All highly productive, highly successful, highly paid people, have high levels of energy, sustained over long periods of time. To generate and maintain high levels of energy, you need to practice proper eating, proper exercise and proper rest.

Salah satu persyaratan terpenting untuk produktivitas tinggi adalah tenaga fisik, mental dan emosional tingkat tinggi. Semua orang-orang yang amat produktif, amat sukses, amat tinggi bayarannya, mempunyai tenaga tingkat tinggi, terus menerus untuk periode-periode waktu yang lama. Untuk menghasilkan dan memelihara tenaga tingkat tinggi, Anda perlu mempraktekkan makan makanan yang tepat, latihan fisik yang tepat dan istirahat yang tepat.

You need to eat light nutritious high protein foods, and avoid fats, sugars, white flour products, pasta, potatoes, candy, soft drinks and desserts of all kinds.

Anda perlu makan makanan-makanan yang ringan, bernutrisi, dan berprotein tinggi, dan menghindari semua jenis jenis lemak, gula-gula, produk-produk gandum putih, pasta, kentang, permen, soft drinks dan dessert.

You need to get regular exercise 3 – 5 times per week 30 – 60 minutes each time. I have always been amazed to find that marathon and triathlon runners, people who sometimes work out several hours a day are also among the highest paid and most productive people in their fields. There seems to be a direct relationship between physical fitness and energy on the one hand, and high levels of productivity on the other.

Anda perlu melakukan latihan fisik secara teratur 3 – 6 kali seminggu, 30 – 60 menit setiap kalinya. Saya telah selalu dibuat kagum melihat para pelari marathon dan triathlon. Mereka merupakan orang-orang yang kadang-kadang berlatih beberapa jam sehari, dan adalah juga termasuk orang-orang paling produktif dan berpenghasilan tertinggi di bidang-bidang mereka. Kelihatannya terdapat keterkaitan langsung antara kebugaran fisik dan tenaga di satu sisi, dan tingkat-tingkat produktivitas tinggi di sisi lainnya.

Be sure to get lots of rest. Especially, if you are working hard. You need at least 7 or 8 hours of sleep per night and sometimes even more. You need to take at least one full day off each week and two full weeks off each year, if you want to perform at your best.

Pastikan untuk mendapat banyak banyak istirahat. Terutama, jika Anda sedang bekerja keras. Anda butuh paling sedikit 7 atau 8 jam tidur setiap malam, dan kadang-kadang bahkan lebih banyak. Anda perlu mengambil minimal satu hari utuh setiap minggu untuk istirahat, dan dua minggu penuh setiap tahun untuk cuti, jika Anda ingin mencapai prestasi terbaik Anda.

You should identify the times of day that you are the brightest and most alert. For some people this is the morning, for others it is the afternoon wreathy. Whatever it is for you, you should schedule your most creative and demanding tasks during the time of day when you are at your very best. Especially you should do creative work such as writing reports and proposals at your energy peaks.

Anda harus mengidentifikasi waktu-waktu dan hari-hari, dimana Anda berada pada kondisi paling cemerlang dan siaga. Untuk orang-orang tertentu, ini adalah pagi hari, untuk orang-orang lain ini adalah lingkaran sore hari. Apapun adanya bagi Anda, Anda harus menjadwalkan tugas-tugas Anda yang paling kreatif dan paling menantang, di sepanjang waktu di hari tersebut, dimana Anda sedang berada di kondisi terbaik. Terutama sekali, Anda harus melakukan pekerjaan kreatif seperti menulis laporan-laporan dan proposal-proposal pada tenaga-tenaga puncak Anda.

Perhaps your most valuable asset in your work is your ability to think well and perform effectively. Maximum performance and productivity requires that you take excellent care of your physical and mental health, and that you work at your most important jobs when you experience your highest levels of energy. This is a major key to high output and great success.

Mungkin aset paling berharga Anda dalam pekerjaan Anda adalah kemampuan Anda untuk berpikir dengan baik dan berprestasi secara effektif. Prestasi dan produktivitas maksimum mensyaratkan Anda untuk menjaga dengan baik sekali, kesehatan mental dan fisik Anda, dan bahwa Anda bekerja pada pekerjaan-pekerjaan Anda yang paling penting pada saat Anda berada pada tingkat-tingkat tenaga tertinggi Anda. Ini adalah kunci utama menuju hasil tinggi dan sukses besar.

00:30:15

# 9

Practice single handling with key tasks!

Praktekkan penanganan tunggal pada tugas utama!

 

Single handling is one of the most powerful of all time management techniques. This technique alone will boost your productivity by 50% or more the very first day you begin practicing it. When you make single handling a habit, you can actually double your productivity even if you do nothing else recommended in this program.

Penanganan tunggal merupakan salah satu teknik manajemen waktu yang paling ampuh. Teknik ini saja akan mendorong produktivitas Anda dengan 50% atau lebih, pada hari pertama Anda mulai mempraktekkannya. Jika Anda membuat penanganan tunggal sebuah kebiasaan, Anda sebenarnya dapat menggandakan produktivitas Anda, walaupun Anda tidak melakukan apapun lainnya yang direkomendasikan oleh program ini.

The way it works is simple. You make a list of everything you have to do. You select the most important item on your list, the highest value use of your time. Then, you start work on that most important task and you discipline yourself to stay at it until it is 100% complete.

Cara bekerjanya adalah sederhana. Anda membuat sebuah daftar dari semua yang harus Anda lakukan. Anda memilih tugas yang paling penting dalam daftar Anda, kegunaan nilai tertinggi dari waktu Anda. Kemudian, Anda mulai mengerjakan tugas paling penting itu, dan Anda mendisiplinkan diri Anda sendiri untuk tetap padanya sampai dia 100% selesai.

Andrew Carnegie, who became one of the richest man in the world, after starting as a day labor, in a Pittsburg steel plant, attributed much of his wealth and success to this simple formula. He said that he had transformed his life and the lives of everyone who ever worked for him.

Andrew Carnegie, yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia, setelah mulai sebagai pekerja harian, di sebuah pabrik baja di Pittsburg, menyatakan bahwa banyak kekayaan dan suksesnya adalah berkat formula sederhana ini. Dia mengatakan bahwa dia telah mentransformasi kehidupannya dan kehidupan setiap orang yang pernah bekerja untuk dia.

Remember, the two keys to success are focus and concentration. Your ability to concentrate single mindedly without diversion or distraction on one thing, the most important thing, and stay with it until it is complete, will contribute more to your success than any other habit you ever developed.

Ingatlah, bahwa dua kunci sukses adalah fokus dan konsentrasi. Kemampuan Anda untuk berkonsentrasi dengan pikiran terarah hanya pada satu hal tanpa penyimpangan dan distraksi, pada hal yang paling penting, dan tetap padanya hingga selesai, akan memberi kontribusi lebih banyak untuk sukses Anda, dibandingkan dengan kebiasaan lain apapun yang pernah Anda kembangkan.

The fact is, if you start a task and then put it aside, coming back to it later, and starting again, you can eventually increase the amount of time required to perform that task, by 500% or five times. On the other hand, if you pick up a task and you discipline yourself to stay at it until it’s done you can decrease the amount of time it takes to do that task by as much as 80%. This is one of the great secrets of time management and high productivity. And, it’s a habit you can learn by repetition and practice over and over again.

Faktanya adalah, jika Anda memulai sebuah tugas dan kemudian mengesampingkannya, untuk nanti kembali ke tugas itu lagi, dan memulainya lagi, maka pada akhirnya Anda dapat menambah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tugas itu, dengan 500% atau lima kalinya. Sebaliknya, jika Anda memilih sebuah tugas dan Anda mendisiplin diri sendiri untuk tetap pada tugas itu sampai selesai, Anda dapat mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tugas tersebut dengan sebanyak 80%. Inilah salah satu rahasia terbesar manajemen waktu dan produktivitas tinggi. Dan, ini merupakan sebuah kebiasaan yang dapat Anda pelajari dengan pengulangan dan praktek berulang-ulang.

There are two major pay-offs from single handling. The first is that you will become one of the most valuable and highest paid people in your field and very quickly.

Terdapat dua buah bayaran utama dari penanganan tunggal. Yang pertama adalah bahwa Anda akan menjadi salah satu orang paling berharga dengan penghasilan tertinggi dan secara cepat sekali.

The second and even more important, is that every time you complete a major task, you get an endorphin rush. Your brain releases a chemical that gives you a feeling of well being. You feel happy all over. And your self esteem goes up. You feel energized and motivated and eager to start on another task. Single handling is one of the most important of all success principles ever discovered.

Yang kedua dan bahkan lebih penting lagi, adalah bahwa setiap kali Anda menyelesaikan sebuah tugas besar, Anda mendapatkan sebuah dorongan endorphin. Otak Anda melepaskan sebuah bahan kimia yang memberi Anda sebuah perasaan luar biasa baik. Anda merasa bahagia total. Dan harga diri Anda bergerak ke atas. Anda merasa terisi tenaga dan termotivasi dan ingin sekali untuk memulai sebuah tugas lain. Penanganan tunggal merupakan salah satu yang terpenting dari semua prinsip sukses yang pernah ditemukan.

00:33:05

# 10

Eat that frog!

Makanlah kodok itu!

 

There is an old saying that goes like this:

“If the very first thing you do each morning is to get up and eat a live frog, you can have the satisfaction of knowing that it is probably the worst thing that is going to happen to you all day long”.

Terdapat sebuah peribahasa kuno yang berbunyi sebagai berikut:

“Jika hal pertama yang Anda lakukan setiap pagi, adalah bangun pagi dan makan seekor kodok hidup, maka Anda dapat merasa puas dengan mengetahui, bahwa inilah hal paling buruk, yang mungkin sekali dapat terjadi atas diri Anda sepanjang hari”.

And there is another observation that says:

“If you have to eat a live frog, it doesn’t pay to sit and look at it for too long”.

Your frog is the biggest, ugliest, hardest, most challenging, but most important task that you have to do at any given time or on any given day.

Dan ada sebuah pengamatan lain yang mengatakan:

“Jika Anda harus makan seekor kodok hidup, tidak ada gunanya untuk duduk dan memandangnya terlampau lama”.

Kodok Anda adalah tugas paling besar, paling jelek, paling berat, paling menantang, tetapi paling penting, yang harus Anda lakukan pada waktu tertentu kapanpun atau pada hari tertentu manapun.

The jobs that can make the greatest difference in your career and in your life are invariably big hard jobs. These are the very jobs that you are most likely to procrastinate on them. These are the jobs that you keep putting off, eventhough you know, how important they are, or can be, if you get them done.

Pekerjaan-pekerjaan yang dapat membuat perbedaan terbesar dalam karir Anda, dan dalam kehidupan Anda, adalah selalu pekerjaan-pekerjaan yang besar dan berat. Inilah pekerjaan-pekerjaan yang paling mungkin sekali akan Anda tunda. Inilah pekerjaan-pekerjaan yang Anda tunda dan tunda terus, walaupun Anda tahu, bagaimana pentingnya mereka itu, atau dapat menjadi penting, jika Anda menyelesaikannya.

Here is the formula for single handling: Make a list of everything, that you have to do the next day, the night before. Organize the list by priority using the ABCDE method. Select your A1 task, the most important thing you have to do tomorrow, and put in in the center of your desk, or work-place, before you quit for the day.

Inilah formula untuk penanganan tunggal: Buatlah sebuah daftar dari semuanya, yang harus Anda lakukan pada hari berikutnya, pada malam sebelumnya. Susunlah daftar itu berdasar prioritas dengan menggunakan metode ABCDE. Pilih tugas A1 Anda, yaitu hal terpenting yang harus Anda lakukan besok, dan letakkan di tengah-tengah meja Anda, atau tempat kerja, sebelum Anda mengakhiri hari tersebut.

Then, first thing in the morning before you make any telephone calls, or read the news-paper, or talk with your co-workers, discipline yourself to start work on that task and stay with it until it’s done.

Kemudian, sebagai hal pertama di pagi hari, sebelum Anda menelepon, atau baca surat kabar, atau bicara dengan teman-teman sekerja Anda, disiplinkan diri Anda untuk mulai mengerjakan tugas itu, dan tetap padanya sampai selesai.

Discipline yourself to eat your frog every morning, until it becomes a habit. This starts your day with a bang. From then on, you have more energy, greater focus, and you will work at a higher tempo. You’ll always get far more done on the day when you eat your frog first thing.

Disiplinkan diri Anda untuk makan kodok Anda setiap pagi, hingga hal ini menjadi sebuah kebiasaan. Ini akan memulai hari Anda dengan sebuah ledakan. Mulai saat itu selanjutnya, Anda punya lebih banyak tenaga, fokus lebih besar, dan Anda akan bekerja dengan kecepatan lebih tinggi. Anda akan selalu mengerjakan jauh lebih banyak pada hari dimana Anda makan kodok Anda sebagai hal pertama.

About five years ago I was conducting expertise planning exercise with a 30 million dollar company. I told them the story about eating their frog first thing in the morning. They liked the story so much, that at the following Christmas, every executive in the company received a brass frog to put on their desk to remind them of the importance of the principle.

Sekitar lima tahun yang lalu, saya memimpin sebuah latihan perencanaan keakhlian di sebuah perusahaan beraset 30 juta dolar. Saya menyampaikan kepada mereka cerita tentang makan kodok mereka sebagai hal pertama di pagi hari. Mereka demikian menyukai cerita itu, sehingga pada hari Natal berikutnya, setiap eksekutif di perusahaan itu menerima sebuah kodok tembaga untuk diletakkan di atas meja mereka, untuk mengingatkan mereka tentang pentingnya prinsip ini.

Within five years, the company’s annual sales jump from 30 million dollars per year to over 100 million dollars. As well the company, the executives that I continue to work with, proudly point out the brass frogs on their desks and tell me what a difference it has made on their lives. Try it for yourself! Eat that frog!.

Dalam waktu lima tahun, penjualan tahunan perusahaan ini melonjak dari 30 juta dolar setahun ke lebih dari 100 juta dolar. Baik perusahaan, maupun para eksekutif, dengan siapa saya tetap kerja sama, dengan bangga menunjuk pada kodok-kodok tembaga di meja-meja mereka, dan menyampaikan kepada saya, bagaimana hal ini telah membuat perbedaan dalam hidup mereka. Cobalah untuk diri Anda sendiri! Makanlah kodok itu!

00:35:55

# 11

Organize your work space!

Aturlah ruang kerja Anda!

 

Highly productive people work from a clean desk and a clean work space. Inefficient unproductive confused people look apart. Their work place often looks as though a grenade has gone off scattering papers and files everywhere. This is not for you!.

Orang-orang dengan produktivitas tinggi bekerja dari sebuah meja yang bersih dan sebuah ruang kerja yang bersih. Orang-orang kacau-balau yang tidak effisien dan tidak produktif kelihatan berbeda. Tempat kerja mereka seringkali tampak bagaikan sebuah granat telah meledak, dan telah melontarkan kertas-kertas dan arsip-arsip kemana-mana. Ini bukanlah bagi Anda!

Make it a habit to clean off your work space and to work from a clean desk all the time. Even if you have to take everything off your desk, and put it behind you, on the floor, on a credenza. Keep your desk clean!.

Jadikan sebuah kebiasaan untuk membersihkan ruang kerja Anda, dan untuk bekerja dari sebuah meja yang bersih sepanjang waktu. Walaupun untuk itu Anda harus memindahkan semuanya dari meja Anda, dan meletakkannya di belakang Anda, di atas lantai, di atas sebuah meja pendamping. Jagalah agar meja Anda selalu bersih!

Fully 30% of working time today is spent looking for something that has been misplaced in some way. When people say that they work better from a messy desk, it turns out, not to be true at all. When these same people are forced to clean up their work space, and work on one item at a time, their productivity doubles within 24 hours. It amazes them to learn the truth.

Sepenuhnya 30% dari waktu kerja hari ini telah dihabiskan untuk mencari sesuatu, yang mengikuti cara tertentu telah salah letak. Jika orang-orang mengatakan bahwa mereka bekerja lebih baik dari sebuah meja yang kacau balau, kenyataannya adalah, bahwa itu adalah tidak benar sama sekali. Jika orang-orang yang sama ini dipaksa untuk membersihkan ruang kerja mereka, dan mengerjakan satu tugas setiap saatnya, produktivitas mereka meningkat dua kali dalam waktu 24 jam. Hal ini mengagumkan mereka, saat mempelajari kebenarannya.

Use what is called the “T R A F formula” on all your papers. The four letters stand for Toss, Refer, Action, and File. T R A F.

Pakallah apa yang disebut formula TRAF pada semua kertas-kertas Anda. Keempat huruf-huruf ini berdiri untuk “Toss” (=lempar), “Refer” (=arahkan), “Action” (=tindakan), dan “File” (=arsip). T R A F.

Your wastebasket is one of the most helpful time management tools in your office. Throw away and toss everything that you possibly can before you get bogged down reading through it. This is especially true with direct mail advertising, unneccessary subscriptions for magazines, newspapers or any other material that you have no need of.

Keranjang sampah Anda merupakan salah satu alat bantu manajemen waktu yang paling membantu di kantor Anda. Buang jauh-jauh dan lontarkan semuanya yang mungkin, sebelum Anda terjebak untuk membacanya hingga selesai. Ini adalah terutama benar, jika mengenai adpertensi pos langsung, berlangganan ke majalah-majalah yang tidak perlu, surat-kabar surat-kabar, atau materi lain apapun, yang tidak Anda perlukan.

The second letter R stands for Refer. This is something that someone else should deal with. Make a note on it and send it off. Take every opportunity to delegate or refer everything you possibly can so that you have more time to do those things that only you can do.

Huruf kedua R berdiri untuk “Refer” (=arahkan). Ini merupakan sesuatu yang harus ditangani oleh orang lain. Buat sebuah catatan padanya dan kirimkan. Gunakan setiap kesempatan untuk mendelegasikan atau mengarahkan semua hal yang mungkin diarahkan ke orang lain, sehingga Anda punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang hanya Anda yang bisa melakukannya.

The third letter A stands for Action. Use a red file for this purpose to make it stand out. Your action file contains everything that you have to take action on in the foresee of future. By putting things in your action file you deal with them and get them out of the way.

Huruf ketiga A berdiri untuk “Action” (=tindakan). Gunakan sebuah arsip warna merah untuk tujuan ini agar terlihat menonjol. Arsip tindakan Anda terdiri atas semua hal, yang harus Anda ambil tindakan, dari sudut pandang masa depan. Dengan meletakkan hal-hal, ke arsip tindakan Anda, maka Anda menangani mereka, dan menyingkirkan mereka.

And the final letter F stands for File. These are papers and documents, that you think, you will need to have available to you, at a later time. But remember, before you file things, that 80% of all the items that are filed, are never referred to again. When you make a note to file something, you’re creating work for someone else. Be sure, that it is necessary, before you file it.

Dan huruf terakhir F berdiri untuk “File” (=arsip). Ini merupakan kertas-kertas dan dokumen-dokumen, yang menurut Anda, akan Anda perlukan agar tersedia bagi Anda, di waktu kemudian. Tetapi ingatlah, sebelum Anda mengarsipkan sesuatu, bahwa 80% dari semua hal-hal yang diarsipkan, tidak merupakan bahan arahan lagi. Jika Anda membuat sebuah catatan untuk mengarsipkan sesuatu, Anda sedang menciptakan kerja bagi seorang lain. Pastikan, bahwa tindakan ini perlu, sebelum Anda mengarsipkannya.

There are track management specialists today who charge several hundred dollars to help executives clear up their desks and offices. One of the first things these experts do is to help their clients go through the piles of material that the executives have been saving up to read at a later time.

Terdapat spesialis-spesialis “manajemen jejak” masa kini yang memasang tarip beberapa ratus dolar untuk menolong para eksekutip membebaskan meja-meja dan kantor-kantor mereka dari hal-hal yang tidak diperlukan. Salah satu hal pertama yang dilakukan oleh para akhli ini adalah menolong para pelanggan mereka untuk memeriksa tumpukan-tumpukan materi, yang telah disimpan oleh para eksekutip itu untuk dibaca di lain waktu.

And here is the rule:

“If you have not read in the last six months, it’s junk!. Throw it away!”.

My motto for keeping my office clean is this:

“When in doubt, throw it out!”.

Dan inilah aturannya:

“Jika belum pernah Anda baca dalam waktu enam bulan belakangan ini, itu merupakan sampah! Buang!”

Motto saya untuk menjaga agar kantor saya bersih adalah:

“Jika ragu, buang!”

This also applies to all clothes, all furnitures, all toys, anything else that is cluttering up your life. Many people are bag-rats in their attitude towards saving magazines, newsletters, newspapers, and other informations that comes in the door. This inablility to throw things out usually comes from a poor childhood or from a parent who had a poor childhood.

Hal ini berlaku juga bagi semua pakaian, semua perabotan, semua mainan, apapun lainnya, yang mengacaukan hidup Anda. Banyak orang-orang merupakan tikus-tikus kantung dalam sikap mereka terhadap menyimpan majalah-majalah, surat-surat berita, surat-kabar surat kabar, dan informasi-informasi lainnya yang masuk ke pintu mereka. Ketidakmampuan untuk membuang keluar, biasanya datang dari masa kecil yang miskin, atau dari orang tua yang mempunyai masa kecil yang miskin.

The fact is that you will never be able to read all the information you receive on a daily basis. You must discipline yourself to throw it away as quickly as you possibly can. Keep your work space clean and keep only one thing in front of you at a time. This will dramatically increase your productivity.

Faktanya adalah bahwa Anda tidak akan pernah bisa membaca semua informasi yang Anda terima setiap harinya. Anda harus mendisiplinkan diri Anda, untuk membuang mereka pergi, secepat yang mungkin dapat Anda lakukan. Jagalah agar ruang kerja Anda bersih, dan jagalah agar hanya ada satu hal di depan Anda setiap waktu. Ini akan secara dramatis meningkatkan produktivitas Anda!.

00:40:04

# 12

Use travel time productively!

Gunakan waktu perjalanan secara produktif!

 

The two major forms of travel time are driving and flying. You should turn both of these forms of transition time into highly productive time. When you drive always listen to educational audio programs. The average person sits in his or her car 500 to 1.000 hours each year. This is the equivalent of one to two full time university semesters.

Dua bentuk utama dari waktu perjalanan adalah menyetir dan terbang. Anda harus mengubah kedua bentuk waktu transisi ini menjadi waktu dengan produktivitas tinggi. Ketika Anda sedang menyetir, selalu dengarkan program-program audio pendidikan. Rata-rata orang duduk di mobilnya 500 sampai 1.000 jam setiap tahun. Ini adalah ekivalen dengan satu atau dua semester penuh di universitas.

Experts in the University of Southern California recently concluded that you can get the same educational value as full time university attendants by simply listening to educational audio programs as you drive from place to place. Turn your car into a university on wheels!. View your car as a learning machine for the rest of your career.

Para pakar di Universitas Kalifornia Selatan baru-baru ini menyimpulkan bahwa Anda dapat memperoleh nilai pendidikan yang sama seperti hadir penuh di universitas, dengan hanya mendengarkan program-program audio pendidikan sewaktu Anda menyetir dari tempat ke tempat. Ubahlah mobil Anda menjadi sebuah universitas di atas roda! Pandanglah mobil Anda sebagai sebuah mesin pembelajaran untuk sisa karir Anda.

Many people have become highly educated and moved to the tops of their fields with audio learning. You should do the same!. You should resolve from this day forward that your car will never be moving without something educational playing.

Banyak orang telah menjadi berpendidikan tinggi dan bergerak ke puncak bidang-bidang mereka dengan belajar secara audio. Anda harus melakukan hal yang sama! Anda harus menetapkan hati mulai hari ini ke depan, bahwa mobil Anda tidak akan pernah bergerak, tanpa adanya suatu materi pendidikan yang sedang dimainkan.

When you’re flying you should use this time productively as well. Time management experts have found that every hour of working in an airplane is equal to three hours of work in a busy office. The reason for this is because you can work without any interruptions at all on an airplane if you plan and organize it in advance.

Ketika Anda sedang terbang, Anda harus menggunakan waktu ini secara produktif juga. Para pakar manajemen waktu telah menemukan bahwa setiap jam kerja di pesawat terbang adalah setara tiga jam kerja di sebuah kantor yang sibuk. Alasan untuk ini adalah karena Anda dapat bekerja, sama sekali tanpa interupsi-interupsi apapun, dalam sebuah pesawat terbang, jika Anda merencanakan dan menyusunnya dimuka.

Look upon every flight as an opportunity to work and increase your productivity. Plan your trip in advance!. Prepare your work schedule. Write up an agenda for the things that you’re going to accomplish when you are in the air. Then, pack carefully, to be sure that you have everything you need to make it a valuable flight.

Lihatlah pada setiap penerbangan sebagai sebuah kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan produktivitas Anda. Rencanakan perjalanan Anda dimuka!. Persiapkan jadwal kerja Anda!. Tuliskan sebuah agenda untuk hal-hal yang akan Anda selesaikan ketika Anda sedang di udara. Kemudian, berkemaslah secara hati-hati, untuk memastikan, bahwa Anda mempunyai semua yang diperlukan untuk membuatnya menjadi sebuah penerbangan yang berharga.

When you fly, get to the airport early 45 to 60 minutes before your flight departs. This will enable you to board your flight completely relaxed with your mind calm and clear. You’ll be ready to begin working as soon as you are airborne. Once the plane takes off, and you can lower your table, pull out your work and begin working immediately.

Jika Anda terbang, usahakan sudah sampai di bandara 45 – 60 menit sebelum waktu berangkat penerbangan. Ini memungkinkan Anda untuk naik ke pesawat benar-benar santai dengan pikiran yang tenang dan cerah. Anda akan segera siap bekerja setelah Anda berada di udara. Sekali pesawat telah tinggal landas, dan Anda dapat menurunkan meja Anda, mengeluarkan pekerjaan Anda dan mulai bekerja dengan segera.

Resist the temptation to read the magazines in the pocket in front of you, or watch the movie that they play on long flights. Don’t drink alcohol of any kind. Instead, drink two glasses of water for every hour that you are in the air. This will keep you alert and refreshed and will dramatically cut down on jetlag.

Lawanlah godaan untuk membaca majalah-majalah di kantung di depan Anda, atau melihat film yang mereka tayangkan untuk penerbangan-penerbangan jarak jauh. Jangan minum alkohol jenis apapun. Sebagai gantinya, minumlah dua gelas air untuk setiap jam penerbangan. Ini akan menjaga agar Anda selalu siaga dan segar dan akan secara dramatis mengurangi keletihan akibat beda waktu antar wilayah.

One final rule for traveling: On the outbound lane of the flight you should work on serious activities that require energy and concentration. Read books and magazines on the return flight when you are tired and not as sharp as you may have been earlier in the day. In any case, make every minute count!.

Satu aturan akhir untuk perjalanan: Di jalur pergi dari penerbangan Anda, Anda harus mengerjakan aktivitas-aktivitas yang serius yang membutuhkan tenaga dan konsentrasi. Bacalah buku-buku dan majalah-majalah pada penerbangan pulang ketika Anda lelah dan tidak setajam seperti ketika lebih pagi di hari tersebut. Bagaimanapun, buatlah setiap menit bermanfaat!.

Don’t be like those people who drive while listening to the radio or board the plane and either drink the whole way or just sitting there looking out of the window. Turn your car into a mobile classroom. And turn your airline seat into your flying office. Use them both to get ahead, and stay ahead of your work.

Janganlah seperti orang-orang, yang menyetir sambil mendengarkan radio, atau naik pesawat dan minum sepanjang perjalanan, atau hanya duduk sambil melihat ke luar jendela. Ubah mobil Anda menjadi sebuah ruang kelas berjalan. Dan ubah tempat duduk pesawat Anda menjadi kantor terbang Anda. Gunakan mereka kedua-duanya untuk mencapai posisi depan, dan selalu tetap di posisi depan dari kerja Anda.

00:43:30

# 13

Get better at your key tasks!

Jadilah lebih baik pada tugas utama Anda!

 

This is one of the best time management techniques of all. The better you get at the important things you do, the less time it takes you to do them as well or better than before. The very act of becoming very very good at your key tasks, can double your productivity. You can dramatically increase the quality and quantity of the work you get done, and have an enormous impact on your income.

Ini merupakan salah satu teknik manajemen waktu yang terbaik dari semuanya. Semakin baik cara Anda mengerjakan hal-hal yang penting, semakin sedikit waktu yang Anda butuhkan untuk mengerjakan hal-hal tersebut, sebaik atau lebih baik dari pada sebelumnya. Satu tindakan ini saja, untuk menjadi amat amat bagus pada tugas-tugas utama Anda, dapat menggandakan produktivitas Anda. Anda dapat secara dramatis meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja yang Anda selesaikan, dan memiliki dampak luar biasa pada penghasilan Anda.

Here is an example I use in my seminars. A person who types using the hunt and peck method will type about 5 to 8 words per minute. However, with a little bit of practice that same person can become a touch typist. Within 90 days with 30 minutes practice each day, the average person can get their typing speed up to 50 to 80 words per minute.

Inilah sebuah contoh yang saya pakai dalam seminar-seminar saya. Seseorang yang mengetik dengan menggunakan metode “dua jari” dapat mengetik sekitar 5 – 8 kata per menit. Bagaimanapun, dengan sedikit praktek, orang yang sama dapat menjadi seorang tukang ketik “sepuluh jari tutup mata”. Dalam waktu 90 hari dengan praktek 30 menit setiap harinya, rata-rata orang dapat menaikkan kecepatan mengetiknya ke 50 – 80 kata per menit.

And notice what has happened: In just three months by getting better in this area, one key task, the person who is typing 5 to 8 words per minute can now type 50 to 80 words per minute. This is an increase of 10 times in the output and productivity of the person in the same period of time.

Dan perhatikan apa yang telah terjadi: Hanya dalam waktu tiga bulan, dengan menjadi lebih baik dalam wilayah ini, satu tugas utama, orang tersebut yang semula mengetik dengan kecepatan 5 – 8 kata per menit, sekarang dapat mengetik dengan kecepatan 50 – 80 kata per menit. Ini merupakan sebuah kenaikan 10 kali lipat dalam output dan produktivitas orang tersebut untuk periode waktu yang sama.

You can be the same way with the important things that you do as well.

If you sell for a living, dedicate yourself to becoming very very good at prospecting, making presentations and following up and closing the sale.

If you are in management, commit yourself to become very very good at selecting the right people, delegating clearly, supervising well, and communicating with your key people.

Anda dapat juga dengan cara yang sama untuk hal-hal terpenting yang Anda lakukan.

Jika Anda jualan sebagai sumber penghidupan, dedikasikan diri Anda untuk menjadi amat amat baik dalam mencari pelanggan baru, membuat presentasi-presentasi, dan menindaklanjutinya, dan menutup transaksi.

Jika Anda di manajemen, komitlah pada diri sendiri untuk menjadi amat amat baik dalam menyeleksi orang yang tepat, mendelegasikan secara jelas, menyelia secara baik, dan berkomunikasi dengan orang-orang utama Anda.

Here is one of the great questions for you, which you can use for the rest of your career.

“What one skill, if you develop and did it consistently in an excellent fashion, would have the greatest positive impact on you career?”.

This is one of the most important question, you’ll ever ask and answer.

“What one skill could help you the very most in your career?”.

“What one skill if you’re absolutely excellent at it, could have the greatest impact on your income?”.

If you don’t know the answer to this question, go and ask your boss, ask your co-workers, ask your spouse, ask your friends and customers. But you must find out the answer to this question.

Inilah salah satu dari pertanyaan-pertanyaan hebat bagi Anda, yang dapat Anda pakai untuk sisa karir Anda.

“Satu ketrampilan apa, jika Anda kembangkan dan lakukan secara konsisten dengan cara yang luar biasa baik, dapat memberi dampak positip terbesar pada karir Anda?”

Ini merupakan salah satu pertanyaan paling penting, yang akan pernah Anda tanyakan dan jawab.

“Satu ketrampilan apa, dapat menolong Anda paling banyak dalam karir Anda?”

“Satu ketrampilan apa, jika Anda kuasai secara luar biasa baik, dapat mempunyai dampak terbesar pada penghasilan Anda?”

Jika Anda tidak tahu jawaban untuk pertanyaan ini, pergi tanyakan ke boss Anda, tanyakan ke teman-teman sekerja Anda, tanyakan ke pasangan hidup Anda, tanyakan ke teman-teman dan pelanggan-pelanggan Anda. Tetapi Anda harus menemukan jawaban untuk pertanyaan ini.

Then, once you identified the key skill, you write it down, and set a dead line!. You make a plan to acquire the skill, and you take action immediately.

Kemudian, sekali Anda telah mengidentifikasi ketrampilan utama ini, Anda menuliskannya, dan menentukan sebuah batas waktu!. Anda membuat sebuah rencana untuk menguasai ketrampilan itu, dan Anda mengambil tindakan dengan segera!

Then, you do something every day, that moves you toward becoming absolutely excellent at the one thing, that you can do, that can help you the most. This single time management principle alone can change your life!.

Kemudian, Anda melakukan sesuatu setiap hari, yang menggerakkan Anda ke arah menjadi luar biasa baik pada satu hal tersebut, yang dapat Anda lakukan, yang dapat menolong Anda terbanyak. Prinsip manajemen waktu tunggal ini saja dapat mengubah kehidupan Anda!

00:46:35

# 14

Work in real time!

Bekerjalah di waktu yang nyata!

 

This is an extremely important principle for increasing your productivity. Develop a sense of urgency. Develop a fast tempo. Develop a bias for action. Pick up the pace!. Do it now!.

Ini merupakan sebuah prinsip teramat penting untuk meningkatkan produktivitas Anda. Kembangkan sebuah citarasa mendesak! Kembangkan sebuah irama cepat! Kembangkan sebuah prasangka untuk tindakan! Tentukan kecepatan langkahmu! Lakukan sekarang!.

Today there is an incredible need for speed. People who do things quickly and well, are considered to be better, more valuable, and more competent, than people who do things slowly. Make decisions quickly!

Hari ini terdapat kebutuhan luar biasa untuk kecepatan. Orang-orang yang melakukan hal-hal dengan cepat dan baik, dinilai lebih baik, lebih berharga, dan lebih kompeten, dibandingkan dengan orang-orang yang melakukan hal-hal dengan perlahan-lahan. Buatlah keputusan-keputusan dengan cepat!

Fully 80% of all decisions can be made the moment they come up. Don’t delay or procrastinate on them!. Slow decision making, simply clogs up your pipe line, and puts a drag on your activities. Complete all quick jobs as soon as they come up as well.

Sepenuhnya 80% dari semua keputusan-keputusan dapat dibuat pada saat mereka muncul. Jangan menunda atau menangguh-nangguhkan mereka!. Pengambilan keputusan secara pelan, hanya akan membuntu jalur pipa Anda, dan memasang perlambatan pada aktivitas-aktivitas Anda. Selesaikan semua pekerjaan-pekerjaan cepat, secepat mereka muncul.

Anything will take you less than two minutes. It is usually something that you should do immediately. Always think about how much time it will take you to wrap up and do the job later, if you do not do it now. Take an important phone call immediately and deal with it. Have an important discussion and make a decision to solve the problem right there. Respond to requests from your boss or your customers fast. Move quickly when need or opportunity arises.

Apapun akan memakan waktu kurang dari dua menit. Ini biasanya adalah sesuatu yang harus Anda kerjakan dengan segera. Selalu pikirkan berapa banyak waktu harus Anda sediakan untuk merapikan dulu dan melakukannya kemudian, jika Anda tidak melakukannya sekarang. Terimalah sebuah telepon penting dengan segera dan tanganilah. Adakan sebuah diskusi penting, dan buatlah sebuah keputusan untuk menyelesaikan masalah itu di sana juga. Tanggapi semua permintaan boss Anda atau pelanggan-pelanggan Anda dengan cepat. Bergeraklah dengan cepat, jika kebutuhan dan kesempatan timbul.

Develop a reputation for speed and dependability. Your goal should be to develop a reputation for being the person who when you want it done fast, they give it to you. This will open more doors for you than you can imagine. This will attract more and more opportunities to you to do more and more things quickly and well. Doing things quickly when they come up, is a vital part of doubling your productivity.

Kembangkan sebuah reputasi untuk “kecepatan” dan “dapat diandalkan”. Target Anda haruslah berupa mengembangkan sebuah reputasi sebagai orang yang bila sesuatu perlu dikerjakan dengan cepat, maka mereka akan memberikannya kepada Anda. Ini akan membuka lebih banyak pintu bagi Anda dari pada yang dapat Anda bayangkan. Ini akan menarik lebih banyak dan lebih banyak lagi kesempatan-kesempatan kepada Anda untuk mengerjakan lebih banyak dan lebih banyak lagi hal-hal secara cepat dan baik. Melakukan hal-hal secara cepat saat mereka muncul, merupakan sebuah bagian vital dari penggandaan produktivitas Anda.

00:48:35

# 15

Re-engineer your work!

Rekayasa ulang kerja Anda!

 

This is one of the most popular and important ways to reduce time, energy and expense in getting the job done. Most work processes and jobs today are multi-task and multi-step jobs. They are composed of a series of things, that have to be done, from the beginning to the end, to complete the task.

Ini merupakan salah satu cara paling populer dan penting untuk mengurangi waktu, tenaga dan pengeluaran dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Sebagian terbesar proses kerja dan pekerjaan-pekerjaan masa kini merupakan pekerjaan-pekerjaan multi-tugas dan pekerjaan-pekerjaan multi-langkah. Mereka dikomposisikan dari serangkaian hal-hal, yang harus dilakukan, dari permulaan sampai akhir, untuk menyelesaikan tugas itu.

As it happens, many of these jobs have developed over time with many inefficiencies built in that no one really thinks about. Many steps are either unnecessary or actually useless. Nonetheless, they expand the amount of time it takes to do the job. But this is not for you!.

Seperti yang terjadi, banyak dari pekerjaan-pekerjaan ini telah berkembang, dengan berlalunya waktu, dengan mempunyai banyak ineffisiensi-ineffisiensi terbentuk didalamnya, tanpa ada orang yang benar-benar memikirkannya. Banyak langkah-langkah yang tidak perlu atau sebenarnya tidak berguna. Bagaimanapun, mereka memperbesar jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan itu. Tetapi ini bukanlah untuk Anda!

Take any large task that you have to do and write down every single step necessary to complete that job from the initial idea to the finished task. Once you have a list of every single step, set a goal to reduce the number of steps by 30% the first time you go through the list. This is almost always possible when you use your creativity.

Ambillah tugas besar apapun yang Anda harus lakukan dan tuliskan setiap langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut, dari ide awal sampai tugas terselesaikan. Sekali Anda mempunyai sebuah daftar berisi semua langkah tunggal yang diperlukan, tentukan target untuk mengurangi jumlah langkah-langkah tersebut dengan 30% pada saat Anda pertama kali memeriksanya. Ini hampir selalu mungkin dilaksanakan, jika Anda menggunakan kreativitas Anda.

Look for ways to consolidate several steps into a single step.

Look for ways to consolidate several jobs, so that they are done by a single person at the same time.

Look for ways to cut back, discontinue or eliminate steps that are no longer necessary.

Carilah cara-cara untuk mengkonsolidasikan beberapa langkah-langkah menjadi sebuah langkah tunggal.

Carilah cara-cara untuk mengkonsolidasikan beberapa pekerjaan-pekerjaan, sehingga mereka dilakukan oleh satu orang pada saat yang sama.

Carilah cara-cara untuk memotong, memutus atau mengeliminasi langkah-langkah yang tidak lagi diperlukan.

Always ask:

“Why are we doing it, this way?”,

and

“Could there be, a better way?”.

Your ability to simplify and streamline your life and work, so that you get more done in a shorter period of time, is a major key to doubling your productivity.

Selalu tanyakan:

“Mengapa kita melakukan ini, dengan cara ini?”

Dan

“Apakah ada, sebuah cara yang lebih baik?”

Kemampuan Anda untuk menyederhanakan dan merampingkan kehidupan dan kerja Anda, sehingga Anda dapat menyelesaikan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat, merupakan kunci utama ke arah penggandaan produktivitas Anda.

00:50:30

# 16

Re-invent yourself each year!

Cipta ulang diri Anda sendiri setiap tahun!

 

We are living at a time of the greatest change in all of human history. Things are changing so rapidly, in all areas, and all directions, that you must be continually re-evaluating, and then re-inventing, yourself and your life. At least once a year you should stand back and look at every aspect of your life to determine whether or not this is something that you want to continue doing.

Kita sedang hidup di masa perubahan terbesar sepanjang sejarah manusia. Hal-hal berubah sedemikian cepatnya, di semua wilayah, dan semua jurusan, sehingga Anda harus terus menerus meng-evaluasi ulang, dan kemudian mencipta ulang, diri Anda sendiri dan kehidupan Anda. Paling sedikit sekali setiap tahun, Anda harus mundur selangkah dan melihat pada setiap aspek kehidupan Anda, untuk menentukan apakah ya atau tidak, ini merupakan sesuatu yang Anda inginkan untuk dikerjakan lebih lanjut.

Imagine for a moment, that your company has burnt to the ground, and that you have to walk across the street and start over again in a new building.

“What would you start up immediately?”.

“What would you not start up at all?”.

“Who would you bring with you from the parking lot, to continue working in your company?”.

“Who would you leave behind in the parking lot, if you have the choice?”.

Bayangkan untuk sesaat, bahwa perusahaan Anda telah hangus terbakar habis, dan bahwa Anda harus berjalan menyeberang jalan dan memulainya kembali di sebuah gedung yang baru.

“Apa yang akan Anda mulai dengan segera?”

“Apa yang tidak akan Anda mulai sama sekali?”

“Siapakah yang akan Anda ajak dari tempat parkir, untuk melanjutkan kerja di perusahaan Anda?”

“Siapakah yang akan Anda tinggalkan di tempat parkir, jika Anda punya pilihan?”.

Imagine that your job, your industry, and your business, disappear!.

Imagine that you are starting your career over again, and you could go in any direction and do virtually anything.

“What would it be?”.

Bayangkan bahwa pekerjaan Anda, industri Anda, dan bisnis Anda, lenyap!

Bayangkan bahwa Anda sedang memulai karir Anda dari awal kembali, dan Anda dapat pergi ke arah manapun dan Anda dapat melakukan apa saja.

“Apakah yang akan Anda lakukan?”

Evaluate where you live, and how your family spends leisure time activities and vacations. Re-evaluate your finances and your physical condition. If you could begin any part of your career in life over again, like a painter standing before a white canvass,

“How would you design or re-invent your life today?”.

Evaluasilah dimana Anda tinggal, dan bagaimana keluarga Anda menghabiskan aktivitas-aktivitas waktu senggang mereka dan liburan mereka. Evaluasi ulang keuangan Anda dan kondisi fisik Anda. Jika Anda dapat memulai bagian manapun dari karir Anda di kehidupan dari awal kembali, seperti seorang pelukis yang sedang berdiri di depan sebuah kanvas putih:

“Bagaimanakah Anda akan mendesain atau mencipta ulang kehidupan Anda hari ini?”

When you stand back, and look at your life from this point of view on a regular basis, you’ll begin to see all kinds of opportunities to change what you are doing, so that they are more in line with what you really want. This is the real key to increasing your productivity.

Jika Anda mundur selangkah, dan melihat pada kehidupan Anda dari sudut pandang ini sebagai sebuah kebiasaan, Anda akan mulai melihat semua jenis kesempatan-kesempatan untuk merubah apa yang sedang Anda lakukan, sehingga mereka akan menjadi lebih selaras dengan apa yang sesungguhnya Anda inginkan. Inilah kunci sebenarnya untuk meningkatkan produktivitas Anda.

00:52:32

# 17

Practice zero-based thinking continually!

Praktekkan terus menerus cara berpikir berbasis-nol!

 

This is one of the best tools you’ll ever learn to clarify your thinking and improve the quality of your life.

Ask yourself on a regular basis:

“Is there anything in my life that knowing what I now know, I would not get into today, if I had to do it over?”.

“Is there anything you were doing today, any relationship you’re in, any investment, and knowing what you now know, you wouldn’t get into, if you had to do it over?”.

This is one of the most important question you ever ask and answer.

Ini merupakan salah satu dari alat-alat bantu terbaik, yang akan pernah Anda pelajari untuk menjernihkan cara berpikir Anda dan memperbaiki kualitas hidup Anda.

Tanyakan kepada diri Anda sendiri sebagai sebuah kebiasaan:

“Apakah ada sesuatu dalam kehidupan saya, mengetahui apa yang saya tahu sekarang, saya tidak akan kesitu hari ini, jika saya harus mengulanginya?”

“Apakah ada sesuatu yang sedang Anda lakukan hari ini, suatu hubungan apapun dimana Anda terlibat di dalamnya, investasi apapun, dan mengetahui apa yang Anda tahu sekarang, Anda tidak akan kesitu, jika Anda harus mengulanginya?”

Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling penting, yang pernah Anda tanyakan dan jawab.

When you think of time-savers and time-wasters, you usually think of unexpected interruptions, or telephone calls. However, the biggest time-waster of all is for you to continue to pursue a course of action, a job, a career, or a relationship that is the wrong one for you.

Jika Anda berpikir tentang penghemat-waktu dan pembuang-waktu, Anda biasanya berpikir tentang interupsi-interupsi yang tidak diharapkan, atau panggilan-panggilan telepon. Bagaimanapun, pembuang-waktu terbesar dari semuanya adalah bagi Anda untuk melanjutkan mengejar sebuah alur tindakan, sebuah pekerjaan, sebuah karir, atau sebuah hubungan yang adalah salah bagi Anda.

Many people waste many years of their lives working at something that they don’t particularly like or enjoy. And then, in their thirties, they have to start all over again, in a completely new job, in a completely new career.

Banyak orang-orang membuang-buang banyak tahun dari kehidupan mereka untuk mengerjakan sesuatu yang tidak mereka sukai atau nikmati secara khusus. Dan kemudian, di usia tiga puluhan, mereka harus mulai dari awal kembali, dalam sebuah pekerjaan yang total baru, dalam sebuah karir yang sepenuhnya baru.

“Is there anything that you were doing today that based on your current knowledge and experience, you wouldn’t start up again today, if you had the opportunity?”.

“Apakah ada sesuatu yang sedang Anda lakukan hari ini, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman terkini Anda, Anda tidak akan mulai melakukannya lagi hari ini, jika Anda diberi kesempatan?”

Because we are living in a time of rapid change, fully 70% of your decisions will turn out to be wrong in the focus of time. This means that everyone is involved in at least one thing that knowing what they now know they wouldn’t get into.

Karena kita sedang hidup di masa dengan perubahan cepat, sepenuhnya 70% dari keputusan-keputusan Anda akan ternyata salah dalam fokus waktu. Ini berarti bahwa setiap orang telah terlibat paling sedikit dalam satu hal, yang mengetahui apa yang mereka tahu sekarang, mereka tidak akan masuk kesitu.

The key indicator of a zero-based thinking situation is stress. Whenever you feel chronic stress, dissatisfaction, or unhappiness with any person or situation that seems to go on and on, you should ask yourself:

“Knowing what I now know, would I get in, in this situation, again today?”.

When your answer is “No”, then the next question is:

“How do I get out of this situation, and how fast?”.

Indikator kunci untuk sebuah situasi cara berpikir berbasis-nol adalah stres. Manakala Anda merasakan stres kronis, ketidakpuasan, atau ketidakbahagiaan dengan orang atau situasi apapun, yang kelihatannya akan berlanjut terus dan terus, Anda harus bertanya kepada diri sendiri:

“Mengetahui apa yang sekarang saya tahu, apakah saya akan masuk lagi, ke dalam situasi ini hari ini?”

Jika jawaban Anda adalah “Tidak”, maka pertanyaan berikutnya adalah:

“Bagaimana saya keluar dari situasi ini, dan seberapa cepat?”

“Is there any relationship in your life, business, social, or impersonal activities that knowing what you now know, you wouldn’t get into again?”.

“Is there any part of your business, any products, services, expenditures, or process that knowing what you now know, you wouldn’t start up again today, if you had to do it over?”.

“Is there any investment that you are in today, time, or money, or emotion, that is dragging you down, holding you back, that knowing what you now know, you wouldn’t get into again”.

“Apakah ada hubungan apapun dalam kehidupan Anda, bisnis, sosial, atau aktivitas-aktivitas non-pribadi, yang mengetahui apa yang Anda tahu sekarang, Anda tidak akan memasukinya lagi?”

“Apakah ada bagian apapun dari bisnis Anda, produk-produk apapun, jasa-jasa, pengeluaran-pengeluaran, atau proses, yang mengetahui apa yang Anda tahu sekarang, Anda tidak memulainya lagi hari ini, jika Anda harus mengulanginya?”

“Apakah ada investasi apapun yang Anda didalamnya hari ini, waktu, atau uang, atau emosi, yang menarik-narik Anda, menahan Anda, yang mengetahui apa yang Anda tahu sekarang, Anda tidak akan memasukinya lagi?”

Remember, whatever the situation, if it is an unhappy situation, it is probably not going to change. It’s probably going to get worse over time.

The only question then is:

“Do you have the courage and character to deal honestly with your life, as it really is, today?”.

Ingatlah, apapun situasinya, jika itu merupakan sebuah situasi yang tidak bahagia, itu mungkin sekali tidak akan berubah. Itu mungkin sekali akan menjadi semakin parah dengan berjalannya waktu.

Pertanyaan satu-satunya kemudian adalah:

“Apakah Anda punya keberanian dan karakter untuk menangani secara jujur kehidupan Anda ini, seperti apa adanya, hari ini?”

By applying zero-based thinking to every part of your life, you’ll be absolutely amazed at how much better your decisions become and how much more productive you become at the same time.

Dengan menerapkan cara berpikir berbasis-nol ke setiap bagian dari kehidupan Anda, Anda akan secara mutlak kagum atas bagaimana keputusan-keputusan Anda menjadi jauh lebih baik dan bagaimana Anda menjadi jauh lebih produktif pada saat yang bersamaan.

00:56:12

# 18

Set clear posteriorities!

Tentukan posterioritas yang jelas!

 

You have heard of setting priorities. Priorities are tasks that you do more of and sooner. A posteriority on the other hand is something that you do less of and later, if at all. The fact is that you are already overwhelmed with too much to do and too little time.

Anda telah tahu tentang menetapkan prioritas-prioritas. Prioritas-prioritas adalah tugas-tugas yang Anda lakukan lebih banyak dan lebih cepat. Sebuah posterioritas di lain pihak adalah sesuatu yang Anda lakukan lebih sedikit dan lebih lambat, bila juga dilakukan. Faktanya adalah bahwa Anda telah diliputi terlampau banyak untuk dilakukan dan terlampau sedikit waktu

For you to do something new, or different, you must discontinue something that you’re already doing.

For you to do something new, or different, you must begin systematically setting posteriorities on activities in your life that are no longer as important as other activities.

Bagi Anda untuk melakukan sesuatu yang baru, Anda harus berhenti melanjutkan sesuatu yang sedang Anda kerjakan.

Bagi Anda untuk melakukan sesuatu yang baru, Anda harus mulai menetapkan posterioritas-posterioritas secara sistematis pada aktivitas-aktivitas di kehidupan Anda yang tidak lagi sepenting aktivitas-aktivitas lainnya.

Practice what Peter Drucker calls “Creative abandonment”, with tasks and activities that are no longer as valuable as they were, when you first start doing them.

Praktekkan apa yang disebut Peter Drucker sebagai “Minggat kreatif”, pada tugas-tugas dan aktivitas-aktivitas yang tidak lagi seberharga sebelumnya, ketika Anda pertama kali mulai mengerjakan mereka.

The fact is, that you have too much to do already, therefore, before you start something new, you have to stop doing something old. Picking up a new task requires putting down an old task.

Getting in, means getting out.

Starting up, means stopping off.

Faktanya adalah, bahwa Anda sudah punya terlampau banyak untuk dilakukan, dan karenanya, sebelum Anda mulai sesuatu yang baru, Anda harus berhenti melakukan sesuatu yang lama.

Memilih sebuah tugas baru, membutuhkan peletakkan sebuah tugas lama.

Bergerak masuk, berarti bergerak keluar.

Memulai, berarti menghentikan.

Look at your life at your work!. What sorts of things would you stop doing, so that you can free up enough time to do more of the things, that you should be doing more of the time.

Lihatlah pada kehidupan Anda pada kerja Anda! Jenis-jenis hal-hal apa yang Anda ingin stop lakukan, sehingga Anda dapat membebaskan cukup waktu untuk melakukan lebih banyak hal-hal yang seharusnya Anda lakukan dengan lebih banyak waktu.

The fact is, that you can only get your life under control to a degree to which you discontinue lower value activities. You can only double your productivity when you free up more time to do the things that can have a significant pay-off for you in the future.

Faktanya adalah bahwa Anda hanya dapat mengendalikan kehidupan Anda sampai suatu derajat, dimana Anda tidak melanjutkan aktivitas-aktivitas yang bernilai rendah. Anda hanya dapat menggandakan produktivitas Anda, jika Anda membebaskan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang dapat memberikan bayaran signifikan kepada Anda di masa depan.

When I get overloaded with work, I have a little motto that I repeat to myself over time. It’s simply this:

“All you can do, is all you can do!”.

Whenever you feel overloaded for any reason, whenever you feel too much to do and too little time. Stop. Take a deep breathe and just say to yourself:

“All I can do, is all I can do”.

And then, sit down. Make a list of everything you have to do and begin setting posteriorities on your time. Sometimes the word “No” can be the best time-saver of all.

Ketika saya kelebihan beban kerja, saya punya motto kecil yang saya ulang katakan kepada diri saya sendiri dengan berjalannya waktu. Dia hanya ini:

“Semua yang dapat Anda lakukan, adalah segala yang dapat Anda lakukan”

Manakala Anda merasa kelebihan beban untuk alasan apapun, manakala Anda merasakan terlampau banyak untuk dikerjakan dan terlampau sedikit wajtu. Berhentilah. Tarik napas panjang dan katkan saja kepada diri Anda sendiri:

“Semua yang dapat saya lakukan, adalah semua yang dapat saya lakukan”

Dan kemudian, duduklah. Buat sebuah daftar dari semua yang harus Anda lakukan dan mulailah menetapkan posterioritas-posterioritas dari waktu Anda. Kadang-kadang kata “Tidak” dapat menjadi penghemat waktu terbaik dari semuanya.

00:58:45

# 19

Keep your life in balance!

Jaga hidup Anda dalam keseimbangan!

 

The reason you are working is so that you can earn enough to enjoy your family, your health, and the important parts of your personal life.

You want to have happy healthy harmonious relationships with your spouse and children.

You want to be healthy and fit.

You want to grow mentally and spiritually.

You want to be as successful as possible, in your work, in your career, so that you have the resources to do all the things that you really care about.

That has nothing to do with your work.

Alasan Anda sedang bekerja adalah agar Anda dapat cukup berpenghasilan untuk menikmati keluarga Anda, kesehatan Anda, dan bagian-bagian penting dari kehidupan pribadi Anda.

Anda ingin mempunyai hubungan-hubungan yang bahagia sehat harmonis dengan pasangan hidup Anda dan anak-anak Anda.

Anda ingin sehat dan bugar.

Anda ingin tumbuh secara mental dan spritual.

Anda ingin sesehat mungkin, di kerja Anda, di karir Anda, sehingga Anda mempunyai sumber-sumber untuik melakukan semua hal-hal yang benar-benar Anda idamkan.

Itu tidak ada hubungannya dengan kerja Anda.

Unfortunately, most people get the cart before the horse. They become so preoccupied with their work, that they lose sight of the reason for wanting to be successful at their work in the first place. This is definitely not for you!

Sayangnya, kebanyakan orang-orang meletakkan kereta di depan kudanya. Mereka menjadi demikian terkuasai oleh kerja mereka, sehingga mereka kehilangan pandangan tentang alasan mereka menginginkan sukses di kerja mereka saat pertama kali. Ini secara definitif bukan untuk Anda!

Remember, that in life, relationships are everything!. Fully 85% in your success in life will come from your happy relationships with other people. Only 15% of your happiness will come from your achievements in your work. You must keep your life in balance!

Ingatlah, bahwa dalam kehidupan, hubungan-hubungan adalah semuanya! Sepenuhnya 85% sukses Anda dalam kehidupan akan datang dari hubungan-hubungan bahagia Anda dengan orang-orang lain. Hanya 15% sukses Anda akan datang dari pencapaian-pencapaian Anda di kerja Anda. Anda harus menjaga hidup Anda dalam keseimbangan!

In my advanced coaching program in San Diego, we work with executives and high achievers too, show them how they can dramatically simplify their lives. We do steel work hours, spend more time with their families, and double their incomes over time, all simultaneously. Most people doubt that all this is possible, until they begin using these techniques.

Dalam program pelatihan lanjutan saya di San Diego, kami bekerja dengan para eksekutif dan pencapai-pencapai tinggi juga, menunjukkan kepada mereka bagaimana mereka dapat secara dramatis menyederhanankan kehidupan mereka. Kami melakukan jam-jam kerja baja, menghabiskan waktu lenih banyak dengan keluarga mereka, dan menggandakan penghasilan mereka dengan berjalannya waktu, semuanya secara simultan. Kebanyakan orang-orang meragukan bahwa semua ini mungkin, sampai mereka mulai menggunakan teknik-teknik ini.

For example, one executive in our program, was working 60 – 70 hours a week and earning about 55 thousand dollars a year. After he began simplifying and balancing his life over a period of five years, his income went up to over 300 thousand dollars a year, while his work week drop to 38 hours. And you can do very much the same with your life.

Sebagai contoh, seorang eksekutif di program kita, telah bekerja 60 – 70 jam seminggu dan berpenghasilan sekita 55 ribu dolar setahun. Setelah dia mulai menyederhanakan dan menyeimbangkan kehidupannya sepanjang periode 5 tahun, pendapatannya naik ke lebih dari 300 ribu dolar setahun, sedangkan minggu kerjanya menurun ke 38 jam. Dan Anda dapat melakukan hal yang persis sama dengan kehidupan Anda.

The keys to balance are simple!. Set your peace of mind, your happiness and your home life as your highest goals, and organize the rest of your life around them. Create blocks of time to spend with your family. Create time in the evenings, time on the week-ends, and time-away on vacations.

Kunci-kunci menuju keseimbangan adalah sederhana!. Tentukan kedamaian pikiran Anda, kebahagiaan Anda, dan kehidupan rumah Anda sebagai target-target tertinggi Anda, dan susunlah sisa hidup Anda disekeliling mereka. Ciptakan blok-blok waktu untuk Anda habiskan bersama keluarga Anda. Ciptakan waktu di malam hari, waktu di akhir pekan, dan waktu pergi di hari libur.

Remember the formula for balance, which is this:

“It is quantity of time at home that counts, and quality of time at work”.

And don’t mix them up!. The simplest of all rules for balance is:

“Put people first. And of all the people that you put first, put the most important people in your life, ahead of everything and everyone else”.

Ingatlah formula untuk keseimbangan, yang adalah ini:

“Adalah kuantitas waktu di rumah yang diperhitungkan, dan kualitas waktu di pekerjaan”

Dan jangan mencampuradukkannya!. Yang paling sederhana dari semua aturan-aturan tentang keseimbangan adalah:

“Tetapkan orang-orang di urutan pertama. Dan dari semua orang-orang yang Anda tetapkan di urutan pertama, tetapkanlah orang-orang terpenting dalam kehidupan Anda, di depan semua hal dan siapapun lainnya”

When you work, work all the time you work. Don’t waste time with idle chatting and useless activities. Work all time. Remember that every minute you wasted work with idle socializing is a minute that you are taking away from your family and your important relationships.

Ketika Anda bekerja, bekerjalah, sepanjang waktu Anda bekerja. Jangan membuang-buang waktu dengan percakapan santai dan aktivitas-aktivitas tak berguna. Bekerjalah sepanjang waktu. Ingatlah bahwa setiap menit, dimana Anda sia-siakan kerja Anda dengan bersosialisasi santai, merupakan satu menit yang Anda ambil dari keluarga Anda dan hubungan-hubungan penting Anda.

When you get your life in balance, you will actually accomplish more, be paid more, produce more, and a vastly more time with your family. This is the whole reason for wanting to become more productive in the first place.

Jika Anda mendapatkan kehidupan Anda dalam keseimbangan, Anda sebenarnya akan menyelesaikan lebih banyak, dibayar lebih banyak, menghasilkan lebih banyak, dan punya jauh lebih banyak waktu dengan keluarga Anda. Ini merupakan keseluruhan alasan untuk ingin menjadi lebih produktif sebagai hal yang pertama.

01:02:18

# 20

Plan every project carefully!

Rencanakan setiap proyek secara hati-hati!

 

Virtually everything that you do today is a project of some kind. A project is defined as a multi-task activity. It’s a job that requires several steps in order to complete it from beginning to end. In this sense, you are a project manager throughout your career.

Sesungguhnya semua hal yang Anda lakukan hari ini merupakan sebuah proyek dalam bentuk tertentu. Sebuah proyek didefinisikan sebagai sebuah aktivitas multi-tugas. Dia adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan beberapa langkah-langkah untuk menyelesaikannya dari permulaan sampai akhir. Dalam pengertian ini, Anda merupakan seorang manager proyek sepanjang karir Anda.

One of our discoveries is that your success in life, your paying, your promotability are largely determined by your ability to complete projects or multi-task jobs. And fortunately you can become an expert in this area with a few simple instructions.

Salah satu dari penemuan-penemuan kita adalah bahwa sukses Anda dalam kehidupan, bayaran Anda, kemungkinan Anda untuk dipromosikan adalah sebagian besar ditentukan oleh kemampuan Anda untuk menyelesaikan proyek-proyek atau pekerjaan-pekerjaan multi-tugas. Dan untungnya Anda dapat menjadi seorang pakar di bidang ini dengan beberapa instruksi-instruksi sederhana.

Remember, the most important word in success is clarity. Start each project with a clear definition of the ideal finished result as if it were perfect in any respect. You, then, make a list of every step in the project, every little thing that has to be done to get from the beginning to the completed task. You had organized the list by priorities and sequence.

Ingatlah, kata paling penting dalam sukses adalah “Kejelasan”. Mulailah setiap proyek dengan definisi yang jelas tentang hasil akhir ideal, sepertinya dia sempurna dalam semua segi. Anda, kemudian, membuat sebuah daftar dari semua langkah dalam proyek tersebut, setiap hal kecil yang harus dilakukan untuk didapatkan dari awal sampai tugas terselesaikan. Anda telah menyusunnya berdasarkan prioritas dan urutan.

“What has to be done first?”.

“What has to be done second?”.

“What activities can be done simultaneously?”.

You, then, assign responsibility for each part of the project, and decide exactly who is to do what and by when. A project plan without assigned responsibilities and specific deadlines is merely a business conversation. It doesn’t lead to a specific result.

“Apa yang harus dilakukan pertama kali?”

“Apa yang harus dilakukan di urutan kedua?”

“Aktivitas-aktivitas apa yang dapat dilakukan secara simultan?”

Anda, kemudian, menugaskan kewajiban untuk tiap bagian proyek, dan menentukan secara tepat siapa yang harus melakukan apa dan, sebelum batas waktu kapan. Sebuah rencana proyek tanpa kewajiban-kewajiban yang ditugaskan dan tanpa batas-batas waktu yang spesifik hanyalah merupakan sebuah percakapan bisnis saja. Dia tidak mengarah pada hasil yang spesifik.

Finally, if the project is important, monitor it closely. Make sure everything is on track. Develop a reputation for getting your large jobs done on schedule or well before schedule.

“Never trust luck!”.

“Never assume that all be well!”.

“Inspect what you expect!”.

Always ask:

“What could go wrong?”.

“Of all the things that could go wrong, what’s the worst possible thing that could go wrong?”.

And then, make sure, that it doesn’t happen.

Akhirnya, jika proyek itu penting, ikuti perkembangannya secara ketat. Pastikan semuanya berada di dalam jalur. Kembangkan sebuah reputasi untuk mendapatkan pekerjaan-pekerjaan besar Anda terselesaikan pada waktunya atau jauh sebelum waktunya.

“Jangan percaya pada keberuntungan!”

“Jangan berasumsi bahwa semuanya akan baik-baik saja!”

“Periksalah apa yang Anda harapkan!”

Selalu tanyakan:

“Apa yang bisa menjadi salah?”

“Dari semua hal-hal yang bisa salah, apakah kemungkinan terburuk yang mungkin, yang bisa menjadi salah?”

Dan kemudian, pastikan, bahwa hal tersebut tidak sampai terjadi.

Look at the project, then, ask:

“What is the key element, or most vital part of the project?”.

“What could interfere with that key element, being done on time?”.

Remember that 6 P rule, proper prior planning prevents poor performance. Your ability to plan your project carefully and thoroughly in advance can dramatically increase your productivity.

Paandanglah proyek tersebut, dan tanyakan:

“Apakah elemen kuncinya, atau bagian paling vital dari proyek ini?”

“Apa yang dapat mengganggu elemen kunci ini, untuk terselesaikan tepat waktu?”

Ingatlah pada aturan 6 P, perencanaan dimuka yang tepat mencegah sedikitnya prestasi. Kemampuan Anda untuk merencanakan dimuka, proyek Anda secara hati-hati dan menyeluruh, dapat secara dramatis meningkatkan produktivitas Anda.

01:05:12

# 21

Be intensely action oriented!

Berorientasilah secara intensif pada tindakan!

 

I refer over and over again in this course to the need for speed. Today everyone is in a hurry. Your customers didn’t even know they wanted your product or service until now, and now they want it yesterday. People today are incredibly impatient. Nobody will wait in line anymore. The average internet surfer will switch in 7 to 8 seconds if the internet site does not load quickly.

Saya berulang-ulang dalam kursus ini menunjuk pada kebutuhan akan kecepatan. Hari ini setiap orang dalam keadaan terburu-buru. Pelanggan-pelanggan Anda tidak pernah tahu bahwa mereka butuh produk dan jasa Anda hingga sekarang, dan sekarang mereka menginginkannya kemarin. Orang-orang masa kini adalah luar biasa tidak sabar. Tidak ada orang lagi yang mau antri. Rata-rata penelusur internet akan pindah, jika dalam waktu 7 – 8 detik situs internet yang mereka inginkan tidak muncul dengan cepat.

The most outwardly identifiable quality of the top performer in every field is that he or she is in constant motion. The top performer takes initiative to get the job done. The top performer takes action over and over again continuously towards the goal.

Kualitas luar yang paling dapat diidentifikasi dari seorang yang berprestasi top adalah bahwa dia, baik pria atau wanita, selalu dalam keadaan bergerak. Orang berprestasi top selalu mengambil inisiatif untuk menyelesaikan pekerjaan. Orang berprestasi top mengambil tindakan berulang ulang terus menerus ke arah pencapaian target.

On the other hand, the greatest single obstacle to high performance is the tendency to talk the subject to death. Many people think that talking well and planning continuously is the same as execution. But only action is action. Only execution is execution. Only getting the job done really matters. In the final analysis, we only get paid for results. Results are everything.

Di pihak lain, kendala tunggal terbesar untuk prestasi tinggi adalah kecenderungan untuk membicarakan sebuah pokok sampai mati. Banyak orang-orang berpikir bahwa berbicara dengan baik dan merencanakan terus menerus adalah sama dengan pelaksanaan. Tetapi hanya tindakan yang adalah tindakan. Hanya pelaksanaan yang adalah pelaksanaan. Hanya mengusahakan pekerjaan itu diselesaikan yang benar-benar penting. Dalam analisa akhir, kita hanya akan dibayar untuk hasil-hasil. Hasil-hasil merupakan segalanya.

Intense result orientation goes hand in hand with high productivity and high performance in every area. Make a decision today that you are going to move fast when opportunity or need presents itself. Pick up the pace!. Take action of some kind!. Get on with it!.

Orientasi hasil secara intensif, jalan bergandengan tangan dengan produktivitas tinggi dan prestasi tinggi di setiap bidang. Buatlah keputusan hari ini bahwa Anda akan bergerak cepat jika kesempatan atau kebutuhan menampakkan dirinya. Tentukan kecepatan langkah Anda!. Ambillah suatu tindakan tertentu!. Bergeraklah dengannya!

The good news is that the faster you move the better you feel. The faster you move, the more you get done. The faster you move, the more energy you have. The faster you move, the more you learn it, the more experience you get. And the faster you move, the more you work, the more you get paid and the faster you get promoted.

Berita yang bagus adalah bahwa semakin cepat Anda bergerak semakin baik perasaan Anda. Semakin cepat Anda bergerak, semakin banyak yang dapat Anda selesaikan. Semakin cepat Anda bergerak, semakin banyak tenaga yang Anda miliki. Semakin cepat Anda bergerak, semakin banyak yang Anda pelajari tentangnya, dan semakin banyak pengalaman yang Anda peroleh. Dan semakin cepat Anda bergerak, semakin banyak Anda bekerja, semakin banyak Anda dibayar dan semakin cepat Anda akan dipromosikan.

Let me summarize these 21 great ideas for doubling your productivity for the basic formula. Here is where you start:

First of all, decide exactly what you want in terms of goals and objectives.

Second, make a list of everything that you have to do today to move you towards the achievement of your goals and objectives.

Third, organize your list by priority and select your A1, your most important single task.

Fourth, begin immediately on your number one task and discipline yourself to work at it single mindedly until it is 100% complete.

And finally, keep repeating over and over to yourself the wonderful words:

“Do it now!”

“Do it now!”

“Do it now!”.

Ijinkan saya meringkas ke 21 ide-ide hebat untuk menggandakan produktivitas Anda ini ke formula dasarnya. Disinilah dimana Anda memulainya:

Pertama-tama, putuskan secara tepat apa Yang Anda inginkan dalam bentuk target-target dan sasaran-sasaran.

Kedua, buatlah sebuah daftar dari semua yang harus Anda lakukan hari ini, yang akan menggerakkan Anda ke arah pencapaian target-target dan sasaran-sasaran Anda.

Ketiga, susunlah daftar Anda berdasar prioritas dan pilihlah tugas A1 Anda, tugas tunggal Anda yang paling penting.

Keempat, mulailah dengan segera mengerjakan tugas nomor satu Anda, dan disiplinkan diri Anda untuk mengerjakannya dengan pikiran hanya padanya, sampai tugas itu menjadi 100% selesai.

Dan akhirnya, lakukan pengulangan terus menerus kepada diri Anda sendiri, diulang dan diulang lagi, kata-kata luar biasa berikut ini:

“Lakukan sekarang!”

“Lakukan sekarang!”

“Lakukan sekarang!”

We are living in the greatest time at all of human history. There are no limits to what you can accomplish except for the limits that you place on yourself.

Your job is to become one of the most productive people in your field.

Your goal is to develop the reputation for being the person that when anyone wants or needs something done, they come to you first.

Your job is to become one of the most productive and most valuable people in your organization or business.

Your job is to get paid more, and promoted faster.

Your job is to have a wonderful life, and you do this by managing your time and doubling your productivity.

Good luck!.

Kita sedang hidup di waktu terhebat sepanjang sejarah manusia. Tidak ada batasan untuk apa yang dapat Anda capai, kecuali untuk batasan-batasan yang telah Anda letakkan pada diri Anda sendiri.

Pekerjaan Anda adalah untuk menjadi salah satu dari orang-orang paling produktif di bidang Anda.

Target Anda adalah untuk mengembangkan reputasi sebagai orang, yang jika siapapun ingin atau butuh sesuatu untuk dikerjakan, mereka akan datang kepada Anda terlebih dulu.

Pekerjaan Anda adalah untuk menjadi salah satu dari orang-orang paling produktif dan paling berharga di organisasi atau bisnis Anda.

Pekerjaan Anda adalah untuk dibayar lebih banyak, dan dipromosikan lebih cepat.

Pekerjaan Anda adalah untuk memiliki kehidupan yang luar biasa, dan Anda melakukan ini dengan mengatur waktu Anda dan menggandakan produktivitas Anda.

Semoga sukses!

01:09:03

===oooOooo===

Note: If you want to have the original audio file of Brian Tracy’s teleseminar, that is “Brian_ Tracy_21GreatWaysToManageYourTimeAndDoubleYourProductivity_Disc01.MP3”, please visit his site at www.briantracy.com and place your order there.

===oooOooo===

“Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Posted in Artikel Terjemahan | 1 Comment »

“Mengapa 7 langkah sukses bukan jaminan sukses?”

Posted by bp1pj on August 28, 2009

“Mengapa 7 langkah sukses bukan jaminan sukses?”

Sebagai langkah pertama, marilah kita lihat, apakah kita bisa sepakat terlebih dahulu, mengenai apa definisi sukses bagi Anda dan saya? Bila kita mempunyai definisi yang berbeda, maka membicarakan judul tulisan ini, yaitu “Mengapa 7 langkah sukses bukan jaminan sukses?”, akan menemui banyak kendala berupa beda pengertian dalam penerapannya.

  1. Anda sebagai mahasiswa mengikuti ujian di mata kuliah tertentu dan lulus. Itu adalah sukses! Anda setuju?
  2. Anda mengajukan permohonan kredit ke sebuah bank, dan setelah memenuhi semua persyaratan yang ada, kredit Anda cair. Itu adalah sukses! Anda setuju?
  3. Anda menetapkan target, bulan ini harus dapat memasarkan 100 botol ABG. Di akhir bulan ternyata Anda berhasil memasarkan 123 botol ABG. Itu adalah sukses! Anda setuju?
  4. Anda mempunyai keinginan untuk dalam batas waktu satu bulan ini mengajak 1 orang untuk kerjasama dengan Anda  untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia, dan sebelum bulan berakhir Anda sudah mendapatkan 1 orang yang Anda inginkan itu. Itu adalah sukses! Anda setuju?

Bila untuk 4 contoh tersebut di atas Anda setuju, maka kita sudah sependapat bahwa sukses adalah: “Keberhasilan mencapai target sesuai yang kita inginkan”.

Saya tidak menutup mata terhadap adanya definisi-definisi lain yang beredar di masyarakat seperti bahwa “Sukses adalah sebuah proses” dsbnya. Saya menghormati mereka yang menganut paham tersebut, tetapi mohon maaf, saya tidak sepaham, bahkan menjadi bingung sendiri kalau mendengar pendapat bahwa sukses adalah sebuah proses. Singkat saja, bagi saya sukses adalah “Keberhasilan mencapai target sesuai yang kita inginkan!”. Bila Anda masih dalam proses pencapaian, maka Anda belum sukses. Bila Anda gagal mencapainya, maka Anda tidak sukses. Sebaliknya, bila Anda berhasil mencapai target Anda itu, maka Anda sukses!.

Nah, kita semua pernah mendengar, bahkan mungkin sekali juga pernah mempraktekkan apa yang disebut “7 langkah sukses”. Apakah setelah Anda benar-benar mempraktekkannya, Anda sukses?

Bagi yang belum tahu tentang apa yang dimaksud dengan “7 langkah sukses”, maka baiklah saya ulangi sedikit tentang apa maksudnya. Bila seseorang sedang menjalankan bisnis MLM, dan ingin sukses, maka menurut orang-orang tertentu, syarat utamanya adalah dengan menjalankan “7 langkah sukses” yang terdiri dari:

  1. Menentukan Cita-cita atau impian pribadi
  2. Membuat daftar nama dari orang-orang yang akan kita ajak.
  3. Mempelajari cara mengundang yang benar
  4. Melakukan presentasi bisnis kita secara baku
  5. Melakukan tindak lanjut atas presentasi tersebut di atas
  6. Menjadi pemakai 100% atas produk yang dipasarkan
  7. Baca buku, dengar kaset dan hadir di setiap pertemuan.

Apakah saran atau pendapat tersebut di atas benar? Sejujurnya saya katakan bahwa saran tersebut di atas adalah bagus dan tidak ada jeleknya, tetapi bukan merupakan jaminan, bahwa bagi siapapun yang menjalankannya pasti akan sukses.

Ke 7 langkah tersebut di atas bukanlah merupakan langkah-langkah yang akan menjamin kesuksesan Anda, karena bukanlah merupakan sebuah rencana kerja. Dia hanya menggambarkan beberapa bentuk aktivitas yang pernah dilakukan oleh semua orang yang telah sukses. Tetapi bagaimanakah bentuk rencana kerja yang telah dipakai oleh mereka-mereka yang telah sukses tersebut? Sebuah rencana kerja yang harus diimplementasikan dengan diisi aktivitas-aktivitas “7 langkah sukses” tersebut di atas? Belum diungkapkan, bukan? Atau sulit untuk diungkapkan? Atau tidak mungkin untuk diungkapkan, karena tidak pernah ada yang punya?

Orang-orang yang telah sukses, pada umumnya, tidak punya catatan tentang langkah-langkah apa saja yang telah mereka laksanakan secara sistematis sehingga mereka mencapai sukses mereka. Saya belum pernah mendengar ada satupun yang punya. Karena itu, maka tidak ada satupun orang sukses yang dapat mengatakan: “Lakukan langkah-langkah ini, maka Anda pasti sukses seperti saya, dalam waktu sekian bulan!” Sejauh ini, belum pernah ada!

Yang banyak ada adalah, bahwa orang-orang sukses itu berkata, saya sukses karena saya melakukan “7 langkah sukses” secara konsisten, maka bila Anda ingin sukses seperti saya, tidak ada jalan lain yang lebih baik, jalankan saja “7 langkah sukses” secara konsisten. “Just do it!”. Saya setuju! Silahkan! Tapi saya tidak mau!

Mengapa? Karena saya tidak akan mau melakukan sesuatu secara membuta, tanpa tahu arah tujuannya secara jelas! Berapa modal kerja awal yang dibutuhkan? Berapa waktu yang harus saya alokasikan untuk kegiatan tersebut? Berapakah biaya operasionalnya untuk setiap bulannya? Berapa bulan dibutuhkan untuk mencapai peringkat Top? Apakah saya harus selalu menyuntikkan dana segar demi kelangsungan usaha saya ini? Berapa besarnya? Kapan break-even-nya? Kalau gagal, berapa kerugian saya?

Karena pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas belum pernah saya dapatkan jawabannya, maka sayapun segan untuk maju dan hanya berpatokan “Just do it”. Inilah salah satu dari sekian alasan maka saya memperkenalkan Strategi BP1PJ sebagai jalan keluarnya. Bukan “7 langkah sukses” itu yang akan membawa Anda ke titik sukses, melainkan sebuah rencana kerja yang bagus!

Anda hanya dapat sukses jika Anda mempunyai sebuah rencana kerja yang secara nyata dapat dilihat menghubungkan “keadaan Anda sekarang ini” (misalnya: lantai-1) dengan “apa yang menjadi cita-cita atau impian Anda” (misalnya: lantai-2). Dan rencana kerja ini harus memenuhi syarat SMART (Specific, Measurable, Attainable, Readable dan Time-framed).

Rencana kerja yang saya maksudkan harus berbentuk “sebuah tangga”, dan setiap “anak tangga”-nya harus dapat dinaiki secara nyaman oleh siapapun yang menaikinya. Maka jika sekiranya tangga yang saya maksudkan ini menghubungkan lantai-1 dan lantai-2, siapapun yang menaikinya pasti akan sampai ke lantai-2 tanpa mengeluh, bahwa misalnya anak tangganya terlampau curam, atau terlampau tinggi, atau berbahaya untuk diinjak karena sudah lapuk dsbnya.

Dan satu hal lagi, yaitu, anak-tangga anak-tangga ini semuanya harus mempunyai ukuran yang sama dan seragam. Jangan satu besar, satu kecil, yang satu landai, yang satu lagi curam, yang satu dari baja tahan karat, yang satu lagi dari kayu yang sudah lapuk. Bukan begitu. Semuanya harus seragam. Cukup jelas, bukan?

Karena bila seseorang telah berhasil menaiki anak tangga pertama dengan nyaman, maka dia akan dengan segala senang hati bergerak maju untuk menaiki anak tangga berikutnya, karena jelas terlihat bebannya sama dan dia pasti sanggup melakukannya. Demikian dia akan maju naik terus, dan pasti akan sampai di lantai-2. Tanpa perlu didorong-dorong. Tanpa perlu dibakar lagi semangatnya. Dia pasti menaiki tangga itu atas kemauannya sendiri, karena memang sudah menjadi targetnya untuk sampai ke lantai-2. Cukup jelas, bukan?

Apakah Anda dalam usaha mencapai target Anda, apapun target itu adanya, telah mempunyai rencana kerja seperti “sebuah tangga” tersebut di atas? Apakah anak-tangga anak tangga-nya cukup nyaman untuk dinaiki? Bila ya, saya ucapkan selamat, karena Anda pasti sukses untuk mencapai target Anda.

Bila belum, maka sudah tiba saatnya bagi Anda untuk mulai benar-benar mengolah rencana kerja Anda agar berbentuk “sebuah tangga” seperti yang saya gambarkan tersebut di atas.

Saya mohon maaf terlebih dahulu, tetapi sekiranya target Anda adalah untuk mendapatkan penghasilan tambahan sekitar 200 juta rupiah sebulan dalam waktu satu tahun, dan Anda belum punya waktu untuk membuat sebuah rencana kerja seperti yang saya maksudkan tersebut di atas, maka saya anjurkan agar Anda menyediakan waktu untuk menyimak strategi BP1PJ.

Strategi BP1PJ sudah merupakan sebuah rencana kerja yang memenuhi syarat SMART, anak tangga-nya hanya ada 12 buah, dan setiap anak tangga mewakili beban ringan dan nyaman, berupa buka poin 100 PV dan mengajak 1 orang untuk kerjasama sebagai agen pemasaran PT SMS.

Bila target Anda adalah peringkat tertinggi, yaitu Crown Director, maka menjalankan 7 langkah sukses adalah langkah positip, tetapi belum dapat menjamin Anda untuk dapat mencapai target Anda dalam waktu yang telah Anda tetapkan.

Bila target Anda adalah peringkat tertinggi, yaitu Crown Director, maka menjalankan strategi BP1PJ secara konsisten, menjamin Anda untuk dapat mencapai target Anda dalam 12 langkah yang telah ditentukan.

Pikirkan baik-baik! Keputusannya adalah di tangan Anda.

Jakarta, 28 Agustus 2009

Salam Sukses Selalu! Salam BP1PJ!

Singamurti S.H.

===oooOooo===

“Saya selalu tulus, positip dan menolong orang-orang lain melalui strategi BP1PJ”

===oooOooo===

Posted in Strategi BP1PJ | 1 Comment »